Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Peranan Ayah dan Ibu terhadap Tumbuh Kembang si Kecil

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Mama. berikut adalah 10 nama pemenang Live Chat Kamis, 8 Januari 2015 bersama Mama Anna Surti, S.Psi, M.Si, Psi. dengan tema Peranan Papa dan Mama terhadap Tumbuh Kembang si Kecil, Selamat ya Ma :)

    Percakapan
    • Sari Nila Krisna
      Sari Nila Krisna
      Terima kasih mama Anna & Lactamil Mama Care. saya sudah inbox data pribadi ke FB Mama Care.
    • Live Chat sudah selesai.

  • Hidayah
    Hidayah
    Gimana peran papa dan mama jika sama2 sakit, akibat penyakit menular seperti flu, batuk, sedangkan debay mudah terserang penyakit?? Apa pencegahan terbaik jika debay dinyatakan oleh dokter bahwa penyakitnya lebih parah?? ( mis: > 4hari belum kunjung smbuuh) balita di usia 1 th susah utk mengeluarkan dahak ketika malam hari sering bangun dan muntah2,, kira2 penyebabnya apa??? Pernah dibawa ke BKIA utk steamer tetapi hampir 4 hri blm menunjukkan hasil,, alternatif selain obat apa?? Trims
    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • lilis fujiyati
    lilis fujiyati
    Selamat siang ibu anna.. Ketika kedua org tua sedang bekerja, seorang anak terbiasa diasuh oleh neneknya ..bagaimana jika anaknya lebih nyaman bersama neneknya daripada sama mama papa nya?apakah sikap anak nya akan tetap seperti itu sampai dewasa ?bagaimana cara menghadapinya karena kedua org tuanya sibuk bekerja ?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Lilis! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga
      jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Beberapa anak memang lebih nyaman dengan neneknya karena nenek cenderung
      lebih memanja dibanding Mama dan Papa, walaupun tak selalu begitu. Tak masalah
      juga kalau si kecil dekat dengan nenek, bukankah artinya semakin banyak orang
      yang sayang kepadanya? Kalaupun si kecil membangkang, tak berarti ia tak sayang
      Mama dan Papa lho. Bisa saja justru karena merasa nyaman dengan Mama dan Papa
      maka ia membangkang, karena tahu bahwa aman saja membangkang terhadap Mama dan
      Papa yang memang menyayanginya.

      Tak berarti ini akan terus sampai dewasa, walaupun ada juga yang seperti
      itu. Yang penting ketika Mama dan Papa sedang tak bekerja, Mama dan Papa dapat
      mengoptimalkan pengasuhan dan kedekatan dengan si kecil. Ketika bersama dengan
      si kecil, usahakan seminimal mungkin berinteraksi dengan gadget, agar bisa
      lebih fokus dengan si kecil. Usahakan seminggu sekali (atau kalau bisa lebih
      sering lebih baik), Mama dan Papa mengasuh si kecil tanpa kehadiran neneknya.

      Selamat mencoba, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • oki andhika untari
    oki andhika untari
    siang bunda ...

    gimana cara pembagian peran antara papa dan mama dlm merawat si kecil? kegiatan apa yg bsa dilakukan utk bsa mngkatkan sensor motorik si kecil saat usia awal bun?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Papa Oki, semoga saya tak salah menebak dari namanya ya :D Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Pa, tiap keluarga punya pembagian peran yang berbeda, tergantung minat dan kemampuannya. Contohnya, kalau Mama bekerja dari pagi sampai malam sementara Papa bekerja di rumah, tentunya Papa lebih banyak mengasuh si kecil dibandingkan Mama. Dalam memberikan stimulasi, contohnya kalau Papa lebih jago masak dibandingkan Mama, tentunya Papa akan banyak sekali memberikan contoh memasak, walaupun kabarnya memasak adalah ‘pekerjaan perempuan’ (padahal banyak koki terkenal itu laki-laki ya). Nah, pembagian peran ini perlu dibicarakan dan disepakati antara Mama dengan Papa.

      Kegiatan stimulasi motorik kasar bisa berupa berlari, berjalan, melompat, memanjat, ataupun gerakan olahraga. Kegiatan stimulasi motorik halus dapat berupa mewarnai, meronce, mengaduk adonan, membentuk lilin malam, dll. Sementara kegiatan stimulasi sensori, tentunya tergantung indra apa yang ingin distimulasi. Contohnya, untuk menstimulasi pendengaran, si kecil dapat diajak menebak suara yang terdengar. Untuk menstimulasi indra perasa, si kecil dapat mencoba berbagai jenis makanan. Untuk menstimulasi indra penghidu, si kecil bisa diajak mengenali bau-bauan di sekitarnya.

      Selamat mencoba, Pa!

    • Live Chat sudah selesai.

  • fatqurokhim nur abadi
    fatqurokhim nur abadi
    siang dok....sy papa dr arin...usia 2,2 bl,anak sy itu suka kadang meminta sesuatu smp menangis lama dan smp tdk mau diam dan kadang smp teriak2, selain itu jg sesama temannya baik baik laki2 atau perempuan , suka dicakar mukanya sm arin jd kadang smp dibilang nakal sm temen2nya, bahkan kdg suka marah dan teriak2 klo pas tdk sesuai keinginannya...apakah itu wajar ? sy dan istri sm2 bekerja smp sore, selama ini klo km tinggal sm kakeknya, bagaimana jg peranan kami agar anak km tumbuh berkembang dg baik...trm ksh sblmnya
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Papa Fatqurokhim! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Pa, si kecil yang berusia 2-3 tahun memang sering menjadi individu yang keras kepala. Ini adalah perkembangan emosional yang normal, saat ia sedang belajar menjadi individu terpisah dari orangtuanya. Ada banyak trik yang bisa Papa dan Mama coba untuk memberikan instruksi maupun menangani amukan / tantrumnya. Cobalah membuka link http://chirpstory.com/li/106881, http://chirpstory.com/li/11032, atau link lain dalam folder favorit akun twitter @AnnaSurtiNina. Selama kondisi perkawinan Papa dan Mama baik, Papa juga bisa berkomunikasi dengan hangat bersama Mama, maka trik-trik tersebut dapat memberikan hasil terbaiknya demi tumbuh kembang yang optimal. Selamat mencoba, Pa!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Live Chat dengan topik Peranan Papa dan Mama terhadap Tumbuh Kembang si Kecil sudah ditutup ya Mama. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap bersabar, karena akan segera dijawab oleh Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi.

    Ditunggu juga ya Mama pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Mama Care.

    Setelah ini akan ada #KuisLiveChat berhadiah menarik loh Ma di twitter @mamacareID. Pantau terus twitter @mamacareID ya, agar tidak ketinggalan mengikuti #KuisLiveChat.

    Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi mengikuti Live Chat 8 Januari 2015.

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • rohma awalia
    rohma awalia
    Siang bu anna
    Saya dan suami berkerja seharian meninggalkan kedua anak kami Shifa 4th dan Hafif 9M.kami hanya punya waktu berkumpul dimalam hari,pagi sebelum kami berangkat bekerja dan hari libur
    Apakah bener bu anna anak yg ditinggal orang tuanya bekerja selalu punya ruang kosong dihatinya?dan apakah akan berpengaruh utk tumbuh kembangnya?
    Karna sampai saat ini alhamdulillah anak2ku berkembang baik hanya saja si kaka semakin dewasa dia dapat mengkritik ayah ibunya yg selalu sibuk bekerja bu,apalagi kadang dia sudah bisa bicara"bunda dirumah aja jangan kerja,temenin kaka main"apa ini salah satu dr isi hatinya yg selalu ditinggal ibunya bekerja
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Rohma! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Ada betulnya bahwa si kecil selalu merindukan Papa dan Mama, apalagi mereka di rumah seharian ketika Mama dan Papa bekerja. Namun kalau Mama dan Papa memang perlu bekerja dan bahagia karena bekerja (baik karena kebutuhan finansial ataupun kebutuhan lain), maka si kecilpun perlu belajar untuk menerima bahwa mereka tak bisa terus-menerus bersama Mama dan Papa.

      Oleh karena itu penting sekali Mama dan Papa memilih pengasuh (bisa nenek / kakek, tetangga, daycare, sekolah, babysitter, dll) yang memang bisa dipercaya dan betul-betul menyayangi si kecil. Pengasuhlah yang akan menjadi tangan kanan Mama dan Papa dalam mengasuh si kecil, pengasuh pula yang bisa menguatkan peran Papa dan Mama saat Papa dan Mama sibuk bekerja, misalnya dengan tetap menyampaikan kepada si kecil bahwa yang diminta oleh pengasuh itu adalah permintaan Mama dan Papa. Saat Mama dan Papa di rumah, optimalkan pengasuhan dengan si kecil. Usahakan berjauhan dulu dengan gadget agar semakin berkualitas relasi dengan si kecil.

      Selamat mencoba!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Fadiyah
    Fadiyah
    Selamat siang bunda Anna.

    Bagaimana peranan papa dan mama terhadap tumbuh kembang si kecil disaat papa dan mamanya sibuk kerja di kantor siang hari, sementara itu si kecil sedang bersama kakek dan neneknya?
    Saya dan suami saya pegawai swasta bunda, kerja senin-jumat. Sementara saya dan suami sedang kerja di siang hari, anak saya yang berumur 2 tahun, saya titipkan ke kakek dan neneknya. Kadang saya dan orangtua saya berbeda pendapat dalam mengasuh anak saya. Maksud orangtua saya baik untuk anak saya, tapi kadang saya kurang setuju dengan tindakan orangtua saya.
    Contoh:
    - Kalau anak saya sakit, orangtua saya selalu minta langsung dibawa ke dokter atau mau dipijet ke tukang pijet bayi. Tapi kalau menurut saya, tunggu 1-2 hari dulu, baru dibawa ke dokter.
    - Terus untuk pemilihan susu formula. Awalnya sy yg memilih susu formula X. tp kalau ada apa2 dengan anak sy, selalu susunya yang disalahin. katanya susunya disuruh beli susu yang mahal.

    Gimana ya solusinya bunda?
    Terima Kasih atas pencerahannya bunda.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Fadiyah! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Walaupun si kecil lebih sering diasuh oleh nenek dan kakeknya, peran Papa dan Mama tetap lebih besar lho. Adanya hubungan darah langsung dengan Papa dan Mama menjadikan si kecil punya kedekatan yang khusus dan tak tergantikan. Jadi seminggu sekali (atau lebih sering juga boleh), si kecil dapat diasuh di rumah sendiri tanpa melibatkan nenek dan kakeknya. Pada saat itu Papa dan Mama dapat mengasuh si kecil dengan gaya yang dipilih.

      Mengenai perbedaan pendapat, memang sering pula nenek dan kakek punya pendapat yang tepat pada jamannya, namun kurang tepat pada masa kini. Tak mudah bagi mereka untuk berubah pendapat, karena mereka telah hidup dengan prinsip-prinsip tersebut sekian lama. Karena itu pula tak bijak jika terus-terusan Mama berselisih pendapat dengan mereka.

      Bagaimana kalau Mama dan Papa rajin-rajin memberikan artikel atau buku yang menjelaskan pentingnya jadi pasien cerdas atau caranya memilih susu dan asupan nutrisi lain. Mama dan Papa juga dapat mengajak kakek dan nenek ketika berkunjung ke dokter anak atau psikolog anak, agar kakek dan nenek mendengar sendiri dari para ahli tentang cara pengasuhan si kecil yang lebih tepat di jaman sekarang. Kalau Mama dan Papa tahu kenalan kakek dan nenek yang punya prinsip sama seperti Mama dan Papa, ayo ajak kakek dan nenek mengunjungi kenalannya tersebut untuk mendiskusikan pengasuhan cucu. Kenalan tersebut akan lebih berpengaruh dibandingkan anak dan menantunya dalam mengubah pola pikir mereka.

      Selamat mencoba, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • rahmawati
    rahmawati
    selamat siang dok,,,,,
    saya rahma, begini dok... saya seorang ibu pekerja, setiap hari senin-sabtu anak saya bersama neneknya. bertemu dengan saya setiap sore, begitupun dengan suami saya dok.
    yang saya tanyakan, apakah peranan ayah dan ibu terhadap anak saya kalau kedua orang tuanya bekerja, dan sebenarnya seberapa pentingkah peranan ibu dan ayah terhadap tumbuh kembang sii anak?? apakah nanti besarnya malah lebih sayang terhadap neneknya dibandingkan dengan ibunya sendiri.
    terima kasih atas jawabannya MamaCare
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Rahma! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Saya psikolog nih, bukan dokter :D

      Mengenai si kecil lebih sayang siapa, itu akan sangat tergantung dari pengalamannya diasuh oleh nenek versus mama dan papa. Si kecilpun akan punya pilihannya sendiri, lebih suka diasuh dengan cara apa. Namun tetap menguntungkan lho buat si kecil kalau memiliki banyak orang yang menyayanginya.

      Peran Papa dan Mama tetaplah yang terpenting kok, walaupun yang lebih banyak mengasuh si kecil adalah neneknya. Biasanya nih, Papa dan Mama yang bekerja, mereka bekerja demi memberikan fasilitas terbaik buat si kecil kan. Selain itu, hubungan darah Mama, Papa, dengan si kecil, tetaplah membuat si kecil punya keterikatan khusus dengan Papa dan Mama.

      Oleh karena itu, walaupun bekerja, tetaplah atur energi Mama dan Papa agar ketika pulang nanti tak terlalu kelelahan, agar dapat bermain dengan si kecil. Di akhir minggu ketika tak bekerja, optimalkan waktu dengan si kecil, dan usahakan mengasuhnya secara terpisah dari neneknya.

      Semoga menjawab, Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Liswanti Pertiwi
    Liswanti Pertiwi
    Selamat siang Bu Anna. Saat ini saya memiliki 2 anak, laki-laki dan perempuan. Jarak antara anak pertama dan kedua hanya sekitar 2 tahun. Disini dari kedua anak memang memiliki kecenderungan yang sangat berbeda. Kalau kakaknya yang perempuan sangat cerewet dan adik lelakinya sangat pendiam. Memang anak lelaki saya lebih mirip papanya sewaktu kecil. Dan anak perempuan saya lebih mirip saya. Tapi dalam keseharian yang perempuan lebih dekat dengan papanya, sedangkan laki-laki dekat dengan saya. Melihat kondisi seperti itu, sebenarnya apa yang salah ya bu? padahal, setiap hari keduanya lebih lama bermain dengan saya. Tapi hanya laki-laki yang dekat dengan saya.
    Terus anak kedua saya yang lelaki saat lahir dia sakit, katanya kurang matang biarpun diusia kandungan 38 minggu. Dimana jantung dan paru-parunya dengan kuat. Hingga saat ini anak lelaki saya ini, kalau kaget sedikit pasti nangis, kalau suara papanya sedikit keras dia gemetaran, ada bunyi2an keras, dia akan ketakutan. Apa ini ada hubungan dengan kondisi saat dia lahir? apa yang harus kami lakukan selaku orang tua, biar hal-hal seperti itu tidak terus terulang.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Liswanti! Mohon maaf ya kemarin ada masalah teknis, sehingga jawabannya baru bisa masuk sekarang.

      Sayang Mama tak menyebutkan usia persisnya si kecil. Beda sekali lho antara si kecil yang 1 dan 3 tahun, dengan 4 dan 6 tahun, walaupun bedanya sama-sama 2 tahun.

      Tak masalah kok Ma, kalau si kecil punya tokoh favorit masing-masing, yaitu mama dan papanya. Ada banyak sekali variabel yang berperan, misalnya cara masing-masing orangtua berperilaku, bagaimana memberi instruksi, bahkan kadang si kecil membedakan pula bau Mama dan Papa.

      Mengenai kondisi jantung dan paru-paru, coba dikonsultasikan dengan dokter anak. Bisa saja berkaitan, tapi mungkin saja hanya kebiasaan saja. Dari sisi psikologis, kalau tak ada masalah dengan pertumbuhan jantung dan paru-parunya, maka si kecil bisa ditenangkan saja ketika Papa sedang bersuara keras. Lama-kelamaan si kecil tak akan terlalu takut. Tentunya perlu dicek dulu kondisinya dengan dokter anak ya, Ma. Selamat mencoba! 

    • Live Chat sudah selesai.