Di masa menyusui, Ibu bisa mengalami stres yang disebabkan oleh banyak hal. Misalnya, stres akibat nanny yang menjaga anak-anak pulang kampung, stres mengasuh anak di rumah sepanjang hari, atau stres karena terlalu lama tidak bertemu anak. Saat Ibu stres, tubuh akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol. Hormon ini akan menekan produksi hormon oksitoksin atau hormon menyusui, sehingga menghambat proses keluarnya ASI. Nah, agar terhindar dari risiko terhambatnya aliran ASI, Ibu perlu tahu cara mengelola stres seperti berikut.

  • Me Time

Stres yang banyak dihadapi oleh new time moms atau Ibu yang punya anak pertama adalah baby blues. Kaget dengan situasi baru sehingga belum bisa beradaptasi. Jangan tenggelam dalam peran sebagai ibu. Ibu tidak boleh kehilangan identitas diri sebelumnya. Sekali waktu, titipkan si Kecil pada suami atau ibu/mertua dan keluar sejenak ke salon. Atau saat si Kecil tidur, panggil jasa pijat. Banyak kegiatan yang bisa Ibu lakukan untuk memanjakan diri dan break sejenak dari stres menjadi seorang ibu.

  • Bergerak aktif

Saat berolahraga, tubuh mengeluarkan endorfin yang membuat diri menjadi happy, meningkatkan produksi ASI, serta mengalihkan pikiran dari stres. Tidak perlu olahraga heboh-heboh. Cukup bergerak aktif setiap hari, 15-30 menit. Misal sambil nonton TV, jalan di tempat sambil angkat kaki tinggi-tinggi, atau lihat gerakan olahraga yang ada di internet.

  • Bersosialisasi

Manusia adalah mahluk sosial. Berkumpul dengan sesama Ibu akan membuat Ibu menjadi happy. Bisa saling bertukar pengalaman (biasanya kalau sharing masalah, Ibu menyadari masalah yang Ibu hadapi tidak seberapa) serta berbagi tips dalam menyusui dan membesarkan anak. Tapi bersosialisasilah dengan orang-orang yang membawa manfaat positif. Pertandanya adalah: apa yang Ibu rasakan usai kumpul dengan mereka. Kalau happy dan buru-buru mengatur jadwal ingin bertemu lagi, artinya mereka adalah sumber energi positif. Kalau usai berkumpul Ibu malah merasa lelah, drained atau terkuras energinya, artinya mereka adalah sumber energi negatif. Sebaiknya kurangi bertemu dengan orang-orang seperti ini.

  • Tertawa

Saat tertawa, dalam tubuh terjadi kebalikan dari efek stres. Otot melemas, detak jantung menjadi lebih santai, dan tubuh memproduksi endorfin. Ajak si Kecil menonton tayangan Youtube yang lucu. Sedari kecil, ia akan menikmati tawa dan nantinya memiliki selera humor yang tinggi, yang juga adalah cara ia menangkal stres saat dewasa.

  • Aromaterapi

Indera penciuman kita bisa membantu membangkitkan rasa happy dan menekan stres. Bereksperimenlah mencari aroma yang paling Ibu suka; lavender, mint, lemon, jasmine, dan lain-lain.

  • Minum kopi atau teh

Minuman hangat serta aroma khasnya, bisa membangkitkan mood bagi kebanyakan orang.

  • Berkebun atau memelihara binatang

Banyak orang menemukan kedamaian dalam berkebun atau menyangi binatang. Selain itu, si kecil akan belajar mencintai semua ciptaan Tuhan dan ikut merasakan kedamaian yang Ibu rasakan saat berinteraksi dengan flora dan fauna.

  • Teknik pernafasan

Yoga, pilates, meditasi, bahkan berzikir bagi yang Muslim adalah kegiatan dimana memfokuskan konsentrasi dan mengatur pernafasan. Lakukanlah itu agar Ibu tidak memikirkan stres dan perlahan menjadi semakin rileks.

  • Makan sehat

Beberapa makanan bisa membuat happy, seperti coklat, buah berries, ikan salmon. Boleh sesekali makan comfort food seperti nasi goreng kambing dan martabak, tapi jangan sering-sering yaa. Makanan yang melalui banyak pemrosesan serta mengandung gula dan karbo tinggi justru akan membuat tubuh menjadi lamban dalam memprosesnya dan malah bikin kita bete. Apalagi kalau berat badan masih belum balik, kalau terlalu banyak makan, justru Ibu merasa bersalah dan semakin gemuk. Jadi biasakan makan sayur dan buah, dan seiring berat badan turun, Ibu pasti akan merasa semakin happy. Selain itu, sayuran dan buah membantu meningkatkan produksi susu.

  • Istirahat

Memang ini sulit selama si kecil pola tidurnya belum terbentuk. Kadang Ibu bisa tidur dua jam hingga empat jam sebelum si kecil minta disusui. Tidurlah saat ia tidur, karena saat beristirahat tubuh memproduksi ASI. Semakin banyak ASI yang diminum, semakin besar lambung si kecil dan semakin lama ia mencerna susunya.

  • Menyusui

Saat menyusui, tubuh menghasilkan hormon oksitosin yang justru sifatnya menenangkan. Selain itu, momen bonding yang terjalin antara Ibu dan si kecil akan membuat Ibu tenang dan merasa damai. Saat menyusui, pastikan tidak ada gangguan. Lupakan handphone dan media sosial sejenak. Nikmati memandang mata si kecil dan bermain dengan jemari mungilnya. Ingat bahwa momen ini tidak akan berlangsung lama. Sebentar lagi ia akan duduk, merangkak, berjalan, sekolah… maka resapilah setiap detik dengannya.

Dan ingatlah, bahwa kondisi pelik apapun, pasti akan berlalu. Jangan terlalu berlarut pada suatu permasalan dan membiarkan stres mendominasi. Kelilingi diri dengan yang bikin happy, dan apa lagi yang menjadi sumber kebahagiaan: si Kecil.

 

Sumber:

  1. Baby Center Editorial team. Is it True that Stress can Cause Breastmilk to Dry Up? https://www.babycentre.co.uk/x1048246/is-it-true-that-stress-can-cause-breastmilk-to-dry-up
  2. Morag Martindale. Baby Center. Having A Baby Can Be Stressful, What Can I Do to Feel Better? https://www.babycentre.co.uk/x3828/having-a-baby-can-be-stressful-what-can-i-do-to-feel-better
  3. Heidi Murkoff, Sharon Mazel. 2008. What to Expect When You’re Expecting. All About Getting Started Breastfeeding. Page 435.

CVM: 679/10/2017

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+