Menyapih dengan cinta, itulah arti dari Weaning with Love. Proses menyapih anak adalah hal terberat yang dilakukan Ibu kepada buah hatinya. Perjuangan berat ketika Ibu memutuskan untuk tidak memberikan ASI lagi. Rasa sedih, kehilangan, tidak hanya melanda buah hati tetapi juga Ibu. Karena itu, menyapih dengan cinta sangat diperlukan dalam proses pemutusan ASI untuk meningkat ke tahap selanjutnya, minum susu dari gelas. Dalam proses menyapih ini, tidak hanya melibatkan anak dan Ibu, tetapi dukungan Ayah juga penting.

Mengapa anak perlu disapih? Memang tidak ada aturan usia berapa saat yang tepat untuk menyapih buah hati Ibu dan Ayah. Namun, banyak orang yang melakukannya saat buah hati sudah beranjak dua tahun.

Menyapih adalah suatu proses berhentinya masa menyusui secara berangsur-angsur atau sekaligus. Proses tersebut dapat disebabkan oleh berhentinya sang anak dari menyusu pada Ibu. Atau bisa juga berhentinya Ibu untuk menyusui anaknya. Atau bisa juga keduanya. Masa menyapih ini merupakan pengalaman emosional bagi Ibu, anak juga Ayah.

Metode penyapihan dibagi menjadi 2, yaitu:

  1. Natural weaning atau Baby Led Weaning ataupenyapihan alami (tidak memaksa dan mengikuti tahapan perkembangan anak)

  2. Mother led weaning (Ibu yang menentukan kapan saat menyapih anaknya).

Dari dua metode itu, menyapih alami yang paling dianjurkan. Mengapa? Karena secara psikologis, dampaknya paling ringan. Umumnya, pada awal proses penyapihan, reaksi anak yang disapih biasanya rewel dan gelisah. Dengan penyapihan alami, semua itu bisa dihindari mengingat saat memasuki usia batita sebetulnya ketergantungan anak pada ASI sudah semakin berkurang.

Sementara dalam “Mother Led Weaning” yang dibutuhkan adalah kesiapan mental Ibu juga dukungan dari lingkungan, terutama Ayah, sebagai sosok yang dapat memberikan kenyamanan. Bila sudah mantap untuk menyapih, lakukanlah penyapihan dengan sabar dan tidak terburu-buru karena sikap Ibu dalam menyapih berpengaruh pada kesiapan si balita.

Agar proses menyapih berjalan lancar, dapat menerapkan apa yang disarankan beberapa ahli laktasi yaitu :

  1. Proses menyapih dilakukan secara bertahap. Misalnya frekuensi menyusui dikurangi dari 4 kali menjadi 3 kali hingga akhirnya berhenti sama sekali.

  2. Di waktu-waktu harusnya anak menyusui, Ibu harus memberikan kesibukan pada si anak misalnya dengan bermain, membacakan buku, atau memberikannya snack yang sehat.

  3. Jangan menyapih di saat anak sedang tidak sehat, sedih, kesal atau marah.

  4. Hindari menyapih anak dari menyusu ke benda lain seperti empeng, botol susu, bantal, dan lain sebagainya.

  5. Lakukan komunikasi dengan baik, penuh cinta, karena walau masih kecil jika diberikan pengertian, buah hati Ibu dan Ayah pasti mengerti.

  6. Ibu jangan stress saat melakukan proses menyapih.

  7. Jangan menyapih secara berdadak, harus bertahap.

Trik agar proses menyapih berjalan lancar:

  1. Sebelum proses menyapih, perkenalkan atau ajari anak minum lewat gelas atau cangkir.

  2. Ubah jadwal minum susunya.

  3. Perbanyak makanan padatnya.

  4. Lakukan training cup.

Yang perlu dihindari dari proses weaning with love:

  1. Jangan mengoleskan obat merah atau menempelkan apapun pada payudara Ibu, dengan dalih agar si anak tidak mau menyusu.

  2. Jangan menawarkan ASI jika anak menangis atau rewel.

  3. Jangan memperkenalkan botol susu, dot, empeng.

  4. Jangan memaksa.

 

Sumber :

  1. www.babycenter.com

  2. www.parents.com

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+