Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Menyiapkan Calon Kakak Untuk Punya Adik?

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Selamat bagi 10 Mama terpilih pada Live Chat 20 Agustus 2015 bersama Mama Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, Psi. Segera kirim data diri ke inbox Facebook Fanpage Mama Care (nama lengkap, alamat, no. telepon) dan harap sebutkan Mama sebagai pemenang Live Chat 20 Agustus 2015

    Terima kasih untuk Mama yang sudah berpartisipasi, sampai bertemu di Live Chat berikutnya dengan tema menarik lainnya.

    .

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Muflihatul Fuadah, ST
    Muflihatul Fuadah, ST
    Met siang bu Anna. Anak saya msh 1 usia 4.5 tahun. Ketika akan merencanakan punya adik, tentunya yg menjadi pertimbangan salah satunya adalah psikologi sang kakak kelak. Krn selama ini hanya dia yg diperhatikan. Bagaimanakah cara saya untuk meyakinkan sang kakak agar tidak menaruh rasa cemburuu terhadap adiknya. Krn sy khawatir jika rasa cemburu itu bisa membahayakan bagi si adik. Dan mulai kapan sy bisa melakukannya. Trima kasih ibu Anna.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Licha, terimakasih pertanyaannya.

      Ma, sebetulnya rasa cemburu adalah emosi yang wajar muncul. Jika anak pernah mengalami dan akhirnya bisa mengatasi, justru perkembangan emosionalnya jadi lebih matang. Untuk mempersiapkan kakak kelak memiliki adik, jangan terus bertanya mau adik atau tidak, namun buatlah hal itu sebagai sesuatu yang alamiah dalam keluarga. Jangan terus memaksanya membayangkan adik, tapi tunjukkan secara natural bahwa ada banyak bayi di sekitarnya, dan kelak mama akan hamil lagi adik bayi. Tunjukkan di sekitarnya betapa serunya bermain bersama antara kakak dan adik, tapi tak usah memaksanya menganggap itu menyenangkan. Bisa disampaikan kepadanya bahwa ia akan menjadi kakak yang keren, yang menjadi idola bagi adiknya. Sampaikan bahwa walaupun ada adik, kakak akan menjadi anak yang sangat disayang oleh mama dan papa, dan bahwa akan ada orang lain lagi yang bertambah untuk menyayangi dia yaitu adiknya.

      Nantinya ketika adik lahir, ingat selalu bahwa kakakpun tetap membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Jika sulit melakukannya sendiri, Mama perlu bantuan dari orang lain, bisa papa, nenek / kakek, om / tante, asisten rumah tangga ataupun gurunya.

      Tenang Ma, menyayangi adik itu adalah proses panjang buat anak. Kalau ia belum berhasil di bulan pertama, masih banyak waktu untuk menjalani proses ini. Tetap penuhi kebutuhan kasih sayang spesial si kakak, agar ia tahu bahwa adik bukanlah saingan melainkan sesama sumber kebahagiaan bagi keluarganya.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Mama, Live Chat Mama Care sudah ditutup ya. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, karena akan segera dijawab oleh Mama Anna Surti Ariani S.Psi, M.Si, Psi..

    Ditunggu juga pengumuman 10 Mama pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Mama Care. Jangan lupa untuk ikutan #KuisLiveChat di twitter @mamacareID ya, hadiah menarik menanti Mama.

    Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi.

     

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Devi Irianti Lestari
    Devi Irianti Lestari
    Selamat siang mba Anna, saya sedang hamil 4bulan sedangkan anak pertama saya baru berusia 18bulan.. Karna harus lepas menyusui dini, si kakak rasa2nya lbh manja terhadap saya.. Saya aga kuatir nantinya ketika adiknya lahir dan semua fokus tercurah kepada adiknya dy merasa tidak diperhatikan lagi.. Pertanyaan saya, bagaimana sebaiknya sikap saya dan jg ayahnya kelak terhadap sang kakak, dan apa yg harus kami kompromikan kepada lingkungan terdekat (kakek, nenek, om, tante) yg biasanya selalu fokus ke kakaknya jika nanti adiknya lahir agar kakak tidak merasa kehilangan perhatian..

    Terima kasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Devi. Senang sekali membaca bahwa Mama ingin tetap memberikan kasih sayang kepada kakak, bahkan ingin mengompromikan juga dengan sistem pendukung yaitu kakek, nenek, om dan tante.

      Bertambah manjanya si kakak bisa berkaitan dengan disapihnya, bisa pula tak berkaitan sama sekali. Pada balita apalagi batita, memang sangat wajar ia membutuhkan perhatian sepenuhnya dari orang di sekelilingnya, terutama dari orangtuanya. Jika selama ini ia sudah akrab dengan kakek, nenek, om dan tante, bagus sekali. Kelak sejak beberapa minggu sebelum adik lahir, minta sistem pendukung ini untuk lebih banyak memberi perhatian kepada si kakak secara bergantian. Dengan demikian, kakak tak terlalu merasa ‘dirugikan’ dengan kehadiran adik.

      Usahakan seluruh orang dewasa tak ada yang menakuti misalnya dengan mengatakan mama tak sayang lagi kalau adik sudah lahir. Komunikasikan adik dalam nada yang lebih positif, misalnya dengan menyebutkan bahwa ketika adik sudah lebih besar, nanti bisa bermain bersama, misalnya main lempar bola atau guling-gulingan. Usahakan agar ketika kakak bangun selalu ada yang menemaninya, terutama di bulan-bulan pertama setelah adiknya lahir. Ingat, kakak sangat membutuhkan gendongan, perhatian, dan kasih sayang, usahakan memenuhinya secara bergantian dengan seluruh sistem pendukung. Nantinya sesekali biarkan adik diasuh yang lain sementara Mama bisa berduaan saja dengan kakak agar ia tetap merasa diistimewakan.

      Semoga menjawab, Ma.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • eva musthofatul bariyah
    eva musthofatul bariyah
    Selamat pagi Mama Ana,
    Saya punya 3 anak laki2 usia 8 th, 4 th dan 3 bln. Nah si tengah yg 4 th cemburu berat dg kehadiran adik nya. Mungkn cari perhatian ya klo skrg dia suka bikin masalah. Suka gangguin kakak, misal kakak lg nonton tv dimatikan, dll. Sehingga mmbuat kakak marah dan berantem. Dia jg suka usil ke adiknya, misal mau mukul adik pake benda yg dipegangnya. Klo saya mau menyusui adik jg tdk boleh. Klo sy susui jg, bdn saya digoyang2 shg si afik menangis. Yg saya tanyakn:
    Gmn ya cara mmberi pengertian si tengah ini ya agar dia ga merasa kehilangan kadih sayang dan menyayangi adiknya?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Eva, terimakasih ya pertanyaannya.

      Memang sungguh membingungkan memiliki lebih dari satu anak, apalagi memiliki tiga anak. Untung saja jarak usia mereka cukup jauh, sehingga Mama tentunya sempat ‘mengisi baterai’ untuk kembali menguatkan diri mengurus bayi.

      Dengan usianya sekarang, kakak pertama lebih tertarik pada teman-teman atau kesibukannya sendiri. Sementara kakak kedua memang masih sangat membutuhkan perhatian Mama, jika Mama tak memperhatikan, maka ia cenderung mencari perhatian dengan berbagai cara. Jika dengan cara yang kasar (menggoyangkan mama yang menyusui adik, berusaha memukul adik, mematikan TV, dll) lalu kakak kedua mendapat perhatian, maka ia akan memahami bahwa caranya mendapat perhatian adalah lewat cara-cara tersebut. Tentu saja ia akan mengulanginya. Cara penanganan terbaiknya justru dengan memberikan perhatian sebelum ia memintanya. Untuk itu Mama perlu memahami apa yang jadi kesukaannya, juga apa yang ia butuhkan. Kakak kedua akan membutuhkan berbagai variasi kegiatan, dan tentunya juga ajakan mengobrol dari Mama. Jika ini sangat sulit dilakukan, maka sangat mungkin Mama butuh bantuan orang lain untuk memberikan perhatian kepada kakak kedua, misalnya dengan menyekolahkan. Jika selama ini ia belum sekolah, jangan sampai dikatakan bahwa ia sekolah agar tak mengganggu adik, karena justru akan memperuncing ketidaksukaannya terhadap adik. Katakan saja ia sekolah agar bertambah pintar, juga supaya semakin banyak teman, dan bisa bermain seru.

      Apa yang bisa dilakukan jika si kakak kedua mengganggu? Jika tidak membahayakan siapapun, abaikan saja, jangan beri perhatian. Trik disiplin mengabaikan bisa dibaca di http://chirpstory.com/li/45933 , perlu dikombinasikan dengan trik memuji yang bisa dibaca di http://chirpstory.com/li/45902 . Contohnya, ketika menggoyangkan badan Mama yang sedang menyusui, Mama pura-pura tak melihat dan berusaha menyender sehingga ia kesulitan menggoyangkan Mama. Jika membahayakan, karena kakak kedua sudah lebih dari 4 tahun, sudah boleh lho bersikap lebih tegas, misalnya dengan menarik haknya (menonton, dibacakan buku, main game, dessert kesukaan, dll), ataupun menyetrap (time out) sekitar 4 menit di pojok ruangan. Iapun harus mendapat konsekuensi atas perbuatannya, tentunya yang relevan. Contohnya jika ia mematikan TV, maka ia ditunggu sampai menyalakan TV kembali, dan setelahnya ia harus memberikan remote control kepada kakak pertama. Apapun yang ia lakukan, janganlah memberikan label ‘nakal’, ‘badung’, dan semacamnya. Ia tak berniat jahat, hanya saja belum mampu mengendalikan gejolak emosinya. Carikan orang lain yang dapat mengajak kakak kedua bermain sehingga teralihkan perhatiannya dari Mama dan adik.

      Sesekali, biarkan adik diasuh oleh yang lain, kakak pertama juga bisa asyik dengan kegiatannya sendiri. Setelahnya Mama bisa berduaan saja dengan si kakak kedua, melakukan apapun yang kakak kedua sukai. Mama boleh mengajaknya pergi berjalan-jalan, ataupun sekadar bermain di rumah saja, tapi tak diganggu oleh kakak ataupun adiknya. Pada saat itu sampaikan betapa senangnya Mama bisa berduaan saja dengan si kakak kedua, agar ia merasa diistimewakan dan dipenuhi kasih sayang Mama.

      Semoga membantu, Ma.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • sri ilmiawaty
    sri ilmiawaty
    Assalamualaikum,selamat pagi dokter nama saya sri ilmiawaty mau bertanya gmn solusi dan saran supaya adik n kakak tidal terjadi kesemburuan kasih sayang terhadap adik bayinya yg baru berumur 2,5 bulan
    Terima kasih sebelumnya at as jawabanya ditunggu ya dokter

    Terima kasih
    Sri caem
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Assalamualaikum Mama Sri Caem, saya psikolog nih bukan dokter :).

      Ma, sayang sekali Mama tak menceritakan berapa usia si kakak. Berbeda lho persiapan dan penanganan untuk kakak batita dengan balita, juga dengan usia di atasnya. Secara umum, sebaiknya anak tak dibandingkan satu sama lain. Jangan pula selalu minta kakak mengalah, dan sesekali Mama perlu berduaan saja dengan kakak sementara adik diasuh yang lain, agar anak tetap merasa diistimewakan.

      Bagaimana kalau Mama coba mengecek jawaban dari pertanyaan lain, yang usia anak serupa dengan usia anak-anak Mama? Mohon maaf ya Ma, tak bisa menjawab lebih spesifik. Semoga jawaban lain bisa membantu.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • lilis suryani
    lilis suryani
    Selamat siang ma,kebetulan sekali ma,saya sedang hamil anak k 2,anak saya yg pertama berusia 2thn 10bln.Bagaimana cara mempersiapkan diri untuk mengatasi si kk yg super aktif?Karena usia kehamilan saya msh dikatakan terlalu muda baru (2 minggu).Si kk terkadang mengajak saya bermain bersama dengan permainan guling2 di kasur dan bermain kuda 2an di punggung.Bgmn cara menjelaskan si kk klu hal ini sudah tidak bisa di lakukan lg karena mama sedang hamil?Bagaimana cara saya untuk mengungkapkan oli si kk sebentar lg akan mempunyai seorang adek?Terimakasih atas jwbn nya.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Iqbal, terimakasih pertanyaannya. Selamat ya atas kehamilan kembali. Dan tentunya senang sekali memiliki anak pertama yang sehat dan aktif.

      Ma, kalau penolakan Mama untuk bermain dengannya disertai ‘karena ada adik’, anak akan menganggap bahwa adik adalah penyebab ia jauh dari Mama. Pada akhirnya ini memperuncing kecemburuannya terhadap calon adik. Kalau saat ini Mama ingin menolak, katakan saja karena Mama saat ini lelah sekali, tak usah menyebut-nyebut tentang adik ketika ingin menolak bermain.

      Di waktu yang berbeda, Mama bisa menyiapkannya untuk memiliki adik. Mulailah dari mengajaknya bergaul dengan bayi-bayi di sekitarnya. Katakan bahwa nanti ia akan punya adik bayi juga, yang akan sangat sayang padanya. Pada saat ini ia masih akan kesulitan membayangkan seperti apa adiknya kelak, baru akan betul-betul paham kelak ketika adiknya sudah betul-betul lahir. Karena ia masih balita, tentunya ia masih sangat perlu perhatian dari Mama dan Papa. Jadi pahami saja kebutuhannya dan tetaplah berusaha memenuhinya. Jika kesulitan, coba cari bala bantuan untuk memperhatikan kakak sehingga ia tak kebingungan dan frustrasi saat butuh kasih sayang dan perhatian.

      Selamat menyiapkan calon kakak, Ma!

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • lia julianti
    lia julianti
    Assalamualaikum dokter...anak pertama saya umurnya 8th.memang agak terlambat untuk mempunyai adik bagi dia.karna banyak orang berkata kalo anak seumur gitu kalo punya adik akan cuek sama adiknya,bahkan g peduli.apakah itu benar dok?bagaimana caranya agar dia menyayangi dan menjaga adiknya ketika sudah lahir?makasih dokter.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Assalamualaikum Ma. Saya psikolog nih bukan dokter :).

      Banyak ahli yang menyarankan jarak antara kedua anak adalah antara 3-5 tahun, dengan berbagai pertimbangan. Tak berarti kalau anak 8 tahun punya adik akan tak peduli, bisa saja ia tetap sayang kepada adiknya. Ia bahkan punya kemampuan lebih besar untuk menjaga adiknya.

      Yang perlu dilakukan adalah memperbesar kesempatan anak untuk terlibat dalam pengasuhan adknya, mulai dari fase kehamilan sampai kelak adiknya lahir. Kakak bisa diajak ketika Mama berkonsultasi dengan dokter kandungan, dan bisa menikmati gerakan adiknya di layar USG. Kakak juga bisa diajak memilih barang-barang yang akan digunakan adiknya, bahkan ikut memilih nama adiknya. Ketika adik lahir kelak, sesekali libatkan kakak untuk mengasuh adik, misalnya untuk menjaganya saat Mama mandi. Jika kakak menolak, tak usah dipaksa lho. Tapi tetaplah konsisten mendorongnya untuk mencintai adiknya, dengan tetap mengomunikasikan adik dalam nada yang positif. Janganlah terlalu memberatkan kakak untuk mengasuh adik karena di usia ini kakak perlu waktu untuk bersama teman-teman dan guru, juga lebih tertarik pada kegiatannya sendiri dibandingkan kegiatan bersama adiknya.

      Semoga memberi pencerahan, Ma.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Ajeng Nur Eskawati
    Ajeng Nur Eskawati
    Selamat pagi mama Anna. Saya ibu satu anak yang sedang hamil anak kedua. Anak pertama saya baru berusia 2tahun sedangkan kandungan saya baru 13 minggu. Anak pertama saya masih sangat manja. Sedangkan saya hidup terpisah dengan suami dan keluarga lain karena tuntutan pekerjaan. Selama ini saya mengurus anak sendiri dibantu pengasuh hanya ketika saya bekerja sebagai guru sekolah dasar. Saat ini anak saya sering sekali mencari perhatian dengan banyak ulah yang kadang membuat emosi saya terpancing tapi saya tetap berusaha bersabar karena ini adalah masa masa emas pertumbuhannya. Dia sering berulah mungkin karena srng ditinggal saya kerja atau karena mengetahui akan punya adik. Yang akan saya tanyakan :
    1. Bagaimana memberi pengertian kepada anak pertama saya bahwa dia akan segera menjadi kakak?
    2. Bagaimana mempersiapkan mental/psikologi anak pertama saya agar nantinya mau menerima adiknya?
    3. Bagaimana cara mengkomunikasikan kepada dia yang baru berusia 2 tahun agar lebih mandiri karena nantinya perhatian saya akan terbagi?
    4. Bagaimana caranya agar dia berhenti minta gendong karena nantinya kalau kandungan saya makin membesar saya tidak bisa menggendongnya?
    5. Mohon sarannya agar saya bisa mengasuh 2 anak batita sendiri tanpa didampingi suami dan keluarga, agar semua tetap mendapat perhatian yang cukup walaupun saya juga bekerja.
    Sebelumnya saya sangat berterimaksih jika mama Anna berkenan memberi jawaban.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat malam Mama Ajeng, terimakasih pertanyaannya. Akan saya jawab satu per satu ya.

      Pertama dan kedua. Ma, di usia ini, ia memang belum memahami apa itu adik, apa itu berbagi. Itu masih merupakan konsep yang terlalu abstrak, sementara ia baru bisa memahami hal yang betul-betul kongkrit, yaitu yang bisa ia lihat dan raba. Kemungkinan membuatnya mengerti adalah dengan memberikan kesempatan berinteraksi langsung dengan beberapa bayi. Walaupun demikian, kelak ketika adiknya lahir, ia baru betul-betul memahami, sehingga sangat mungkin ia baru menunjukkan kecemburuan atau bahkan kemarahannya. Selain itu, usia 2-4 tahun adalah usia yang wajar untuk munculnya tantrum, dan semakin sering muncul jika ia kesulitan mengungkapkan (misalnya karena belum lancar bicara), serta frustrasi. Untuk menangani tantrum, modal kesabaran Mama harus sungguh besar, perlu sekali memahami bahwa ini salah satu cara baginya melepas kekesalan, bukan untuk menyerang Mama atau adiknya. Coba bac acara menangani tantrum di http://chirpstory.com/li/11032.

      Ketiga. Seperti jawaban sebelumnya, ia belum bisa memahami itu, baru akan memahami nanti ketika adiknya lahir. Jauh lebih baik Mama mempersiapkan segala sumber daya agar bisa membantu Mama ketika saat itu tiba. Jika saat ini Mama lebih banyak mengasuh sendiri karena papa bekerja di luar kota, dan jauh pula dengan keluarga, maka coba carilah sistem pendukung lain untuk membantu Mama mengasuh kedua anak sekaligus mengurus rumah. Beberapa tetangga sukarela membantu, atau Mama mungkin perlu membayar asisten rumah tangga setidaknya sampai beberapa bulan setelah adiknya lahir.

      Keempat. Di usia ini kakak memang masih sangat membutuhkan gendongan, namun gendongan bisa digantikan (walau tak sama derajatnya) dengan pelukan atau belaian. Jika kakak minta digendong, daripada menolak atau menasehatinya, lebih baik Mama duduk, lalu memeluknya dengan sepenuh hati. Dengan demikian Mama tetap dapat memenuhi kebutuhan sentuhannya, tapi tak terlalu menyulitkan Mama sendiri. Tak perlu menyampaikan Mama capek karena hamil atau karena adik di dalam perut Mama, tapi katakan saja Mama ingin memeluknya sambil duduk, ini berguna agar anak tak terlalu cemburu pada adiknya.

      Kelima. Jika Mama ingin menjadi supermom, sudah tentu Mama membutuhkan cinta yang luar biasa besar (dan saya yakin Mama memilikinya), energi yang luar biasa besar tak kenal lelah, dan tentunya kesabaran tak kenal ujung. Mau sesibuk atau sepusing apapun di kantor / sekolah, ketika kembali ke rumah Mama perlu tersenyum semanis mungkin dengan kekuatan fisik dan batin luar biasa untuk dapat mengasuh kedua anak penuh cinta. Perlu Mama ingat bahwa perkembangan normal anak balita punya beberapa masalah seperti tantrum dan masalah dalam koordinasi motorik, yang juga membutuhkan pengetahuan sekaligus ketrampilan menjadi orangtua. Jika tuntutan semacam ini dirasa terlalu besar, jika setelah dicoba ternyata Mama berulangkali frustrasi dan marah kepada anak, sangat mungkin itu berarti Mama tak mampu menjadi supermom. Untuk itu Mama perlu lebih realistis dan mencari bala bantuan untuk mengasuh anak dan mengurus rumah. Bagaimanapun untuk setiap pilihan ada konsekuensinya, jadi Mama perlu mempertimbangkannya baik-baik.

      Selamat menimbang-nimbang, semoga tetap semangat dan penuh cinta buat anak-anak.

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • ricca donna
    ricca donna
    mau nanya nih mom..so kecil masi usia 4 bulan tp kami sudah mrencanakan untuk program adik lagi buat si kakak...malahan mau program bayi kembar...kl jarak antara si kakak dan adiknya terlalu dekat apakah bisa mempengaruhi perkembangan si kakak?terutama perkembangan psikologinya...apakah sibling akan lebih besar resikonya mam? trims jawabannya ya mam... :)
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Icca, terimakasih pertanyaannya.

      Beberapa penelitian menyebutkan bahwa usia antara kakak dan adik yang terlalu dekat membuat kecenderungan frekuensi pertengkaran jadi lebih tinggi, apalagi kalau jenis kelaminnya sama. Selain itu, pembentukan attachment positif menurut para ahli membutuhkan waktu sekitar 3 tahun awal hidupnya. Jika sebelum usia 3 tahun sudah memiliki adik, orangtua perlu bekerja jauh lebih keras untuk membuat pembentukan attachment positif tercapai.

      Kebanyakan anak membutuhkan sibling alias saudara kandung. Sibling rivalry, alias pertengkaran antara kakak dan adik, sebetulnya ada manfaatnya juga kok buat anak-anak, tak selalu merugikan. Jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan.

      Semoga menjawab, Ma!

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.