Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh berkah. Di bulan tersebut, umat Islam diwajibkan untuk menahan lapar dan dahaga selama sebulan penuh. Tak hanya itu, diwajibkan pula untuk umat Islam menahan diri dari emosi dan sikap negatif yang dapat merusak pahala puasa. Bagi Ibu Muslim yang sedang hamil, menjalani ibadah puasa bisa jadi hal yang sulit. Pasalnya, Ibu memiliki banyak tantangan yang harus dihadapi pada masa kehamilan.

Sejak si Kecil masih berupa embrio mungil di masa awal kehamilan, Ibu akan mengalami lonjakan hormon yang berpengaruh pada beragam perubahan di diri Ibu, salah satunya perubahan emosi. Kondisi ini bisa terjadi kapan saja sepanjang kehamilan, termasuk saat Ibu sedang menjalani puasa di bulan Ramadan. Lalu, bagaimana cara menahan emosi dengan baik bagi Ibu hamil? Berikut tips mengatur emosi saat hamil di bulan puasa.

  • Tarik napas panjang, keluarkan secara perlahan, lalu lakukan berulang. Teknik pernapasan sederhana tersebut bisa membantu menenangkan Ibu yang sedang bad mood. Ibu juga bisa menyempatkan waktu untuk melakukan yoga untuk mengatur emosi saat hamil di bulan puasa. Gerakan-gerakan yoga yang lambat dan sarat akan teknik pernapasan dapat membantu Ibu merasa tenang dan rileks.
  • Bagi Ibu yang beragama Islam, manfaatkan momen pada bulan Ramadan ini dengan ibadah yang bisa membuat mood baik Ibu terjaga. Salat, mengaji dan berzikir bisa jadi cara ampuh yang berfungsi layaknya meditasi, sehingga Ibu pun bisa terhindar dari emosi-emosi tidak menyenangkan.
  • Untuk meredam emosi yang meluap-luap akibat perubahan hormon dalam tubuh, Ibu bisa ajak Ayah atau kerabat terdekat untuk berkomunikasi. Mencurahkan isi hati diketahui bisa mengurangi beban emosional seseorang, terlebih bagi Ibu yang kerap cemas akan kondisi kehamilannya.
  • Saat berpuasa bisa jadi momen yang tepat bagi Ibu hamil yang gemar masak untuk menyalurkan hobinya. Buatlah cemilan berbuka puasa untuk Ayah dan keluarga. Selain dapat mengasah kemampuan memasak, melakukan hobi saat puasa juga bisa menjaga dari perubahan emosi dan menghindari Ibu dari pikiran-pikiran negatif yang dapat merusak mood.
  • Cara terakhir untuk meredam emosi Ibu adalah dengan istirahat atau tidur cukup. Ibu hamil membutuhkan lebih banyak energi untuk dirinya dan janin yang dikandung. Dengan beristirahat cukup, Ibu akan terhindar dari gejala-gejala morning sickness termasuk perubahan emosi.

Sumber:

Baby Center Medical Advisory Board. 2016. Mood Swings during Pregnancy. 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+