Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Nadia Mulya

Atasi Masalah Kulit Yang Muncul Dengan Menjaga Asupan Nutrisi

Nadia Mulya Ahli Seputar Gaya Hidup Mama Hamil
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Nadia Mulya. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Alya rahmawati
    Alya rahmawati
    selamat sore mama Nadia

    saya mau tanya, kenapa setiap kali saya hamil wajah saya malah jadi berjerawat dan kusam. padahal selama hamil saya lebih sering mandi karna gerah.

    saya kurang paham dg kulit, apakah itu normal, kering atau berminyak, bagaimana cara saya menghilangkan jerawat saya ya ma? apakah boleh selama hamil menggunakan obat/krim jerawat? terimakasih atas jawabannya
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Alya Rahmawati,



      Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan.



      Yang Mama alami, wajah berjerawat dan kusam padahal sering mandi, karena produksi minyak (sebum) yang berlebih. Ini diakibatkan oleh hormon kehamilan dan dapat diperparah oleh berbagai faktor. Artinya kulit Mama menjadi berminyak.

      Jangan khawatir Ma, usai melahirkan akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun.



      Mama harus tahan diri ya, jangan dipencet dan jangan nekat membeli obat jerawat over-the-counter tanpa berkonsultasi ke dokter kulit, karena banyak yang tidak terbukti aman untuk kehamilan. Selain itu kehamilan berarti kulit akan bereaksi secara berbeda. Paling benar, konsultasi ke dokter kulit supaya iritasi tidak berkepanjangan dan ia bisa memberikan obat yang aman untuk calon Mama.



      Ada Mama yang memilih solusi alamiah yang aman seperti memberi odol atau lemon (bersifat astringent untuk membersihkan/mengeringkan), atau menunggu hingga “wabah” jerawat mereda seiring hormon kembali normal.



      Hindari juga sinar matahari langsung.



      Nah untuk mengurangi dampaknya, yang dapat Mama lakukan adalah menjaga kebersihan dan kekeringan kulit dengan sering mencuci muka dengan air dingin atau suam kuku (air hangat/panas meningkatkan produksi minyak), langsung tepuk-tepuk dengan handuk, beri toner, kemudian beri pelembab. Lakukan beberapa kali dalam sehari agar minyak tidak sempat “berkolaborasi” dengan kuman untuk kemudian menjadi jerawat.



      Selain itu lakukan scrub seminggu sekali untuk mengangkat sel kulit mati sehingga pori-pori tidak tersumbat.



      Seoga terjawab ya Ma. Selamat Hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Ainun Nadhifah
    Ainun Nadhifah
    Halo mama Nadya,

    Saya memiliki tipe kulit kering. Apalagi seelah pindah ke daerah yang dingin, kulit saya semakin sensitif. Sekarang saya sedang mengandung, makn banyak permasalahan kulit terutama yang namanya gatal-gatal (apalagi ibu hamil, tiap malam suka keringetan jadi tidak tahan dengan gatalnya). Padahal kalau sedang hamil sebisa mungkin tidak digaruk. Bagaimana untuk meminimalkan keluhan saya ini ya, Mam? Apa saya perlu minum vitamin khusus kulit? Atau Adakah asupan/makanan khusus untuk mengatasi agar sensitifitas kulit saya berkurang? Terima kasih.
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Ainun Nadhifah



      Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan. Permasalahan kulit yang terjadi saat hamil, yang dibagi ke fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).



      Untuk perubahan fisiologis, jamak terjadi pada para Mama. Hanya saja kadarnya tergantung berbagai faktor. Seperti perubahan pigmen, perubahan struktur kulit dan jerawat.



      Perubahan Pigmen atau warna kulit disebut juga dengan hiperpigmentasi, yang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau pada area tertentu saja (ketiak, selangkangan atau puting. Bisa juga terjadi pada wajah, utamanya pipi, yang dikenal dengan istilah melasma atau topeng kehamilan). Pencetusnya adalah hormon progesteron dan estrogen sebagai hormon yang menstimulasi melanosit, sel yang menghasilkan pigmen atau warna. Hiperpigmentasi tidak menimpa semua Mama, dan bukanlah pertanda sedang hamil perempuan atau lelaki. Tetapi satu perubahan warna yang pasti dialami oleh semua Mama hamil yakni Linea Nigra atau garis hitam dari bawah pusar hingga tulang kemaluan.



      Jangan khawatir, semua hiperpigmentasi akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun.



      Bagi Mama yang awalnya kering, kondisi udara yang dingin dan faktor kehamilan tentu memperparah kulit yang kering. Kehamilan juga seringakali membuat kulit lebih sensitif bahkan mendadak alergi terhadap hal-hal tertentu.



      Tidak perlu minum vitamin khusus kulit, cukup makanan bernutrisi layaknya saat belum hamil, tambahkan saja air putih dan buah/sayur berserat. Hindari juga makanan yang diduga membuat kulit Mama terasa makin sensitif (seperti kacang, tomat, seafood, gluten, strawbery).



      Kondisi kering juga memperparah, apalagi AC. Banyak minum air saja tidak cukup, harus dibantu dengan pelembab dari luar. Secara berkala, pijatlah losion ke perut. Hindari baju yang membuat gatal dan juga deterjen/pelembut dengan wangi yang terlalu kuat yang dapat membuat semakin gatal. Kalau perlu kenakan kaos dalam katun yang melindungi kulit dari bahan lain dan menyerap keringat.



      Semoga menjawab ya Ma. Dan selamat hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Siti Zariatun
    Siti Zariatun
    Selamat siang mama Nadia Mulya :) ,Selamat hari kartini ya mam... ,Saya mau tanya 1.Kulit saya kering dan berminyak ,Apakah janin saya akan mewarisi tipe kulit saya? ,2.Apakah ibu hamil aman memakai kosmetik? dan dampaknya apa? ,3.Bagaimana cara merawat kulit tetap sehat selama kehamilan? ,4.Pada puting susu saya muncul bintik-bintik hitam apakah itu perubahan hormon? dan bagaimana cara menghilangkanya bintik* hitam pada kulit puting susu saya? ,5.Pada bagian kulit perut saya muncul garis-garis di tengah perut itu garis apa ya? Dan bagaimana cara menghilangkannya? 6.pada bagian perut saya mengalami gatal-gatal dan bagaimana cara mengatasinya? 7.Asupan nutrisi apa agar kulit ibu hamil sehat?



    Itu saja mama Nadia Mulya pertanyaan dari saya sebelumnya makasih banyak buat Lactamil.
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Siti Zariatun,

      Langsung aku jawab ya,

      1. Kondisi kulit adalah salah satu hal yang akan diwarisi kepada anak (genetik). Seperti warna kulit, kondisi kulit yang kering dan berminyak juga kemungkinan besar akan mirip antara orang tua dengan anak.

      2. Mama hamil tetap boleh dandan. Namun ingat bahwa kondisi kulit berubah. Ada yang menjadi sensitif, ada yang berminyak.

      Sebaiknya, hindari penggunaan foundation yang dapat membuat kulit berminyak lebih oily dan merangsang tumbuhnya jerawat. Gunakan bedak padat.

      Gunakan eye shadow dan blush on dalam bentuk bubuk dan bukan krim. Dan usai acara, segera bersihkan make up. Selain itu, seminggu sekali lakukan scrubbing agar sel kulit mati terangkat dan tidak menyumbat pori-pori.

      Hati-hati memilih kosmetika dan perawatan kulit. Selain melihat kandungannya, indikasi yang paling sederhana adalah krim yang menjanjikan bisa memutihkan kulit dalam waktu singkat. Bila iya, besar kemungkinan mengandung merkuri, yang penggunaannya sudah dilarang karena berbahaya bagi tubuh. Bisa mengakibatkan kerusakan pada ginjal, liver, dan pada Mama hamil bisa mengakibatkan cacat janin.

      Kulit terlihat kinclong sementara, namun pada jangka panjang akan rusak. Apalagi pada kulit hamil yang lebih sensitif.

      Waspadai juga kosmetika dalam kemasanan palsu atau isi ulang, yang dijual di pasar, pinggir jalan, atau bahkan online. Dikhawatirkan isinya bukan lagi dari merek ternama yang sudah lulus pengujian BPOM, tetapi isinya juga adalah racun yang bisa mencemari Mama dan janin. Belilah kosmetika di tempat yang terpercaya.

      3. Cara merawat kulit tetap sehat selama kehamilan adalah menjaga kebersihan dan kekeringannya, hindari sinar matahari langsung, jangan sembarang menggunakan kosmetika/perawatan kulit.

      4. Bintik-bintik hitam pada puting adalah “Montgomerry glands” yang berfungsi untuk menjaga area sekitar puting tetap lembab, terhindar dari lecet dan terlindungi.

      Ya, memang dipengaruhi hormon sebagai bagian dari tubuh untuk mempersiapkan proses menyusui. Bintik tersebut akan hilang usai menyusui dan hormon kembali ke semula.

      5. Garis hitam pada kulit perut adalah perubahan pigmen atau warna kulit yang disebut juga dengan hiperpigmentasi, yang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau pada area tertentu saja (ketiak, selangkangan atau puting. Bisa juga terjadi pada wajah, utamanya pipi, yang dikenal dengan istilah melasma atau topeng kehamilan). Pencetusnya adalah hormon progesteron dan estrogen sebagai hormon yang menstimulasi melanosit, sel yang menghasilkan pigmen atau warna. Hiperpigmentasi tidak menimpa semua Mama, dan bukanlah pertanda sedang hamil perempuan atau lelaki. Tetapi satu perubahan warna yang pasti dialami oleh semua Mama hamil yakni Linea Nigra atau garis hitam dari bawah pusar hingga tulang kemaluan.

      Jangan khawatir, semua hiperpigmentasi akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun.

      6. Gatal-gatal pada perut diakibatkan karena kulit yang kering. Kulit menjadi melar sehingga elastisitas berkurang dan menjadi kering dan gatal. Hati-hati, jangan digaruk. Bila lecet akan meninggalkan bekas/guratan bernama stretchmarks.

      Stretchmarks adalah perubahan fisiologis yang berkaitan dengan perubahan struktur kulit. Guratan ini biasa terjadi pada area dimana kulit paling meregang, seperti perut, paha, payudara dan bokong. Sayangnya stretchmarks tidak dapat dihilangkan karena bersifat cacat pada kulit, tapi dapat diminimalisir dengan menjaga kenaikan berat badan dan sering memijat area tersebut dengan losion yang melembabkan. Jenis losion yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, tergantung selera. Bagi yang kulitnya sensitif, gunakan yang berbahan dasar alami, tidak menggunakan pewangi buatan atau yang memang diformulasikan khusus untuk Mama hamil. Losion yang mengaku bisa memutihkan berbahaya ya Ma. Nanti malah terjadi reaksi atau iritasi yang membuat kondisi kulit semakin parah. Fungsi losion itu untuk mempermudah pemijatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pijatanlah yang dapat membuat kulit lebih elastis dan menghindari pecah. Jadi luangkan waktu sekitar lima menit setiap habis mandi untuk memijat perut dengan gerakan memutar. Pijatlah perut hingga terasa sensasi hangat.

      7. Nutrisi untuk kesehatan kulit sama saja dengan saat tidak hamil, yaitu banyak air putih dan banyak serat. Namun karena hamil, Mama beresiko menjadi lebih sensitif terhadap alergan seperti kacang-kacangan, tomat, seafood, dan makanan lain yang mungkin berbeda bagi setiap orang (misal mendadak gatal-gatal karena makan strawberry.) Untuk itu, perlu dipastikan dulu apa faktor pencetus dan hindari.

      Semoga terjawab ya Ma, dan selamat hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Desi lestari
    Desi lestari
    Siang mam...



    Mau tanya,Asupan nutrisi seperti apa mam yg baik untuk bumil...?

    Seblm hamil klo digigit nyamuk g kenapa2,tp selama hamil klo digigit nyamuk kulit langsung mengoreng dan menjadi membekas hitam tp apa itu kurang asupan nutrisi atau bawaan sang cabang bayi mam,bagai mana y mam cara yg baik untuk mencegahnya dan mengobatinya?

    Apa ledes dipaha juga termasuk kurang nutrisi mam karna selama hamil sering banget ledes dibagian selangkangan atau itu karna kecapean ja mam...?



    Mohon pencerahannya y mam trims
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Desi Lestari,

      Nutrisi untuk kesehatan kulit sama saja dengan saat tidak hamil, yaitu banyak air putih dan banyak serat. Namun karena hamil, Mama beresiko menjadi lebih sensitif terhadap alergan seperti kacang-kacangan, tomat, seafood, dan makanan lain yang mungkin berbeda bagi setiap orang (misal mendadak gatal-gatal karena makan strawberry.) Untuk itu, perlu dipastikan dulu apa faktor pencetus dan hindari.

      Pertanyaan Mama tentang gigitan nyamuk sama seperti pertanyaan Mama Nina Juliati.

      Kulit saat hamil berubah kondisinya karena perubahan hormon, meningkatnya volume darah sehingga pembuluh darah melebar, dan kenaikan berat badan yang berlebih sehingga terjadi perubahan kolagen yang akhirnya memicu perubahan imunitas. Itulah mengapa penting menjaga kenaikan berat badan pada kehamilan dan kesehatan secara keseluruhan.

      Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan. Permasalahan kulit yang terjadi saat hamil, yang dibagi ke fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).

      Yang Mama alami, kulit yang gatal akibat gigitan serangga diakibatkan karena tubuh mendadak menjadi sensitif dan alergi terhadap serangga. Bukan bawaan bayi atau karena kurang nutrisi.

      Sayangnya, perubahan fisiologis ini termasuk proses normal. Jadi tidak bisa Mama rubah, tetapi hanya dihindari. “Alergi dadakan” ini akan hilang seiring dengan kondisi hormon kembali stabil sekitar 2-6 bulan usai melahirkan.

      Sementara itu, gunakan baju lengan panjang di tempat yang banyak nyamuk/serangga, gunakan losion (yang aman untuk Mama hamil) misal diluted (diencerkan) essential oil yang mengandung lavender untuk menangkal nyamuk, atau gunakan wangi-wangian di tumah atau pel yang mengandung sereh.

      Bila terlanjur digigit, jangan digaruk, terus dijaga kebersihannya, begitu pecah berikan antiseptik.

      Ledes yang dimaksud adalah lecet ya Ma? Kalau lecet, diakibatkan karena tubuh yang membesar sehingga saling bergesekan. Lecet biasa terjadi di area selangkangan dan ketiak. Jadi bukan karena kekurangan nutrisi Ma, justru “kelebihan” atau kenaikan berat badan berlebih. Jadi dapat dihindari dengan mengenakan baju (terutama pakaian dalam) yang longgar dan menyerap keringat. Jaga kebersihan dan kekeringan selangkangan juga. Setiap dibasuh dengan air, keringkan hingga benar-benar kering. Bila sering berkeringat, gantilah celana dalam, karena bisa-bisa menimbulkan masalah lain seperti jamur atau infeksi kulit.

      Semoga terjawab ya Ma, dan selamat hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • winda aisyah
    winda aisyah
    selamat siang....

    bunda saya mau tanya...

    saya sejak hamil ini mengalami gatal2 tdk hanya d perut tp jg d punggung dan bagian badannya...saya tdk terlalu suka makan ikan....anehnya saya gatal2 itu hanya malam hari saja...siang hari tdk.

    utk perut saya yg sedang hamil saya olesi baby oil itu apakah sdh tepat utk mencegah strechmark sesudah melahirkan ?

    atau ada saran lain utk pencegahan strechmark ?

    terimakasih
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Winda Aisyah,

      Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan. Permasalahan kulit yang terjadi saat hamil, yang dibagi ke fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).

      Untuk perubahan fisiologis, jamak terjadi pada para Mama. Hanya saja kadarnya tergantung berbagai faktor. Seperti perubahan pigmen, perubahan struktur kulit dan jerawat.

      Yang Mama alami adalah gatal-gatal yang dicetus oleh sesuatu (makanya hanya terjadi pada malam hari). Bila sangat mengganggu, coba Mama cari tahu faktor pencetusnya: apakah AC di kamar Mama terlampau dingin? Mungkin Mama tidak cocok dengan deterjen/pelembut yang digunakan pada sprei?

      Selain itu, mandi tepat sebelum tidur sehingga tubuh Mama bersih, oleskan bedak di punggung (jangan lupa pijat perut dengan losion untuk mengurangi stretchmark) dan gunakan baju tidur dari katun yang longgar dan nyaman.

      Jangan khawatir, semua masalah kulit selama kehamilan akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun. Sementara waktu, jaga kebersihan dan kekeringan kulit, banyak minum air putih, berolahraga agar keringat membawa keluar toksin dari tubuh, dan hindari matahari siang.

      Stretchmarks adalah perubahan fisiologis yang berkaitan dengan perubahan struktur kulit. Guratan ini biasa terjadi pada area dimana kulit paling meregang, seperti perut, paha, payudara dan bokong. Sayangnya stretchmarks tidak dapat dihilangkan karena bersifat cacat pada kulit, tapi dapat diminimalisir dengan menjaga kenaikan berat badan dan sering memijat area tersebut dengan losion yang melembabkan. Jenis losion yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, tergantung selera. Bagi yang kulitnya sensitif, gunakan yang berbahan dasar alami, tidak menggunakan pewangi buatan atau yang memang diformulasikan khusus untuk Mama hamil. Losion yang mengaku bisa memutihkan berbahaya ya Ma. Nanti malah terjadi reaksi atau iritasi yang membuat kondisi kulit semakin parah. Fungsi losion itu untuk mempermudah pemijatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pijatanlah yang dapat membuat kulit lebih elastis dan menghindari pecah. Jadi luangkan waktu sekitar lima menit setiap habis mandi untuk memijat perut dengan gerakan memutar. Pijatlah perut hingga terasa sensasi hangat.

      Semoga terjawab ya Ma! Selamat Hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Nani Susanti
    Nani Susanti
    Siang Mama Nadia Mulya..

    Ma, saat hamil aku tidak mengalami stretch mark tapi stlh melahirkan malah timbul stretch mark & gatal di sekitar perut. Kadang ingin di olesi minyak untuk menghilangkan rasa gatalnya tapi aku takut berpengaruh dgn bekas luka caesar. Bagaimana cara untuk mengatasi hal tersebut, ma? Lalu berjerawat & alergi saat hamil apakah nti akan di alami juga pada anak ? (seperti faktor turunan)

    Terima kasih :)
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Nani Susanti,

      Stretchmarks adalah perubahan fisiologis yang berkaitan dengan perubahan struktur kulit. Guratan ini biasa terjadi pada area dimana kulit paling meregang, seperti perut, paha, payudara dan bokong. Sayangnya stretchmarks tidak dapat dihilangkan karena bersifat cacat pada kulit, tapi dapat diminimalisir dengan menjaga kenaikan berat badan dan sering memijat area tersebut dengan losion yang melembabkan. Jenis losion yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, tergantung selera. Bagi yang kulitnya sensitif, gunakan yang berbahan dasar alami, tidak menggunakan pewangi buatan atau yang memang diformulasikan khusus untuk Mama hamil. Losion yang mengaku bisa memutihkan berbahaya ya Ma. Nanti malah terjadi reaksi atau iritasi yang membuat kondisi kulit semakin parah. Fungsi losion itu untuk mempermudah pemijatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pijatanlah yang dapat membuat kulit lebih elastis dan menghindari pecah. Jadi luangkan waktu sekitar lima menit setiap habis mandi untuk memijat perut dengan gerakan memutar. Pijatlah perut hingga terasa sensasi hangat.

      Sebenarnya sedari hamil stretchmarks sudah ada, tetapi tidak tampak karena perut sedang besar-besarnya (ibarat balon). Saat “kempes” barulah tampak guratan-guratan tersebut, dan semakin tampak karena masih berwarna kegelapan (jangan khawatir, nanti warnanya akan berangsur memerah, memutih kemudian pudar)

      Tetap lakukan ini setelah melahirkan dan hindari jahitan caesar. Pegang kulit sekitar jahitan agar tidak bergerak saat tangan yang satu lagi memijat perut.

      Sementara untuk gatal, jaga kebersihan area perut. Kondisi kering juga memperparah, apalagi AC yang dingin dan kering di kantor. Air saja tidak cukup, harus dibantu dengan pelembab dari luar. Secara berkala, pijatlah losion ke perut. Hindari baju yang membuat gatal dan juga deterjen/pelembut dengan wangi yang terlalu kuat yang dapat membuat semakin gatal. Kalau perlu kenakan kaos dalam katun yang melindungi kulit dari bahan lain dan menyerap keringat.

      Orang tua yang alergi meningkatkan resiko anak menjadi alergi juga, tapi perlu diketahui apakah alergi yang dimaksud karena faktor kehamilan sementara (yang akan berangsur hilang) atau alergi sesungguhnya.

      Cara menghadapinya, berilah ASI terus kepada si kecil (karena dengan demikian juga menurunkan semua zat imun Mama) dan saat mendapatkan MPASI hindari makanan yang alergan seperti tomat, strawberry, kacang, telur, dan seafood. Perlahan saat berusia 1 tahun, cari tahu makanan apakah yang membuatnya alergi dengan tes provokasi-eliminasi. Bila sudah tahu sumber alergannya, dihindari.

      Semoga terjawab ya Ma. Selamat Hari Kartini.
    • Live Chat sudah selesai.

  • Swasti Ragasmara
    Swasti Ragasmara
    Selama hamil,wajah,perut,ketiak,leher menghitam,setelah melahirkan kulit masih saja menghitam,bagaimana cara agar kulit lebih cepat kembali seperti semula?
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Swasti Ragasmara,

      Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan. Permasalahan kulit yang terjadi saat hamil, yang dibagi ke fisiologis (normal) dan patologis (abnormal).

      Untuk perubahan fisiologis, jamak terjadi pada para Mama. Hanya saja kadarnya tergantung berbagai faktor. Seperti perubahan pigmen, perubahan struktur kulit dan jerawat.

      Perubahan Pigmen atau warna kulit disebut juga dengan hiperpigmentasi, yang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau pada area tertentu saja (ketiak, selangkangan atau puting. Bisa juga terjadi pada wajah, utamanya pipi, yang dikenal dengan istilah melasma atau topeng kehamilan). Pencetusnya adalah hormon progesteron dan estrogen sebagai hormon yang menstimulasi melanosit, sel yang menghasilkan pigmen atau warna. Hiperpigmentasi tidak menimpa semua Mama, dan bukanlah pertanda sedang hamil perempuan atau lelaki. Tetapi satu perubahan warna yang pasti dialami oleh semua Mama hamil yakni Linea Nigra atau garis hitam dari bawah pusar hingga tulang kemaluan.

      Jangan khawatir, semua hiperpigmentasi akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun. In the meantime, hindari matahari siang. Eh tapi butuh juga lho sinar matahari pagi untuk mengaktifkan vitamin D dalam tubuh dan mengurangi resiko janin nanti terkena kuning. Kalau begitu Mama harus rajin menggunakan sun block atau tabir surya. Pilihlah yang broad spectrum atau melindungi terhadap dua jenis gelombang yaitu UVA dan UVB.

      Semoga terjawab ya Ma, dan selamat hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Nena manik gardiana
    Nena manik gardiana
    Selamat siang mama Nadia Mulya,

    Semasa hamil,saya sering mengalami gatal di area perut yang saya atasi dengan mengelusnya perlahan dan mengoleskan baby oil ataupun minyak zaitun agar rasa gatal berkurang.Namun,saya pernah mengalami gatal2 hingga seluruh badan,muncul bercak merah dan terasa panas.Kulit saya termasuk 'kulit kentang' apabila digaruk sedikit saja langsung lecet.Selama hamil,saya tidak menggunakan body lotion karena saya merasa pusing dan mual apabila mencium bau wewangian.Kulit jadi terasa kering (karena saya juga bekerja si tuangan ber AC),leher dan (maaf) ketiak juga terlihat lebih hitam.

    -apakah itu berarti kulit saya kekurangan nutrisi,ma?

    -dan,apakah wajar apabila mengalami kondisi seperti saya ini selama hamil?

    Menu yang ada di tempat kerja saya cukup beragam,seperti sayur,ikan dan ayam juga beberapa jenis buah seperti pisang dan pepaya.

    -apakah dengan menu seperti di atas sudah bisa mengatasi masalah kulit yang saya alami,ma?

    -terlalu banyak mengkonsumsi ikan laut/sea food apakah dapat menyebabkan gatal2?atau ada faktor lain penyebab gatal?

    -dengan memperbanyak minum air putih,apakah sudah bisa mengatasi kulit kering,ma?terutama ketika berada diruangan yang berAC

    -nutrisi apa saja yang dibutuhkan ibu hamil agar tidak mengalami masalah kulit,juga sedang mual muntah yang menyebabkan malas mengkonsumsi makanan.agar kebutuhan nutrisinya terpenuhi dan terhindar dari berbagai masalah kulit yang kerap dialami ibu hamil?

    Terima kasih atas saran dan masukan dari mama Nadia Mulya :)
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Nena Manik Gardiana,

      Yang Mama lakukan sudah benar, yaitu menjaga kelembaban dengan mengoleskan baby oil ataupun minyak zaitun dan menghindar menggaruknya. Nah gatal-gatal tersebut bisa diakibatkan karena pelumasnya (baby oil/zaitun) belum terserap sempurna. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pijatanlah yang dapat membuat kulit lebih elastis dan menghindari pecah. Jadi tidak sekedar memberi losion, namun luangkan waktu sekitar lima menit setiap habis mandi untuk memijat perut dengan gerakan memutar. Pijatlah perut hingga terasa sensasi hangat dan terserap sempurna.

      Bila masih gatal-gatal, coba ganti dengan produk lain. Kehamilan itu memang unik dan berbeda bagi setiap orang. Ada merek tertentu yang selama ini cocok, eh mendadak membuat gatal.

      Kondisi kering juga memperparah, apalagi AC yang dingin dan kering di kantor. Air saja tidak cukup, harus dibantu dengan pelembab dari luar. Secara berkala, pijatlah losion ke perut. Hindari baju yang membuat gatal dan juga deterjen/pelembut dengan wangi yang terlalu kuat yang dapat membuat semakin gatal. Kalau perlu kenakan kaos dalam katun yang melindungi kulit dari bahan lain dan menyerap keringat.

      Kulit yang menghitam adalah bagian dari permasalahan kulit fisiologis (normal) yang tergolong hiperpigmentasi.

      Perubahan Pigmen atau warna kulit disebut juga dengan hiperpigmentasi, yang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau pada area tertentu saja (ketiak, selangkangan atau puting. Bisa juga terjadi pada wajah, utamanya pipi, yang dikenal dengan istilah melasma atau topeng kehamilan). Pencetusnya adalah hormon progesteron dan estrogen sebagai hormon yang menstimulasi melanosit, sel yang menghasilkan pigmen atau warna. Hiperpigmentasi tidak menimpa semua Mama, dan bukanlah pertanda sedang hamil perempuan atau lelaki. Tetapi satu perubahan warna yang pasti dialami oleh semua Mama hamil yakni Linea Nigra atau garis hitam dari bawah pusar hingga tulang kemaluan.

      Jangan khawatir, semua hiperpigmentasi akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun. Sementara waktu, hindari matahari siang.

      Menu yang Mama makan sudah sangat baik, silakan ditambah air putih dan makanan berserat; contohnya buah apel, pir, semangka, yang kandungan airnya tinggi. Masalah kulit saat hamil bukan karena menu yang tidak baik atau kurang nutrisi, melainkan karena hamil, Mama beresiko menjadi lebih sensitif terhadap alergan seperti kacang-kacangan, tomat, seafood, dan makanan lain yang mungkin berbeda bagi setiap orang (misal mendadak gatal-gatal karena makan strawberry.) Untuk itu, perlu dipastikan dulu apa faktor pencetus dan hindari.

      Semoga terjawab ya Ma, dan selamat Hari Kartini!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Sri Dewi Teti Sari
    Sri Dewi Teti Sari
    Selamat siang Mama Nadia, saat hamil saya mengalami banyak masalah kulit yang membuat saya kurang percaya diri, yang saya ingin tanyakan 1. Bagaimana cara mengatasi berbagai masalah kulit yang terlanjur diderita oleh ibu hamil ?.. 2. Apakah leher yang menghitam pada ibu hamil diisebabkan oleh kekurangan nutrisi ?.. 3. Bagaimana dengan masalah kulit stretch mark, apakah akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan atau banyak mengkonsumsi makanan yang bernutrisi ?.. 4. Apakah berbahaya apabila kulit berjerawat di area perut ? Cara mengatasinya ?.. 5. Nutrisi-nutrisi apa saja yang harus dikonsumsi oleh ibu hamil yang kulitnya sensitif ?.. 6. Bagaimana cara mengatasi masalah kulit terkelupas pada ibu hamil yang mengalami pembengkakan pada kaki ?.. Terima kasih sukses selalu..
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Sri Dewi Teti Sari,

      Sabar ya Ma, masalah kulit itu menimpa hampir seluruh Mama hamil sebagai bagian dari

      1. Karena penyebabnya adalah hormon kehamilan, maka tidak dapat dicegah hanya diminimalisir dampaknya. Masalah kulit selama kehamilan sangat normal dan berbeda-beda pada setiap wanita, pada setiap kehamilan. Permasalahan kulit yang terjadi saat hamil, yang dibagi ke fisiologis (normal) dan patologis (abnormal). Untuk perubahan fisiologis, jamak terjadi pada para Mama. Hanya saja kadarnya tergantung berbagai faktor. Seperti perubahan pigmen, perubahan struktur kulit dan jerawat.

      Karena berkaitan dengan hormon kehamilan, maka akan hilang dengan sendirinya seiring hormon kembali normal. Sabar saja ya, kadang membutuhkan waktu berbulan-bulan hingga satu tahun. Sementara waktu, hindari matahari siang dan jaga kebersihan kulit.



      2. Leher yang menghitam pada Mama hamil adalah hiperpigmentasi, yang dapat terjadi pada seluruh tubuh atau pada area tertentu saja (ketiak, selangkangan atau puting. Bisa juga terjadi pada wajah, utamanya pipi, yang dikenal dengan istilah melasma atau topeng kehamilan). Pencetusnya adalah hormon progesteron dan estrogen sebagai hormon yang menstimulasi melanosit, sel yang menghasilkan pigmen atau warna. Hiperpigmentasi tidak menimpa semua Mama, dan bukanlah pertanda sedang hamil perempuan atau lelaki. Tetapi satu perubahan warna yang pasti dialami oleh semua Mama hamil yakni Linea Nigra atau garis hitam dari bawah pusar hingga tulang kemaluan.

      Jadi lagi-lagi disebabkan oleh hormon yang akan hilang dengan sendirinya dan bukan oleh kekurangan nutrisi.



      3. Stretchmarks adalah perubahan fisiologis yang berkaitan dengan perubahan struktur kulit. Guratan ini biasa terjadi pada area dimana kulit paling meregang, seperti perut, paha, payudara dan bokong. Sayangnya stretchmarks tidak dapat dihilangkan karena bersifat cacat pada kulit, tapi dapat diminimalisir dengan menjaga kenaikan berat badan dan sering memijat area tersebut dengan losion yang melembabkan. Jenis losion yang digunakan sebenarnya tidak terlalu berpengaruh, tergantung selera. Bagi yang kulitnya sensitif, gunakan yang berbahan dasar alami, tidak menggunakan pewangi buatan atau yang memang diformulasikan khusus untuk Mama hamil. Losion yang mengaku bisa memutihkan berbahaya ya Ma. Nanti malah terjadi reaksi atau iritasi yang membuat kondisi kulit semakin parah. Fungsi losion itu untuk mempermudah pemijatan. Sebuah penelitian membuktikan bahwa pijatanlah yang dapat membuat kulit lebih elastis dan menghindari pecah. Jadi luangkan waktu sekitar lima menit setiap habis mandi untuk memijat perut dengan gerakan memutar. Pijatlah perut hingga terasa sensasi hangat.



      4. Wah, aku jarang sekali mendengar ada jerawat di area perut, karena jerawat bisa timbul di kondisi lembab sementara perut Mama hamil pasti kering. Kemungkinan besar ini adalah rash atau reaksi dari kehamilan atau semacam keringat buntet, mungkin karena kenaikan berat badan dan kurang keluarnya keringat dari tubuh.

      Cara mengatasinya adalah dengan menjaga kekeringan dan kebersihan di area tersebut, namun tetap memastikan kulit perut lembab agar tidak kemudian pecah dan menjadi stretchmarks. Jadi usai mandi dengan air suam kuku, keringkan dengan handuk (jangan digosok), dan langsung berikan losion khusus Mama hamil untuk menjaga elastisitas (seperti minyak zaitun). Pijat hingga terasa hangat dan tidak lengket. Hindari area berjerawat, dan bila jerawat pecah/luka, segera berikan antiseptik.



      5. Mama hamil yang menjadi alergi (kulitnya mudah ruam bila konsumsi makanan tertentu) perlu memperlakukan kulitnya bak seseorang yang alergi, yaitu melakukan tes provokasi-eliminasi untuk mengetahui makanan apa saja yang menjadi pencetus reaksi alergi tersebut. Bisa jadi Mama menjadi lebih sensitif terhadap kacang-kacangan, gluten, tomat, seafood, dan makanan lain yang mungkin berbeda bagi setiap orang (misal mendadak gatal-gatal karena makan strawberry.)

      Selain menghindar makanan alergan tersebut, nutrisi untuk kesehatan kulit sama saja dengan saat tidak hamil, yaitu banyak air putih dan banyak serat.



      6. pertanyaan ini sama seperti Mama Siti Aisha Selian.

      Pergantian kulit secara terus menerus tapi hanya dibagian telapak telapak kaki adalah karena kondisi kulit yang sangat kering.

      Yang perlu Mama lakukan adalah menjaga kelembapan dan sirkulasi udara di kaki. Saat tidur, berilah losion khusus kaki (jangan gunakan saat Mama beraktivitas dan mengenakan sepatu tertutup). Jangan lupa juga saat tidur disangga bantal atau guling untuk mengurangi kaki bengkak (ohya, kurangi asupan garam ya yang bisa membuat semakin bengkak).

      Losion aman kok Ma, asalkan Mama pilih dari merek terpercaya, terbuat dari bahan alami (shea, zaitun, cocoa) atau khusus bayi dan Mama hamil.

      Hindari menggunakan pewarna kuku dan gunakan sandal yang terbuka agar kaki tidak keringat danmalah menimbulkan masalah lain seperti jamur. Kalaupun menggunakan sepatu tertutup, pilih yang ukurannya pas (ukuran kaki Mama hamil biasa bertambah ½ hingga 1 ukuran), pilih yang kulitnya bagus sehingga tetap ada sirkulasi, atau gunakan kaos kaki.



      Semoga terjawab ya Ma. Salam hangat untuk keluarga dan selamat hari Kartini.
    • Live Chat sudah selesai.

  • siti aisha selian
    siti aisha selian
    Selamat siang dan selamat hari Kartini yaa mam..

    Saat ini uk.saya memasuki 20w.. Dr awal kehamilan saya mengalami pergantian kulit secara terus menerus tapi hanya dibagian lapak telapak kaki saya saja..

    Yang mau saya tanyakan adalah..

    1.apakah ada pengaruh makanan yang saya konsumsi selama ini dengan pergantian kulit yang saya alami selama kehamilan?

    2.apakah hal tersebut menandakan bahwa tubuh kurang asupan nutrisi?

    3.bagaimana solusi untuk mengatasinya dengan cara alami sebab untuk menggunakan produk tertentu membuat saya khawatir akan kesehatan janin saya..

    Terimakasih sebelumnya..
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya
      Hai Mama Siti Aisha Selian,

      Selamat hari Kartini juga ya Mama.

      Yang Mama alami adalah salah satu dari sekian banyak respon tubuh (kulit) dengan perubahan hormon. Kondisi-kondisi ini bersifat unik dan berbeda pada setiap kehamilan, dan tidak berkaitan dengan kekurangan nutrisi.

      Hanya saja, perlu dicermati, bila kondisi yang dimaksud adalah kulit menjadi sensitif kemudian alergi, maka perlu diketahui makanan apa yang mencetus kondisi itu.

      Yang aku tangkap, pergantian kulit secara terus menerus tapi hanya dibagian telapak telapak kaki adalah karena kondisi kulit yang sangat kering.

      Yang perlu Mama lakukan adalah menjaga kelembapan dan sirkulasi udara di kaki. Saat tidur, berilah losion khusus kaki (jangan gunakan saat Mama beraktivias dan mengenakan sepatu tertutup). Losion aman kok Ma, asalkan Mama pilih dari merek terpercaya, terbuat dari bahan alami (shea, zaitun, cocoa) atau khusus bayi dan Mama hamil.

      Hindari menggunakan pewarna kuku dan gunakan sandal yang terbuka agar kaki tidak keringat danmalah menimbulkan masalah lain seperti jamur. Kalaupun menggunakan sepatu tertutup, pilih yang ukurannya pas (ukuran kaki Mama hamil biasa bertambah ½ hingga 1 ukuran), pilih yang kulitnya bagus sehingga tetap ada sirkulasi, atau gunakan kaos kaki.

      Semoga terjawab ya Ma.
    • Live Chat sudah selesai.