Kehamilan bagi seorang wanita merupakan anugerah yang luar biasa . Apalagi jika kehamilannya merupakan kehamilan pertama, pasti banyak pertanyaan  yang muncul , kekhawatiran dan ketakutan akan kehamilannya. Bahkan di beberapa daerah di dunia, ada tradisi-tradisi tertentu yang dilakukan selama kehamilan dengan tujuan agar kehamilannya berjalan dengan baik, sehat dan lancar. Berikut beberapa tradisi seputar kehamilan di berbagai budaya.

1. Indonesia

- Upacara 3 bulanan (Madeking)

Upacara ini dilakukan ketika usia kehamilan tepat menginjak 3 bulan. Hidangan pada upacara ini berupa ketupat,  nasi gurih dan bebrapa lauk pauk seperti sambal goreng ati ampela, daging sapi dan kudapan kue apem. Upacara ini diadakan sebagai wujud permohonan keselamatan bagi janin di dalam kandungan.

- Upacara 7 bulanan (mitoni)

Dikenal juga sebagi upacara tingkeban. Hidangan khasnya adalah rujak dan dawet atau cendol beras. Menurut tradisi, bila rasa rujak dan dawetnya manis dan sedap, maka anaknya perempuan. Di dalam upacara ini ada tradisi membelah kelapa muda. Jika pada waktu di belah air kelapa mudanya keluar (muncrat) tinggi, maka anaknya laki-laki.

Upacara ini ternyata hanya dilakukan untuk kehamilan pertama kali, dan tujuan sebenarnya adalah memberikan dukungan kepada Mama yang sedang hamil menginjak usia trimester 3 dimana mulai terjadi perubahan bentuk tubuh. Mama hamil di upacara ini dirias cantik bak pengantin dengan harum bunga melati yang semerbak.

2. Inggris

Menurut tradisi orang Inggris, jenis kelamin bayi dapat diprediksikan dengan menghitung kecepatan detak jantung dari janin di dalam kandungan. Jika detak jantung cepat, maka diprediksikan jenis kelamin janin tersebut adalah perempuan, dan sebaliknya, jika detak jantung agak lambat, diprediksikan Janin berjenis kelamin laki-laki

3. China

Menurut situs taiwanxifu.com, Mama hamil di Cina harus menjauhi gunting dan benda tajam, karena anak yang lahir nantinya akan mengalami cacat fisik. Mereka juga dilarang menghadiri pemakaman karena  digambarkan sebagai kejadian yang dapat berpengaruh negatif terhadap kehamilan dan janin. Mereka juga harus memastikan bahwa selama masa kehamilan, mereka benar-benar bersih dari pikiran buruk.

4. India

Menurut study Dr. A.K AVASARALA MBBS, M.D tentang kebiasaan para wanita di India Selatan, orang tua dari wanita India melakukan upacara  seemantham, dengan mengundang semua saudara dan para wanita di sekitar kediaman mereka. Satu persatu para undangan melepaskan semua perhiasannya wanita hamil tersebut dan berdoa untuk kesehatan dan keselamatan ibu dan bayinya selama kehamilan.

5. Sri lanka

Srilanka sebagian besar penduduknya menganut agama Budha yang meyakini bahwa penderitaan selama kehamilan adalah konsekuensi dari dosa-dosa yang dilakukan di masa lalu. Bagi wanita Srilanka menjalani kehamilan tanpa mengekspresikan rasa sakitnya merupakan suatu kebangaan tersendiri.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+