Memulai kebiasaan memberikan makanan bergizi pada tahun pertama si kecil akan membentuk selera dan kebiasaan makan makanan sehat saat dia dewasa. Untuk memberikan makanan awal yang sehat kepada si kecil, simak 10 tips berikut ini:

1. Berikan lemak pintar kepada si kecil
Bayi sangat memerlukan lemak sebagai penyimpanan terbesar sumber energi tubuh, penyedia komponen utama bagi membran sel dalam otak, sebagai komponen dasar hormon-hormon yang penting, dan sebagai penyerap dan pengantar vitamin A, D, E, dan K. Yang penting adalah memilih lemak yang sehat untuk si kecil, yang terdapat dalam salmon, alpukat, dan mentega kacang. Hindari lemak buruk bagi bayi, hydrogenated fat, yang banyak terdapat dalam biskuit, kue kering, permen batangan, makanan cepat saji yang digoreng, kentang goreng, dan beberapa selai kacang. Untuk menghindari hydrogenated fat ini, perhatikan label yang tertera pada makanan.

2. Berikan karbohidrat baik kepada si kecil
Karbohidrat atau gula dibutuhkan sebagai pemberi energi pada tiap sel untuk melakukan tugasnya. Karbohidrat yang buruk adalah glukosa, dekstrosa, dan sukrosa yang banyak terdapat dalam permen, lapisan gula, dan sirup. Gula yang baik adalah fruktosa yang banyak terdapat dalam buah-buahan dan makanan lain seperti apel, buncis dan kacang polong, pasta, kentang, kacang kedelai, sayuran, dan tentunya ASI Ibu.

3. Memanfaatkan Protein
Selama tahun pertama, asupan protein si kecil dapat dipenuhi oleh ASI atau susu formula. Selama 2 tahun pertama, si kecil membutuhkan sekitar 1 gram protein per pon berat tubuh per hari. Asupan protein dapat diperoleh dari makanan laut terutama salmon, keju, yoghurt, susu, kacang kedelai, tahu, daging sapi dan unggas, telur, mentega kacang, dan gandum

4. Membentuk selera si kecil, dengan cara:
- Menghindari makanan dengan pemanis buatan dan terlalu banyak gula serta sirup jagung
- Menghindari makanan yang mengandung minyak buatan
- Menyajikan makanan segar daripada makanan kaleng atau kemasan
- Menyajikan padi-padian seperti lebih memilih roti gandum daripada roti putih
- Menghindari makanan dengan zat pewarna dan zat tambahan

5. Kenyang dengan Serat
Serat  adalah pencahar alami yang membantu pembuangan produk sisa makanan dari usus. Serat berfungsi sebagai spons dan sapu bagi usus, sehingga menyerap air dan lemak yang tidak diperlukan dari makanan lainnya. Pada anak-anak, serat berfungsi mencegah sembelit dan melembutkan kotoran. Sumber serat paling baik adalah kentang dengan kulitnya, roti gandum, bit, terong, jeruk nipis, dan terong-terongan.

6. Variasikan vitamin
Vitamin membantu makanan yang dikonsumsi si kecil bekerja lebih baik. Tubuh kita membutuhkan 13 vitamin, yaitu vitamin A, C, D, E, L dan 8 jenis vitamin B: thiamin, niasin,riboflavin, panthotenik, acid, biotin, folasin, B-6, dan B-12.
Vitamin A,D,E, dan K disimpan dalam tubuh, sehingga bila si kecil sedang mogok makan sayuran, dia akan tetap bertahan dengan vitamin yang dia konsumsi beberapa bulan lalu. Sementara itu, vitamin C sangat mudah rusak oleh proses memasak merebus. Makanan yang dikukus atau dipanggang akan menyimpan lebih banyak vitamin.

7. Mineral kecil tapi penting
Tubuh si kecil hanya membutuhkan sejumlah kecil mineral untuk tumbuh sehat. Kekurangan mineral jarang terjadi karena mineral dapat ditemui dalam sumber yang sama dengan vitamin. Dua anggota dari kelompok mineral terpenting adalah besi dan kalsium

8. Tingkatkan zat besi si kecil
Fungsi utama zat besi adalah untuk membangun haemoglobin, substansi dalam darah yang membawa oksigen. Agar si kecil tidak kekurangan zat besi, simak saja latihan berikut ini:

- Susui bayi selama Ibu dan si kecil bisa.
- Batasi konsumsi susu sapi sampai tidak lebih dari 7-11 milimeter per harinya.
- Gunakan formula yang mengandung zat besi.
- Kombinasikan makanan secara bijak

9. Perhitungkan setiap kalori
Anak lebih baik diberikan makanan kayak gizi dalam porsi kecil tapi lebih sering

10. Membesarkan bayi yang langsing
Bayi yang terlalu besar memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena gangguan jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

Sumber:
The Baby Book; William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+