Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Mengenal dan Mengatasi Perubahan Emosional Saat Hamil

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Selamat bagi 10 pemenang, Mama dengan pertanyaan menarik pada ?‎Live Chat? 9 April 2015 bersama Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. Segera kirim data diri ke inbox Facebook Fanpage Mama Care dan harap sebutkan Mama sebagai pemenang #LiveChat 9 April 2015, untuk mempermudah pengiriman paket eksklusif dari Mama Care dan Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.

     

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Terima kasih banyak atas partisipasi Mama di Live Chat bersama Mama Care Expert Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.Saat ini sesi live chat ini resmi ditutup. Semoga jawaban kami bisa membantu permasalahan Mama. Sampai jumpa di Live Chat Mama Care di lain waktu dengan Mama Care Experts dan topik yang berbeda. Nantikan pengumuman pertanyaan terbaik yang akan mendapat hadiah dari Mama Care dan Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. ya, Ma. 

     

     . 

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • karina septi nugrahani
    karina septi nugrahani
    Hallo mama..
    Bagaimana cara mengatasi emosi yang tidak kunjung hilang terutama kepada suami ? Terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Halo juga Mama Karinaprasetya!

      Ma, emosi itu tak selalu negatif lho. Beberapa emosi positif yang sering dialami mama hamil misalnya bahagia, penuh cinta, senang, gembira, bangga, penuh harapan, ceria, dll. Emosi negatif yang kadang dialami misalnya sedih, takut, cemas, kesal, marah, khawatir, merasa bersalah, dll. Apabila emosi yang tak kunjung hilang kepada suami adalah emosi cinta atau bahagia, tentunya bagus sekali, bukan?

       

      Normal saja kok untuk mengalami semua jenis emosi ini, tak perlu terlalu merasa bersalah mengalami emosi negatif sekalipun. Walaupun demikian, apabila mama lebih sering mengalami emosi negatif selama hamil, dapat merugikan mama dan si kecil lho. Maka dari itu penting sekali untuk menjaga agar emosi mama tetap positif.

       

      Apabila emosi yang muncul ke suami hampir selalu emosi negatif, ada kemungkinan Mama memiliki masalah tertentu yang belum dapat diselesaikan. Masalah ini bisa masalah dengan suami, ataupun masalah pribadi Mama sendiri yang tak terkait dengan suami. Masalah ini bisa saja masalah yang sudah disadari, bisa pula masalah yang belum disadari. Untuk dapat mengatasinya, bagaimana kalau Mama mencoba untuk membuat janji dengan psikolog keluarga, psikolog perkawinan, ataupun psikolog klinis dewasa? Tak berarti Mama gila lho, datang ke psikolog justru adalah usaha agar mengurangi emosi negatif yang saat ini mengganggu. Usahakan membuat janji beberapa kali, agar dapat ditangani sampai tuntas. Mama tak harus mengajak suami saat berkonsultasi, namun kalau ia mau diajak, tentunya boleh sekali.

       

      Semoga menjawab ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Dewi Ambarwati
    Dewi Ambarwati
    hallo mama Anna...
    kehamilan sy 8w diawal kehamilan ini gmn carany mengatasi mood sewing yang selalu berubah2 baik terhadap anak murid, suami atau dengan keluarga terlebih lagi sebagai guru sy sering dihadapkan dengan anak murid yg susah diatur, trimakasih sebelumnya
    salam
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Halo juga Mama Dewi!

      Ma, betul sekali bahwa emosi sering berubah-ubah, alias mood swing, terutama pada saat trimester 1 dan trimester 3. Memang tak mudah menghadapi perubahan emosi ini, namun tetap perlu dihadapi, antara lain demi kebaikan si kecil dalam kandungan.

       

      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar mama hamil tak terlalu berubah-ubah emosinya:

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi sensitivitas, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, ketika mama sedang sensitif agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik.

       

      Semoga membantu ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina 

    • Live Chat sudah selesai.

  • eva yusiana
    eva yusiana
    Mom sy lg hamil 7bln mau tanya Pada tri mester ke berapakah emosi bumil mulai stabil??adakah pengaruh makanan yg dkonsumsi dgn emosi bumil?sperti makan sate kambing???
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Eva!

      Emosi mama hamil biasanya cenderung lebih mudah berubah-ubah pada trimester pertama, seiring dengan besarnya perubahan hormonal. Demikian pula pada trimester ketiga, emosi Mama juga mudah labil karena semakin banyak tekanan secara fisik, emosi dan sosial yang dihadapi Mama hamil. Emosi Mama cenderung lebih stabil di trimester kedua, terutama apabila kondisi Mama juga segar bugar. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga kesehatan Mama, antara lain dengan memperhatikan asupan makanan bergizi, cukup beristirahat, dan berolahraga sesuai anjuran dokter obgin Mama.

       

      Mengenai makanan dan minuman, Mama dapat berkonsultasi dengan dokter obgin Mama, agar mendapat saran yang paling tepat sesuai dengan kondisi kehamilan Mama.

       

      Semoga membantu.

       

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • winda aisyah
    winda aisyah
    selamat siang mama anna...

    seberapa besar pengaruh hormon dlm perubahan mood swing atau emosi wanita hamil?

    apakah ada makanan atau minuman tertentu yang mampu menetralkan emosi saat mama hamil?

    bagaimana peran seorang suami dlm menghadapi istrinya yang sedang mengalami perubahan emosi selama kehamilan?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Winda Aisyah,

      Betul sekali bahwa hormon amat banyak bertanggung jawab dalam mood swing mama hamil. Namun penyebabnya bukan hanya hormon. Selama hamil, mama memikirkan banyak hal, misalnya ‘apakah kehamilan aman’, atau ‘bagaimana proses melahirkan nanti’. Belum lagi semua orang senang menjadi penasehat sekaligus penjaga buat ibu hamil, terkadang jadi meningkatkan stres buat mama. Mama yg hamil juga cenderung lebih mudah lelah, dan memang disarankan lebih banyak istirahat selama hamil. Mengalami stres, kelelahan, ada perubahan metabolisme dan level hormon, bikin mama yang hamil jadi lebih sensitif. Perubahan hormon estrogen & progesteron bisa berpengaruh kepada neurotransmiter (zat kimia dalam otak), yang kemudian mengatur mood. Semua hal ini ikut bertanggung jawab terhadap perubahan emosi mama hamil.

       

      Jangan terlalu khawatir, sensitif saat hamil ada gunanya lho. Menurut para ahli, mama hamil cenderung lebih sensitif demi melindungi bayi. Mama hamil, tanpa disadari, cenderung lebih sensitif pada zat-zat / kondisi yang mungkin merugikan bayi.

       

      Mengenai makanan dan minuman, coba deh Mama berkonsultasi dengan dokter obgin Mama. Dokter bisa membantu memilihkan makanan dan minuman yang paling sesuai dengan kondisi kehamilan Mama pada saat itu.

       

      Suami berperan besar saat menghadapi perubahan emosi Mama saat hamil. Papa bisa jadi penyebab perubahan emosi Mama, misalnya tiba-tiba Mama menjadi jatuh cinta kembali (perubahan emosi menjadi lebih positif), atau sebaliknya membuat Mama merasa bersalah (perubahan emosi menjadi lebih negatif). Di sisi lain, papa juga dapat membantu Mama untuk mengatasi perubahan emosi ini. Papa bisa menjadi tempat curhat mama dengan mendengarkan sebaik-baiknya tanpa harus memberikan solusi. Papa juga bisa menjadi tempat berlindung mama ataupun membantu mengurangi sumber stress Mama. Moga-moga papa termasuk papa yang sangat mendukung kehamilan Mama ya.

       

      Semoga membantu.

       

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • EFRYZA SYAHRY
    EFRYZA SYAHRY
    Selamat siang mama,
    Saat masuk trimester ke 2 saya sudah dapat merasakan gerakan janin saya didalam kandungan namun pada saat saya lagi emosi atau marah2 saya merasa gerakan janin saya lebih sering mam dan kuat sedangkan saat saya sedih gerakan janin saya sedikit dan lemah mam. Pertanyaan saya adakah hubungan antara keadaan emosi ibu dengan tingkat aktifitas janin mam? Dan normalkah yg saya alami ini mam? Serta adakah tipsnya untuk mengatasi agar tidak terlalu emosi mam disaat hamil ?Terima Kasih mam..
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Vivi,

      Betul sekali, ada hubungan antara keadaan emosi mama dengan tingkat aktivitas janin. Penanggung jawabnya antara lain adalah perubahan hormon dalam tubuh Mama. Dengan demikian hal ini normal saja.

       

      Yang perlu Mama ketahui, apabila Mama jauh lebih sering mengalami emosi negatif seperti marah, sedih, kecewa, merasa bersalah, dll; dibandingkan dengan emosi positif seperti bahagia, gembira, cinta, semangat, dll; maka efek ke si kecil dalam kandungan cenderung lebih negatif.

       

      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar mama hamil tak terlalu berubah-ubah emosinya:

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi sensitivitas, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, ketika mama sedang sensitif agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik.

       

      Semoga membantu ya, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Susanty Liem
    Susanty Liem
    Selamat siang Mama Anna. Saya sudah merencanakan untuk kehamilan kedua dari putra pertama saya berumur 4 tahun tapi sampai sekarang belum kunjung hamil juga,sedangkan putra pertama kami sekarang sudah berumur 8,5 tahun. Waktu saya hamil putra pertama emosi saya sangat labil, mudah tersinggung, sensitif, cengeng, sering sakit dan mengalami mual sampai melahirkan di ruang bersalin.
    Yang mau saya tanyakan apakah emosional setiap ibu hamil pada anak pertama dan kedua sama?dan bagaimanakah tips-tips untuk mengatasi perubahan emosinal ibu hamil dan apakah perubahan emosional tersebut dapat pengaruh pada baby ?
    Ditunggu jawabanya, sebelumnya terima kasih mama Anna.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Susanty Santy,

      Setiap kehamilan memiliki keunikannya sendiri, jadi bisa saja pada kehamilan kedua nanti Mama justru jauh lebih segar bugar dibanding kehamilan pertama, walaupun tetap ada kemungkin mengalami hal yang sama. Beberapa kondisi dapat diperkirakan, coba deh Mama berkonsultasi dengan dokter obgin agar dapat mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin timbul.

       

      Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar mama hamil tak terlalu sensitif dan mudah menangis:

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi sensitivitas, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, ketika mama sedang sensitif agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik.

       

      Belum tentu mood swing berefek negatif, tergantung seberapa parah dan seberapa sering. Penelitian membuktikan bahwa mama hamil yang alami perubahan emosional berlebihan, stres berlebihan bahkan sampai depresi bisa berpengaruhke kehamilan, & ke janin tentunya. Contoh, mama jadi kurang berminat makan makanan sehat & membuat nutrisi untuk janin kurang. Mama yang malas merawat diri (kesehatan / kebersihan) juga dapat membahayakan janin, mis karena minum / makan obat sembarangan. Bayi yang lahir dari ibu yang terus-menerus sedih juga cenderung tak terawat & kurang terstimulasi. Akibatnya tumbuh kembangnya bermasalah contohnya jadi bayi yang kurang aktif, kesulitan fokus, mudah marah, dan sangat sulit diatur. Kadang kecerdasan juga bermasalah.

       

      Jadi penting banget nih menikmati kehamilan yg nyaman, supaya bisa memberikan manfaat terbaik buat mama dan janin.

       

      Apabila sulit sekali menjaga emosi tetap positif, coba buat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa ya, Ma!

       

      Semoga membantu.

       

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mia mia
    Mia mia
    Selamat siang mama Anna, saya ibu satu anak dan sedang hamil anak kedua. bagaimana cara mengatasi agar disaat hamil, saya tidak gampang menangis, terlebih jika ada keadaan yang tidak sesuai dengan keinginan kita atau sedang beradu argumen dengan orang lain. apakah kebiasaan ini akan berpengaruh negatif ke anak kita kelak, misalkan anak menjadi cengeng jika sang ibu saat hamil sering menangis. Terima kasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat siang juga Mama Mia,

      Ma, emosi mama hamil memang cenderung lebih mudah berubah (mood swing), antara lain karena perubahan hormon yang dialami. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan agar mama hamil tak terlalu sensitif dan mudah menangis:

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi sensitivitas, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, ketika mama sedang sensitif agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik.

       

      Belum tentu mood swing berefek negatif, tergantung seberapa parah dan seberapa sering. Namun kalau berlebihan, memang bisa beresiko buat anak, contohnya karena mama jadi melahirkan prematur dan anak kurang gizi karena mama amat malas mengurus dirinya sendiri. Kurangnya nutrisi juga dapat berakibat buruk kepada si kecil dalam kandungan, antara lain mengurangi kesempatannya untuk menjadi anak cerdas.

       

      Apabila sulit sekali menjaga emosi tetap positif, coba buat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa ya, Ma!

       

      Semoga membantu.

       

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • isti faizah
    isti faizah
    selamat siang Mama Anna...
    sewaktu hamil yg pertama emosional sy benar2 berubah sy sendiri sampai tdk bisa mengendalikannya apalagi sewaktu trimester pertama.
    - apa penyebab perubahan emosi tersebut dan bagaimana cara mengendalikannya.
    - apakah tingkat kesibukan bisa mempengaruhi tingkat emosi sewaktu hamil?
    - agar disaat hamil yg ke dua nantinya perubahan emosi tudak terlalu tinggi apa yg harus saya lakukan / konsumsi mengingat sekarang ada anak pertama saya, takutnya berpengaruh terhadap anak pertama sy tersebut
    terimakasih sebelumnya Mama
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Aiz,

      Mama hamil memang cenderung lebih sensitif di trimester 1 (terutama minggu ke-6-10) & trimester 3, dibanding waktu lain. Mengapa? Selama hamil, mama memikirkan banyak hal, misalnya ‘apakah kehamilan aman’, atau ‘bagaimana proses melahirkan nanti’. Belum lagi semua orang senang menjadi penasehat sekaligus penjaga buat mama hamil, terkadang jadi meningkatkan stres buat mama. Mama yg hamil juga cenderung lebih mudah lelah, dan memang disarankan lebih banyak istirahat selama hamil. Mengalami stres, kelelahan, ada perubahan metabolisme dan level hormon, bikin mama yang hamil jadi lebih sensitif, sehingga emosinya pun berubah-ubah. Perubahan hormon estrogen & progesteron bisa berpengaruh kepada neurotransmiter (zat kimia dalam otak), yang kemudian mengatur mood. Ini semua yang bertanggung jawab terhadap perubahan emosi mama yang sedang hamil.

       

      Tingkat kesibukan bisa saja meningkatkan perubahan emosi selama hamil. Bukankah semakin sibuk maka seringkali kita jadi semakin stress? Selain itu, semakin sibuk, energi yang keluar semakin banyak sehingga tubuh lebih mudah lelah, dan pada akhirnya vitalitas berkurang, membuat kita lebih rentan mengalami berbagai emosi negatif dan lebih sensitif.

       

      Jangan terlalu khawatir, sensitif saat hamil ada gunanya lho. Menurut para ahli, mama hamil cenderung lebih sensitif demi melindungi bayi. Mama hamil, tanpa disadari, cenderung lebih sensitif pada zat-zat / kondisi yang mungkin merugikan bayi.

       

      Ada beberapa tip saat Mama sedang sensitif, untuk membantu jadi lebih nyaman saat emosi berubah-ubah:

      1) Terimalah bahwa ini kondisi normal dalam kehamilan, nikmati saja

      2) Usahakan beristirahat saat mungkin beristirahat. Tubuh yang lebih bugar akan mengurangi sensitivitas, jadi lebih tegar.

      3) Makan & minum sehat. Asupan nutrisi yang baik juga kurangi sensitivitas karena tingkatkan kebugaran tubuh.

      4) Berolahraga sesuai saran dokter obgin mama, mis jalan kaki / renang. Lagi-lagi supaya tubuh tetap bugar.

      5) Usahakan punya waktu menyenangkan dengan suami, kalau perlu diagendakan secara khusus supada ada waktu berduaan

      6) Ketahui hal-hal apa yang menyenangkan diri sendiri, cobalah melakukannya, terutama yang memang disarankan untuk mama hamil.

      7) Bersikap lebih santai, jangan terlalu keras terhadap diri sendiri & lingkungan. Berpikir hal yang menyenangkan & positif

      8) Sampaikan kepada orang-orang di sekitar mama, ketika mama sedang sensitif agar mohon dimaklumi. Ini penting lho buat menjaga hubungan baik.

       

      Apabila sulit sekali menjaga emosi tetap positif, coba buat janji dengan psikolog keluarga atau psikolog klinis dewasa ya, Ma!

       

      Semoga membantu, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.