Di tengah kesibukan Ibu untuk bekerja dan kebutuhan Ibu untuk menyusui, Ibu seringkali bingung bagaimana supaya tetap bisa memberikan ASI eksklusif. Ibu yang bekerja memang tidak bisa selalu dekat dengan si kecil karena harus keluar rumah dari pagi hingga sore hari. Dengan aktivitas Ibu yang harus bekerja, Ibu bisa lakukan hal-hal berikut supaya kebutuhan menyusui tetap berjalan lancar.

  1. Sangat menyenangkan apabila tempat kerja Ibu dekat dari rumah. Ibu bisa pulang saat jam istirahat untuk menyusui atau memompa ASI. Namun disarankan untuk tidak menjadwalkan dalam memberikan ASI. Apabila rumah Ibu jauh dari kantor, Ibu bisa melakukan pompa ASI di kantor. Rutin dalam memompa bisa memperbanyak produksi ASI karena semakin sering memompa, semakin banyak juga ASI yang dikeluarkan.
  2. Di tengah aktivitas Ibu, luangkan waktu untuk memompa ASI. Ibu bisa memompa setelah jam makan siang atau saat payudara Ibu terasa penuh. Jangan lupa untuk menyimpan ASI di kulkas yang tersedia di kantor Ibu. Dengan Ibu mempunyai persediaan ASI untuk si kecil, Ibu tidak akan khawatir kebutuhan ASI tidak terpenuhi. Selanjutnya, pengasuh yang menemani si kecil di rumah, bisa memberikan ASI Ibu sehingga Ibu tetap terhubung dengan si kecil, walaupun berada di kantor.
  3. Saat Ibu pulang dari bekerja, Ibu bisa kembali menyusui si kecil secara langsung. Setelah si kecil tertidur, Ibu bisa kembali memompa ASI untuk persediaan hari esoknya.

Yang terpenting adalah kesiapan Ibu dalam menyusui. Sebelum Ibu memutuskan untuk kembali bekerja, Ibu sudah harus menyiapkan diri untuk memberikan ASI dan bekerja. Ibu tetap harus memperhatikan nutrisi dari makanan yang Ibu konsumsi karena Ibu menyusui membutuhkan banyak kalori. Oleh karena itu penuhi nutrisi seimbang, seperti asupan asam folat, karbohidrat, protein, vitamin A, vitamin D dan kalsium. Selain itu, Ibu perlu lengkapi kebutuhan nutrisi Ibu dengan meminum susu karena susu adalah salah satu pilihan yang praktis. Susu mengandung kalsium dan protein tinggi dan sangat baik untuk Ibu. Hindari stres dan upayakan diri Ibu tetap rileks saat Ibu bekerja supaya produksi ASI lancar.

 

Sumber:

Blössner, Monika dan Mercedes de Onis. 2005. Malnutrition : Quantifying The Health Impact at National and Local Levels.

Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.

M, Marry, RN Murry, CNM. 2010. Breastfeeding: Support for Working Moms. www.mayoclinic.org. Diakses pada 23 Agustus 2016.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+