Hamil untuk pertama kalinya memang dapat membuat Mama mengalami rasa khawatir yang berlebihan. Munculnya kecemasan tersebut biasanya diakibatkan oleh pengetahuan atau pengalaman Mama yang masih minim akan kehamilan. Selain itu, anggapan akan gangguan kesehatan yang bisa kapan saja menyerang kandungan juga menjadi faktor utama Mama menjadi cemas.

Flek atau keluarnya bercak darah merupakan salah satu contoh kondisi kesehatan yang umumnya dikhawatirkan oleh Mama hamil. Sebenarnya, flek atau spotting merupakan hal yang normal. Biasanya terjadi saat trimester pertama masa kehamilan.

Heidi Murkoff dan Sharon Mazel dalam bukunya What to Expect When You’re Expecting mengungkapkan bahwa satu dari lima Mama di dunia kerap mengalami flek pada masa kehamilan pertama. Salah satu penyebab umum terjadinya flek pada masa awal kehamilan adalah akibat proses implantasi atau penanaman embrio di dinding rahim. Darah yang keluar saat implantasi biasanya tidak banyak dan hanya keluar dalam hitungan jam.

Namun, Mama patut waspada jika darah yang keluar dalam jumlah banyak dan berlangsung selama beberapa hari karena bisa jadi kondisi tersebut merupakan indikasi keguguran. Selain itu, flek juga bisa menandakan Mama mengalami kehamilan ektopik, dimana rahim tumbuh di luar rahim Mama. Jika Mama mendapati adanya flek dalam jumlah banyak, jangan panik. Periksakan kondisi Mama ke dokter dan lakukan beberapa tips di bawah ini.

Pastikan kondisi kesehatan mulut rahim

Pastikan kondisi kesehatan mulut rahim Mama jika terjadi flek pada trimester pertama. Iritasi pada mulut rahim kadang bisa menyebabkan flek. Oleh karena itu Mama sebaiknya segera mengunjungi dokter untuk mengetahui apakah ada indikasi infeksi di daerah tersebut.

Lebih banyak beristirahat

Jika Mama mengalami flek pada masa awal kehamilan, dokter biasanya akan menganjurkan Mama untuk tidur dan beristirahat lebih lama agar darah flek berhenti keluar.

Jangan lakukan aktivitas fisik yang terlalu berat

Mama sebaiknya tidak melakukan olahraga atau aktivitas fisik berat seperti mengangkat benda berukuran besar atau naik-turun tangga.

Jangan berhubungan seks untuk sementara waktu

Berhubungan seks selama masa kehamilan bisa jadi salah satu penyebab terjadinya flek. Untuk itu, Mama sebaiknya menunda untuk berhubungan intim beberapa minggu setelah flek berhenti keluar.

Minum air putih lebih banyak

Mama hamil yang mengalami flek pada masa awal kehamilan sebaiknya minum lebih banyak air agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik. Mencukupi asupan cairan sehari-hari tak hanya bisa mencegah Mama dehidrasi tetapi juga bermanfaat bagi janin yang berada di dalam kandungan.

 

 

Sumber:

  1. Heidi Murkoff, Sharon Mazel. 2008. What to Expect When You’re Expecting. Workman Publishing.
  2. Dashiell, Andrea. Parents Magazine. Bleeding during Pregnancy: What’s Normal, What’s Not. http://www.parents.com/pregnancy/week-by-week/5/bleeding--whats-normal-and-whats-not/ 
  3. American Pregnancy. 2015. Spotting during Pregnany. http://americanpregnancy.org/pregnancy-concerns/spotting-during-pregnancy/ 
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+