Bulan ini Delmar genap enam bulan dan akan mencoba MPASI pertamanya! Melihat perkembangannya; bisa duduk, tertawa, merespon dan bercanda dengan orang lain, membuatku lupa hanya enam bulan yang lalu ia baru lahir ke dunia ini.

 

Seperti halnya melihat dua teman baikku yang sedang hamil, akupun jadi ikut “mengalami” lagi proses kehamilan. Yang satu baru saja memasuki trimester kedua dengan awal kehamilan yang cukup berat. Ia mengalami mual yang cukup parah hingga berat badannya melorot 3 kilogram. Selain mual, ia mengalami gejala kehamilan lain seperti mengantuk dan lemas. Temanku yang satu lagi, baru saja mengabarkan kehamilannya minggu lalu. Sampai saat ini ia masih segar dan berharap kehamilannya nanti berjalan lancar.

 

Alhamdulillah kehamilan, persalinan, dan perjalanan menyusuiku banyak dijadikan inspirasi oleh teman-teman. Aku selalu ingin berbagi pengalaman gaya hidup sehatku karena ini adalah momen yang paling krusial dalam pembentukan kualitas masa depan buah hati.

 

Seperti kita ketahui, peranan nutrisi itu maha penting terlebih pada awal kehamilan. Ibarat hendak menumbuhkan suatu benih, maka tanahnya harus sehat berisi banyak vitamin dan mineral, disirami setiap hari, diberi pupuk, terkena sinar matahari pagi dan udara segar. Pasti Mama sudah tahu ya, di luar pola makan yang sehat, seimbang dan bervariasi, Mama harus pastikan asupan mikronutrisi ini terpenuhi: asam folat, vitamin D (yang berarti harus terkena paparan sinar matahari pagi agar menjadi “aktif”), zat besi dan kalsium. Terkadang tidak yakin apakah menu harian kita mencakupi semua kebutuhan mikronutrisi tersebut, apalagi bila mual muntah. Maka saya sedari hamil anak pertama, selalu minum Lactamil sesuai petunjuk. Better safe than sorry, kan? Selain itu aku selalu berdiskusi dengan Obgyn mengenai nutrisi, karena pada dasarnya saya sangat tertarik dengan pengetahuan seputar gizi. Manakala beliau merekomendasikan tambahan tablet asam folat di awal kehamilan, atau zat besi mendekati persalinan, aku ikuti saja.

 

Makanya, edukasi itu sangat penting. Bagian dari gaya hidup sehat adalah gaya hidup smart. Boleh kita mendengarkan berbagai informasi tentang apa yang boleh dan tidak boleh kita makan; tetapi sangat penting untuk mengetahui alasan dibalik informasi itu. Terlebih karena kondisi setiap Mama itu berbeda. Misalnya yang hamil kembar, tambahan mikronutrisi itu harus disesuaikan. Atau Mama yang memiliki riwayat anemia, maka zat besi juga harus ditambah. Atau Mama tidak doyan sayuran, maka perlu tambahan serat berbarengan dengan zat besi karena zat besi dapat mengakibatkan konstipasi. Intinya adalah Mama harus kritis dalam menentukan informasi mana yang paling tepat dengan kondisi Mama.

 

Selain nutrisi, “obat” lain bagiku mengatasi berbagai keluhan kehamilan seperti lelah, pusing dan bengkak adalah olahraga. Namun tidak bisa menyamaratakan kehamilan dan meresepkan untuk semua Mama olahraga seperti yang aku lakukan (secara olahraga aku adalah CrossFit.) Jangankan antara Mama, kehamilan seseorang saja antara yang pertama dan selanjutnya bisa beda 180°. Tapi tenang saja, pilihan olahraga itu kan sangat luas. Sekedar jalan keliling kompleks pagi atau sore hari juga sudah cukup untuk bergerak aktif melatih jantung serta paru-paru, dan memompa darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh.

 

Berikut ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk gaya hidup sehat di awal kehamilan:

  • Banyak minum air putih.
  • Bila mual muntah, makan biscuit atau roti tawar untuk mengisi perut (lambung kosong bisa mencetus asam lambung yang membuat semakin mual) barulah perlahan makan menu harian. Jangan lupa juga minum susu kehamilan untuk membantu semua kebutuhan mikronutrisi terpenuhi.
  • Sering rebahan, dan saat bangun, pelan-pelan dari posisi tidur ke duduk, barulah berdiri.
  • Lakukan gerakan peregangan (stretching) sesering mungkin agar otot tidak kaku.
  • Sering mengangkat kaki.
  • Cari wewangian yang membuat nyaman.Saat hamil, indera penciuman menjadi lebih tajam. Dan aromaterapi sering digunakan untuk membangkitkan perasaan atau respon tubuh, seperti menangkal rasa mual. Wewangian yang paling lumrah digunakan adalah yang sitrus atau lemon yang segar; namun silakan Mama bereksperimen mencari mana yang paling cocok.Mama bisa mengoleskan body lotion dengan wewangian yang Mama suka (selama tidak alergi dengan lotion tersebut) atau meneteskan aromaterapi pada diffuser.
  • Kena sinar matahari pagi. Duh, pagi-pagi bawaanya mager (malas gerak) dan menarik selimut kembali tidur. Bahkan ada kehamilan yang bawaannya ingin di tempat gelap atau “alergi” matahari. Perasaan ini harus dilawan Ma, karena tubuh kita butuh sinar matahari dan udara segar.
  • Berpikir positif! Ini adalah bagian dari gaya hidup sehat yang menurutku sangat penting. Tubuh sehat juga butuh pikiran yang sehat. Maka Mama menanamkan sugesti positif dan mengelilingi diri dengan hal yang positif pula. Jauhi membaca komentar haters di instagram atau broadcast berita yang meresahkan. Pada akhirnya yang penting adalah kesehatan Mama, si kecil di dalam rahim, dan kebahagiaan Mama sekeluarga, setuju?

 

Dan pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan selamat Natal kepada para Mama yang merayakannya, dan selamat menyambut 2017! Semoga tahun ini membawa semakin banyak berkah, kebaikan dan kedamaian bagi kita semua. Amin! Salam hangat untuk keluarga ya Ma.

 

 

Sumber:

Dr. Fikawati, Sandra, et al. 2015. Maternal and Infant Nutrition. Jakarta: Rajawali Pers.
Kochrekar, Manjiri. 2015 9 Amazing Benefits Of Broccoli Eating During Pregnancy.
Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.

 

045/2/2017

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+