Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Atasi Cemas Jelang Persalinan?

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Berikut pemenang Live Chat 9 Juli 2015. Bagi para pemenang mohon kirim data diri melalui inbox Facebook Fanpage Mama Care untuk pengiriman hadiah. Terima Kasih :)

     

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Live Chat kali ini bersama Ahli Psikologi Anak & Keluarga Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. sudah ditutup ya, Ma. Terima kasih atas partisipasinya, dan tunggu pengumuman siapa 10 orang terpilih yang mendapatkan paket eksklusif dari Mama Care :)

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • ika dewi purwanti
    ika dewi purwanti
    Selamat siang.. Saat ini adlah khamilan pertama saya dan memasuki usia kehamilan 35 mgg. Sy sangat cemas krena tgl 3 agustus,dkter kndungan mrencnkan operasi sc,dikarenakan plasenta praevia. Sy sangt stress dok, apalagi asi saya blum kluar saat ini dan nafsu mkan sy jd mnurun. Sy kepikiran skali. Bgaimn cra mngatasiny ya dok ? Sy ingin skali brpikir sntai, tp ktika ingt hri smakin dkat rasany sy smakin stress dan jd tdak bs nyenyak tdur mlam. Trima ksih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Ika, terimakasih sudah mengikuti live chat. Mohon maaf karena baru bisa terbalas malam hari ya. Ohya, saya psikolog bukan dokter, jadi saya akan menjawab secara psikologis.

      Sesungguhnya jenis persalinan apapun baik saja, apalagi kalau sudah melewati proses pertimbangan mendalam dari dokter berdasarkan kondisi kehamilan Mama. Anggaplah saran dokter untuk operasi adalah jalan terbaik dan termudah bagi Mama untuk bertemu si kecil. Jika Mama hanya fokus pada masalah-masalah saja, akan semakin sulit bagi Mama untuk mengurangi cemasnya.

      Nafsu makan menurun, terus kepikiran, tak bisa tidur, sesungguhnya bisa saja merupakan indikator level kecemasan yang tinggi. Memang kadang mama yang baru pertama kali hamil mengalami kecemasan lebih tinggi, walaupun tak selalu. Oleh karena itu, yang betul-betul perlu ditangani saat ini adalah untuk menurunkan level kecemasannya, agar tak sampai membahayakan mama ataupun si kecil.

      Caranya bagaimana? Jangan simpan cemasnya, tapi curhatlah dengan papa dan para sahabat. Dengan mengeluarkan kecemasan, maka akan ada ‘tempat’ untuk emosi lebih sehat yang muncul, misalnya bisa merasa lega dan tenang. Mama juga perlu lebih fokus pada hal-hal positif, contohnya lebih baik memikirkan betapa bahagianya sebentar lagi akan bertemu dengan si kecil, betapa luar biasanya karunia memiliki si kecil sementara ada begitu banyak orang yang masih berharap memiliki anak tapi kesulitan, juga meyakinkan diri bahwa apapun yang terjadi akan sesuai kehendak-Nya. Cobalah lebih banyak bersyukur dan berserah kepada-Nya, bukankah Ia yang paling tahu segalanya?

      Jika Mama betul mengalami kesulitan menjadi lebih tenang, maka segeralah berkonsultasi dengan psikolog atau pemuka agama. Psikolog akan membantu untuk mengurangi level kecemasan Mama, pemuka agama akan membantu berdoa sesuai keyakinan Mama sehingga Mama bisa lebih kuat menjalani semuanya. Ayo Ma, pasrahkan segalanya pada Tuhan. Ingat, apapun yang terjadi, hanya Dia-lah yang bisa menentukan. Selamat berpasrah, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • sri lestari
    sri lestari
    Slamat siang bu,bagaimana mengatasi rasa cemas menjelang persalinan karna trauma persalinan pertama yg induksi 24jam tdk berhasil kmdian sesar,trima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Sri, mohon maaf ya baru terjawab malam ini.

      Ma, apabila masih memiliki berbagai trauma yang belum tersembuhkan sejak proses persalinan yang lalu, terus terang Mama beresiko mengalami level kecemasan yang tinggi dalam proses persalinan berikutnya. Yang dapat terjadi adalah detak jantung dan tekanan darah meningkat, yang tentunya dapat meningkatkan resiko bagi si kecil, pernapasan juga menjadi lebih pendek dan terasa lebih sesak sehingga lebih sulit mengejan. Mama juga cenderung lebih sulit berpikir dan berkonsentrasi sehingga kadang jadi lebih kesulitan mengikuti instruksi dokter.

      Bagaimana kalau Mama membuat janji dulu dengan psikolog untuk mengurangi trauma yang lalu? Psikolog akan membantu dengan berbagai teknik agar Mama menjadi lebih mampu mengatasi trauma, juga membuat Mama lebih berdaya dalam menjalani proses persalinan berikutnya. Mama juga perlu belajar teknik relaksasi agar lebih tenang ketika menghadapi hal-hal yang dianggap menakutkan. Semoga menjawab, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Bey Sari
    Bey Sari
    selamat siang dok. ini kehamilan anak ke 2 saya, bagaimana cara mengatasi kecemasan saat melahirkan ya dok?? masalahnya saat melahirkan anak saya yang pertama saya sempat pingsan karena hanya melihat jarum suntik saya takut dan langsung dilarikan kerumah sakit.
    2. Kenapa ya dok sekarang di bagian maaf *kelamin saya sering pegal dan agak membengkak padahal dlu tidak pernah begitu. apa masih bisa berhubungan dengan suami dok?
    Terima kasih sebelumnya dok.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Bey Sari, terimakasih ya sudah mengikuti live chat. Mohon maaf karena baru malam terbalas karena banyaknya pertanyaan yang masuk. Saya psikolog, bukan dokter, jadi saya akan menjawab secara psikologis ya.

      Ma, kalau masih terlalu cemas melihat jarum suntik, agaknya Mama perlu belajar teknik relaksasi deh. Mama perlu sekali belajar menenangkan diri untuk melihat suntik dan alat-alat lain yang akan digunakan dalam proses persalinan. Mama dapat belajar teknik relaksasi misalnya dari kelas yoga prenatal atau berkonsultasi dengan bidan atau dokter.

      Jika Mama berkonsultasi dengan psikolog, maka ada beberapa jenis teknik yang diajarkan. Selain relaksasi, ada pula yang dinamakan desensitisasi, yaitu membuat Mama tak terlalu sensitif atau terlalu takut terhadap beberapa kondisi persalinan. Ada pula berbagai teknik lain untuk meredakan kecemasan.

      Di luar itu tentunya Mama perlu lebih menikmati proses persalinan ini sebagai jalan untuk menghadirkan si kecil ke dunia. Bukankah indah sekali bahwa Mama adalah satu-satunya orang yang ia butuhkan untuk menghadirkannya di dunia ini?

      Mengenai pegal dan membengkaknya kelamin, coba diperiksakan ke bidan atau dokter kandungan ya, Ma. Semoga menjawab. 

    • Bey Sari
      Bey Sari
      Terima kasih untuk sarannya Mama Anna.
    • Live Chat sudah selesai.

  • Sulis Setiyowati
    Sulis Setiyowati
    Ma,semakin dekat hari perrsalinan saya semakin mencemaskan kesehatan janin saya,menurut teman saya lebih baik mempraktekkan hypnobirthing,mohon saran dan solusinya Ma
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Sulis Cupzt, mohon maaf ya baru malam pertanyaannya terjawab.

      Ma, memang hypnobirth adalah salah satu teknik persalinan yang mengurangi kecemasan. Metode ini tak bisa dijalani dengan instan, namun harus dipersiapkan dulu beberapa bulan sebelumnya, untuk dapat ‘memprogram’ konsep kita tentang rasa sakit. Persiapan lain yang perlu dilakukan adalah mempelajari teknik-tekniknya, contohnya belajar melakukan teknik afirmasi positif dan teknik visualisasi. Mama akan diajari cara membuat kalimat afirmasi yang menenangkan diri, misalnya ‘melahirkan dengan nyaman’ dan bukan ‘melahirkan tanpa sakit’, juga belajar memvisualisasikan kelahiran bayi misalnya dengan membayangkan mawar yang sedikit demi sedikit merekah untuk memberi jalan buat kelahiran bayi. Sebelum menjalani metode ini, sudah tentu Mama tetap perlu berkonsultasi kepada dokter obgin agar memastikan bahwa Mama memang betul bisa melakukan metode ini. Jangan sampai ternyata ada penghambatnya, misalnya panggul Mama terlalu kecil sehingga bayi tak bisa lewat. Semoga menjawab ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • lita rahmalani
    lita rahmalani
    Selamat siang dokter.... Usia kehamilan saya memasuki 34 minggu..... Semakin dekat hari persalinan, saya semakin cemas. Bagaimana mengatasi hal tersebut...??? Krna saat ini nafsu makan saya pun berkurang tidak seperti trimester kedua.....adakah makanan atau kegiatan yg bisa mengalihkan fikiran negative yg menimbulkan kecemasan dok?? Terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Lita, terimakasih ya sudah mengikuti live chat ini. Mohon maaf karena baru terjawab malam hari.

      Pada dasarnya Ma, kalau pikiran kita hanya terfokus pada satu hal saja, maka kita akan semakin cemas. Demikian pula dengan bersalin, kalau dalam keseharian kita hanya memikirkan kehamilan saja, semua kegiatan kita dikaitkan dengan kehamilan semata, maka kecemasan kita akan semakin tinggi. Oleh karena itu perlu sekali untuk mengalihkan pikiran kita ke hal-hal lain. Carilah kegiatan yang boleh dilakukan dan memang menyenangkan. Contohnya, Mama bisa menikmati kehamilan dengan memotret diri yang sedang berubah bentuk dalam berbagai pose. Mama juga bisa mengikuti pijat hamil atau senam hamil, yang tentunya eksklusif untuk mama hamil saja. Jika Mama mau, boleh lho menjalani babymoon, yaitu berlibur sebelum waktu melahirkan tiba. Jangan cari tempat yang terlalu jauh, bisa saja sekadar menginap di hotel di kota yang sama, adanya variasi tempat bisa membuat kita rileks. Boleh lho Mama menjalani hobi yang memang aman, contohnya kalau punya hobi merajut atau menulis cerpen, tentu boleh dilanjutkan.

      Makanan dan minuman, selama itu diperbolehkan dokter, tentunya aman saja. Perbanyak sayur dan buah deh, juga air putih. Tak hanya memberikan asupan yang dibutuhkan tubuh, buah dan sayur juga cenderung menenangkan dan mengurangi kecemasan.

      Di luar itu, tentunya Mama tetap perlu berkonsultasi dengan dokter, dan mengungkapkan segala hal yang menimbulkan kekhawatiran. Mama juga perlu curhat dengan papa dan para sahabat, janganlah menyimpan sendiri segala kecemasan karena justru dapat mengganggu. Perbanyak berserah kepada-Nya ya, Dia-lah yang paling mampu mengurangi kecemasan. Selamat menenangkan diri, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Betty Yuliani Silalahi
    Betty Yuliani Silalahi
    Selamat siang Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Saya Hamil pertama dengan Operasi Ceasar, tindakan Ceasar ini atas saran Dokter Kandungan saya, dikarenakan detak Jantung Bayi yang meningkat di dalam perut saya, saat direkam jantung, air ketuban sudah berkurang dan belum adanya pembukaan dan rasa mules atau nyeri. Alhasil, saya melahirkan dengan Operasi Ceasar. Walau Ceasar, tetap ada rasa cemas, khawatir, deg-degan yang saya rasakan. Apalagi saat malamnya direkam jantung bayi, sebelah ruangan rekam jantung, adalah ruangan tempat melahirkan secara Normal (setelah hasil rekam jantung Bayi diperoleh, barulah Dokter memutuskan besok pagi dilakukan operasi Ceasar). Saya mendengar teriakan Ibu yang melahirkan, bertambahlah rasa cemas dan khawatir saya, pikiran sudah tak karuan memikirkan hal yang aneh-aneh. Rencananya Anak kedua, saya ingin melahirkan secara Normal, jika Ceasar lagipun tak apa-apa.
    Yang menjadi Pertanyaan saya Dok :
    1. Bagaimana caranya dapat menghadapi dan melewati Persalinan dengan suasana yang jauh dari Kecemasan?
    2. Saya pernah membaca Artikel dan mendengar tentang HypnoBirth. Apakah memang dengan mengikuti Program Terapy HypnoBirth(maaf kalau saya salah menyebutkan istilahnya) seorang Ibu yang akan melakukan persalinan dapat melalui proses Persalinan dengan lancar dan dapat meminimalisir rasa Cemas serta rasa sakitnya? Jika memang berhasil dengan program HypnoBirth, dari kapan waktu yang tepat untuk melakukan Program ini agar dapat mengatasi rasa cemas dalam menghadapi Persalinan?
    3. Apa yang dimaksud dengan HypnoBirth? Bagaimana mekanismenya?
    4. Apakah melahirkan dengan Metode WaterBirth, dapat mengurangi rasa Cemas dalam penghadapi persalinan?

    Terimakasih sebelumnya Mama Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.

    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Betty, terimakasih ya sudah ikut live chat. Mohon maaf baru malam mendapatkan jawaban, karena banyaknya pertanyaan yang masuk. Saya psikolog, bukan dokter, jadi saya akan menjawab secara psikologis ya. Berikut ini jawaban saya.

      Pada dasarnya kecemasan tetap dibutuhkan, walaupun tentunya dalam level rendah atau sedang saja, karena kecemasan membuat kita lebih siaga terhadap hal-hal yang perlu diwaspadai. Walaupun demikian, karena kecemasan tinggi justru dapat merugikan, Mama perlu lebih banyak pengetahuan untuk proses persalinan sehingga bisa mengantisipasi berbagai masalah, dan perlu mampu melakukan teknik relaksasi sehingga dapat menenangkan diri ketika mengalami masalah.

      Betul Ma, proses melahirkan hypnobirth memang meminimalisir rasa cemas, dan pada akhirnya dapat mengurangi rasa sakit. Untuk dapat mengikuti persalinan jenis ini, beberapa bulan sebelum tiba waktunya melahirkan, Mama perlu berkonsultasi dengan ahli hypnobirth, sehingga dapat diajarkan beberapa teknik misalnya teknik afirmasi positif dan teknik visualisasi. Contohnya Mama belajar membuat kalimat afirmasi ‘melahirkan dengan nyaman’ bukan ‘tidak sakit’, atau dapat memvisualisasikan saat bayi sudah hadir di pangkuan sehingga mengalihkan pikiran dari rasa sakit menjadi rasa bahagia. Rasa cemas bukannya hilang pada saat melahirkan, namun dapat dialihkan menjadi energi yang lebih produktif untuk melahirkan, dan ini perlu dilatih dulu sebelum betul-betul bersalin. Tentu saja Mama tetap perlu berkonsultasi dengan dokter obgin, agar dipastikan Mama memang mungkin menjalani teknik persalinan ini.

      Melahirkan dengan teknik Waterbirth juga cenderung mengurangi rasa cemas, karena Mama lebih santai dengan air hangat yang melancarkan sirkulasi darah dan membuat nyaman. Metode ini juga dipercaya aman dan nyaman buat si kecil, yang dalam kesehariannya memang ‘berenang’ di dalam air ketuban. Walaupun demikian, sama seperti pada hypnobirth, Mama tetap perlu berkonsultasi dengan dokter obgin agar dipastikan Mama memang bisa melahirkan dengan teknik ini. Jangan sampai ternyata ada penghambatnya, contohnya jika ukuran panggul terlalu kecil sehingga kepala bayi sulit lewat.

      Apapun teknik persalinan yang dipilih, pada dasarnya semua memiliki plus-minusnya. Jadi jangan hanya percaya saja pada kata orang, namun tetap perlu membaca lebih banyak informasi tentang teknik tersebut, juga perlu berkonsultasi untuk menentukan teknik yang paling sesuai. Jangan lupa siapkan dananya untuk menjalani proses persalinan yang diharapkan. Semoga menjawab ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mujiati
    Mujiati
    selamat siang mama
    yang ingin saya ketahui
    1 Selain berpikir positif persiapan khusus apa yg perlu dilakukan menjelang persalinan?
    2. Perlukah nutrusi tambahan menjelang persalinan?
    3. Olah raga ringan apa yg boleh dilakukan menjelang persalinan?
    4. makan dan minuman apa yang harus dikonsumsi dan dihindari menjelang persalinan?
    5. benarkah menjelang persalinan dilarang memakai pershiasan emas?
    6. benarkah menjelang persalinan sudah tidak perlu mengkonsumsi susu hamil?
    7. banarkah berhubungan dg suami dapat memperlancar persalinan?
    sekian terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Mujie, terimakasih ya sudah mengikuti live chat ini. Mohon maaf baru malam pertanyaannya terbalas. Berikut ini satu per satu ya.

      Persiapan sebelum bersalin terdiri dari persiapan material dan mental. Persiapan material adalah menyiapkan barang-barang yang perlu dibawa, mencakup barang Mama dan si kecil, juga tentunya persiapan dana melahirkan. Persiapan mental adalah mengetahui seluk-beluk proses persalinan, juga mengantisipasi apapun yang mungkin terjadi, berdasarkan konsultasi dengan dokter kandungan Mama.

      Soal nutrisi tambahan, makanan dan minuman, serta susu hamil, silahkan ditanyakan kepada dokter kandungan. Saya psikolog nih, Ma. Demikian pula olahraga ringan bisa langsung dikonsultasikan. Sejauh yang saya tahu, biasanya yang disarankan adalah jalan kaki dan berenang.

      Setahu saya tak ada hubungan antara memakai perhiasan emas dengan persalinan. Hanya saja, jika Mama menggunakan perhiasan ketika bersalin, kadang mengganggu Mama sendiri. Contohnya, Mama bisa tercekik kalung jika kalung terkait sesuatu. Selain itu, jika perhiasan dilepas sembarangan, beresiko hilang kan. Bukankah ketika kita sedang kesakitan, kadang kita kurang menyadari perilaku kita?

      Berhubungan badan dengan suami memang betul dapat memperlancar persalinan karena zat yang terkandung dalam sperma dapat merangsang rahim untuk berkontraksi. Di luar itu tentunya Mama juga perlu melakukan olahraga ringan yang disarankan agar tubuh lebih sehat dan lebih siap menjalani proses persalinan. Semoga menjawab, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • melissa precilia tessal
    melissa precilia tessal
    Siang dr.Anna pas hamil anak 1 saya melahirkan di uk 39 minggu. Pembukaan 1 hingga ke 2 terjadi selama 24 jam, dr pembukaan 2 ga maju2 dr. Karena saya melahirkan di bidan , jd perawat tdk bs d panggil aplg tengah malam. Hingga saya mengedan sendiri puji Tuhan 3 jam setelah itu kepala bayi sdh kelihatan sekarang saya hamil 29 minggu, selisih 3 bln dr kelahiran. Yg ingin saya tanyakan apa yg mesti saya lakukan agar proses persalinan saya bisa lancar, apa stres bisa menyebabkan pembukaan tdk maju2 dr? Saya pgn melahirkan secara normal, punya asma terkendali jg dr. Trims
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Lissa, saya psikolog nih bukan dokter, jadi saya fokus menjawab pertanyaan psikologis ya.

      Proses persalinan anak pertama kadang memang lama sekali, karena belum pernah ada bayi yang melewati jalan lahir. Tak berarti proses melahirkan anak kedua akan sama lamanya, biasanya lebih cepat, walaupun tentunya masing-masing kondisi bisa berbeda.

      Supaya proses persalinan berjalan lebih baik, Mama harus menjaga kesehatan diri dan janin. Pastikan hanya mengasup makanan dan minuman yang menyehatkan. Mama juga perlu mengatur waktu istirahat, juga perlu berolahraga. Biasanya olahraga yang disarankan untuk mama hamil adalah jalan kaki dan berenang. Ajak saja si kakak ikut berolahraga, jadi iapun ikut sehat, plus punya waktu berkualitas dengan Mama. Ikuti pula senam hamil, untuk mengingatkan diri sendiri tentang teknik mengejan ataupun agar mendapat berbagai informasi terbaru seputar proses persalinan.

      Jangan lupa untuk tetap kontrol ke bidan atau dokter, agar kondisi kehamilan dapat terus dipantau. Selain itu, jika sampai ada kondisi yang harus diwaspadai, maka bidan atau dokter bisa segera mengantisipasi agar tak sampai ada kejadian tak diinginkan. Selalu ingat untuk berserah kepada-Nya ya, Ma, agar segalanya berjalan sesuai dengan kehendak-Nya. 

    • Live Chat sudah selesai.