Setiap Ibu pasti menginginkan si Kecil tumbuh secara optimal. Salah satu cara yang bisa dilakukan Ibu untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal adalah dengan pemberian ASI Eksklusif sejak kelahiran si Kecil hingga ia berusia enam bulan.

Berangkat dari komitmen Lactamil dalam mendukung pemberian ASI eksklusif bagi Ibu menyusui, Lactamil menggelar sebuah acara bertema Happy Breastfeeding, Ibu Pasti Bisa Menyusui dengan Optimal Bersama Lactamil. Acara yang digelar pada Rabu, 30 Agustus 2017 di Plataran Menteng, Jakarta Pusat ini bertujuan untuk memberikan edukasi nutrisi dan kesehatan agar Ibu dapat menjalani proses menyusui yang optimal dan penuh percaya diri. Untuk itu, Lactamil menghadirkan narasumber terpercaya yang merupakan ahli di bidangnya masing-masing dan juga puluhan rekan media dalam perhelatan tersebut.

Arif Mujahidin (5) (1)

Acara tersebut dibuka oleh Arif Mujahidin, Communications Director Danone Indonesia. Dalam sambutannya, ia menjelaskan bahwa Lactamil secara penuh terus mendukung para Ibu agar memberikan yang terbaik bagi si Kecil. Dukungan Lactamil dibuat melalui kampanye Ibu Pasti BIsa, sebuah gerakan berkelanjutan untuk menjangkau dan mengedukasi Ibu menyusui dengan ragam informasi kesehatan dari sumber terpercaya.

dr. Febriansyah Darus, Sp (18)a

Salah satu pembicara yang dihadirkan dalam acara tersebut adalah dr. Febriansyah Darus, Sp.OG(K), seorang Dokter spesialis kandungan yang juga merupakan salah satu Lactamil Expert. Ia menekankan, proses menyusui untuk mendukung tumbuh kembang si Kecil secara optimal harus dipersiapkan sejak masa kehamilan, di mana Ibu perlu menjaga asupan nutrisi dan membekali diri dengan berbagai pengetahuan dan informasi penting terkait menyusui. Ibu juga perlu memahami bahwa mekanisme produksi ASI sudah dimulai sejak masa masa kehamilan bulan ketiga. Saat itu, tubuh Ibu sudah memproduksi hormon-hormon yang menstimulasi munculnya ASI. Ibu perlu menjaga pola makan bergizi seimbang dan dapat pula didukung dengan melakukan pijat laktasi, supaya sistem pada payudara Ibu dapat lebih siap dalam melakukan proses laktasi secara lancar. Dr Febri, sapaan akrabnya, turut menjelaskan manfaat dari pemberian ASI eksklusif untuk si Kecil. ASI tersusun dari komposisi penting yang tidak dapat ditemukan dari makanan atau minuman lain di dunia sehingga sangat baik untuk kesehatan si Kecil.

dr. Juwalita Surapsari, M Gizi, SpGK (26) (1)

Hal itu juga turut dijelaskan secara rinci oleh dr. Juwalita Surapsari, M.Gizi, SpGK selaku dokter spesialis gizi klinik. Pakar gizi dari Prodia Health Care Bintaro ini menjelaskan bahwa tidak ada yang menandingi kandungan bergizi dalam ASI. ASI mengandung cairan biologis yang dinamis dan kompleks, terdiri lebih dari 200 zat aktif termasuk imunoprotektor, enzim, hormon, vitamin, faktor pertumbuhan, dan faktor lainnya. Sehingga mampu memberikan imunitas kepada si Kecil dan dalam jangka panjang dapat menurunkan risiko obesitas, serta diabetes tipe 1 dan 2. Selain itu, menyusui juga memiliki manfaat bagi Ibu karena dapat menurunkan risiko depresi pascapersalinan, obesitas, diabetes melitus, dan beberapa jenis kanker.

Tentunya produksi ASI berkualitas yang sangat bermanfaat bagi kesehatan si Kecil dipengaruhi oleh asupan nutrisi Ibu. Karenanya, dr. Juwalita menerangkan bahwa Ibu memerlukan energi yang cukup untuk dapat memproduksi ASI dengan lancar dan dengan kualitas yang baik. “Asupan karbohidrat, protein, dan lemak pun harus terpenuhi dengan baik melalui pola makan yang teratur dengan porsi seimbang. Adapun selain mencukupi kebutuhan energi dan zat gizi makro, Ibu juga perlu memenuhi kebutuhan zat gizi mikro demi tumbuh kembang si Kecil yang optimal. Di antaranya adalah Asam Folat, Vitamin D, Zat Besi dan Kalsium. Beberapa sumber makanan yang dapat dikonsumsi Ibu contohnya, sayuran berwarna hijau seperti daun katuk dan bayam yang kaya kalsium, zat besi, dan asam folat. Lalu daging, ikan, telur, dan susu, yang merupakan sumber protein terbaik.”

Irma Gustiani, M.Psi, Psi (5) (1)

Lancarnya proses pemberian ASI yang sangat bermanfaat bagi si Kecil tersebut tidak lepas dari dukungan keluarga dan juga lingkungan terdekat Ibu. Hal tersebut dipaparkan oleh Irma Gustiani, M.Psi, Psi, seorang psikolog keluarga yang turut hadir sebagai pembicara. “Ada kalanya proses menyusui terhambat karena faktor psikologis Ibu, baik itu stres karena perubahan gaya hidup dan tanggung jawab yang lebih besar atau malu menyusui di tempat umum. Untuk membantu meringankan beban Ibu dan memacu kepercayaan dirinya, keluarga terutama Ayah perlu memberikan dukungan dan kasih sayang kepada Ibu. Kita semua juga diharapkan dapat bantu mewujudkan lingkungan yang ramah menyusui. Bagi para Ibu, jangan takut untuk meminta bantuan dan mengekspresikan perasaan kalian. Karena kebahagiaan Ibu adalah salah satu sumber kesehatan bagi Ibu dan si Kecil.”

Dalam mendukung masa menyusui Ibu agar optimal dan penuh pecaya diri, Lactamil yang konsisten mengusung kampanye Ibu Pasti Bisa memiliki saluran konsultasi Ibu Care, di mana Ibu dapat berkonsultasi dengan berbagai ahli seperti di bidang kebidanan dan kandungan, nutrisi dan tumbuh kembang anak, gaya hidup sehat, dokter anak, dan psikolog keluarga. Konsultasi dapat dilakukan melalui live chat expert di Facebook ataupun di website lactamil.co.id.

 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+