Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Anna Surti Ariani

Tips dan Manfaat si Kecil Tumbuh Bahagia

Anna Surti Ariani Ahli Psikologi Anak
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Anna Surti Ariani. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Helmina Artania
    Helmina Artania
    Selamat siang Bu Anna, saat ini sy sedang hamil anak k2 usia kandungan 8bln 2minggu, anak pertama 21bln sering banget nangis Dan minta gendong, sementara sy sudah ga kuat gendong. Kadang sy terbawa emosi/ marah2, sampai membentak dan akhirnya dia nangis.
    Yg mau sy tanyakan :
    1. Apakah ada pengaruh pada pertumbuhanya nanti?
    2. Bagaimana cara mengatasinya?
    No: tp jujur setelah itu sy Sangat2 menyesal & Kadang sampai nangis Kalo lihat dia :'(.
    Ditunggu jawabanya ya Bu Anna, terimakasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai mama Helmi.

      Ma, si kecil yang belum 2 tahun ini memang masih amat sangat membutuhkan gendongan Mama. Kalau Mama sudah tak kuat menggendongnya, jangan sampai Mama menghiburnya dengan mengatakan, “Mama nggak kuat, kan lagi ada adik,” karena itu memunculkan bibit kecemburuan si kecil pada adiknya kelak. Inilah pengaruhnya. Cara mengatasinya, lebih baik Mama langsung duduk, lalu memeluk dan membelai si kakak. Setelah si kakak tenang, ajak kakak untuk ikut membelai adik seperti Mama barusan membelai kakak.

      Memang sulit sekali hamil sambil memiliki batita. Tapi karena sudah terlanjur, tak mungkin menyerah kan Ma. Oleh karena itu selalu pastikan Mama memenuhi nutrisi sehat, juga banyak beristirahat, agar tubuh lebih fit. Minta juga bantuan dari orang dewasa lain untuk ikut mengasuh kakak. Bantuan ini masih terus dibutuhkan sampai adik berusia sekitar 3 tahun kelak, kecuali Mama amat sangat perkasa dan selalu ceria dalam mengasuh 2 anak tanpa bantuan.

      Selalu ingat Ma, si kecil mungkin bukan satu-satunya anak Mama, tapi Mama adalah satu-satunya Mama buat si kecil. Masing-masing anak adalah unik, dan mereka amat sangat membutuhkan mamanya. Tangguh dan kuatlah menjadi seorang Mama.

      Semoga membantu ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Andi Rohani
    Andi Rohani
    Anak saya laki2 usia 4thn di sekolah anak y ga bs ddk lama2 tuk belajar dia lbh senang bermain begitu jg kalau di ajak ke ulang tahun temen y..normal ga dok sikap anak seusia saya itu..makasi
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear mama Ani, saya psikolog bukan dokter nih, hehehe.

      Ma, kalau si kecil sudah berusia 4 tahun, kita memang mengharapkan dia bisa lebih lama duduk, namun juga bukan yang terlalu lama. Kalau Mama ragu, coba ajak si kecil ke klinik tumbuh kembang untuk menentukan apakah aktifnya ini masih tergolong wajar atau sudah berlebihan. Agak sulit nih Ma, memberi saran kalau belum melihatnya secara langsung. Semoga menjawab ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Dyan Dedyan Brazilya
    Dyan Dedyan Brazilya
    Siang Dok.Anna
    Saya Seorang IRT,Putri kecil saya beusia 4Tahun,Anak saya gampang sekali marah jika keinginannya tak dituruti,kadang saya ikuti kemauannya tp kadang saya biarkan karena takut nanti jadi kebiasaan.Saya ingin menanyakan:
    *Apakah menuruti sikecil termasuk membuatnya bahagia?
    **Apa saja yg bisa membuat si kecil bahagia tanpa menghilangkan kedisiplinan dan ketegasan kepada anak?
    ***Apa yg harus dilakukan jika hal yg membuat dia bahagia menjadi kan s kecil Kolokan dan melawan.Minta tipsnya dok
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Dyan, saya psikolog nih bukan dokter hehehe.

      Ma, betul kok, tak semua keinginan si kecil perlu dipenuhi. Orangtualah yang perlu menelaah mana keinginan yang memang adalah kebutuhan dan perlu dipenuhi, mana keinginan yang sekadar keinginan dan bahkan tak perlu dipenuhi karena membahayakan. Tak berarti kalau menuruti semua yang diinginkan si kecil akan membuatnya bahagia, karena si kecil tak selalu tahu kok apa yang betul-betul dibutuhkannya.

      Penelitian membuktikan bahwa memanjakan anak, memberikan pola asuh yang permisif, justru membuat si kecil dalam jangka panjang jadi tak bahagia. Begitu pula jika orangtua terlalu kaku pada aturan, alias melakukan pola asuh otoriter. Justru pola asuh moderat / autoritatif, yang memberikan kehangatan tapi sekaligus juga tegas pada aturan, itulah yang membuat si kecil lebih bahagia, karena si kecil justru banyak berlatih dengan hangat untuk menghadapi kekecewaan sekaligus menaati aturan, sesuatu yang amat sangat dibutuhkan di masa depannya. Jadi, tak perlu khawatir mendisiplinkan si kecil, Ma.

      Pertanyaan ketiga, sepertinya sudah terjawab ya. Yang menjadikan dia senang belum tentu menjadikan dia bahagia, karena si kecil tak selalu tahu kan apa yang ia butuhkan. Perilaku kolokan dan melawan tetap perlu ditangani dengan tegas, namun tetap lembut. Si kecil yang berusia 4 tahun sudah boleh kok mendapat semacam hukuman, berupa konsekuensi dari perbuatannya. Kalau belum 4 tahun kan belum boleh dihukum. Konsekuensi itu misalnya seperti diminta membereskan mainan yang berantakan, atau mengepel lantai yang ia basahi dengan minumannya.

      Semoga menjawab ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • alfia madina
    alfia madina
    Siang mama Anna, smoga sehat selalu...
    Sy mencoba menerapkan konsep adil pd anak, dmn mgk nnti tdk smua keinginan anak bs dipenuhi,namun y mrka butuhkan. Bgmn cara memberikan pemahan pd anak tentang cara sy yg spt itu baik u/ masa dpannya.
    Terimakasih.
    Salam


    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Fifi.

      Betul sekali, bukan semua keinginan dipenuhi, tapi yang dibutuhkan tentu harus dipenuhi. Yang namanya adil bukan berarti sama persis satu sama lain, namun adalah yang memang dibutuhkan. Contoh kalau si kakak butuh pensil warna, adik yang usia batita tidak perlu mendapatkan pensil warna karena jari-jarinya masih terlalu kecil untuk memegang pensil warna. Adik bisa mendapatkan crayon berdiameter besar, atau mainan lain yang dibutuhkan, atau memang tak perlu mendapatkan apapun pada saat itu karena sedang tak membutuhkan apapun.

      Terus terang sih di usia balita mereka belum akan paham (secara kognitif), seluar biasa apapun Mama menjelaskannya, karena perkembangan kognitifnya masih terbatas. Balita belum mampu membayangkan masa depan. Kalau anak-anak sudah berusia remaja nanti, mereka akan lebih mampu memahaminya. Walaupun belum paham, kedua anak bisa merasa nyaman dengan apapun yang diperbuat Mama, jika Mama menyediakan kenyamanan bagi anak-anak ketika mereka mendapatkan perbedaan tersebut. Contoh, adik mungkin tak mendapat alat mewarnai, namun ia mendapatkan kesempatan dibacakan tambahan buku sebelum tidur.

      Semoga menjawab ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Jam sudah menunjukkan pukul 15.00. Sesi Live Chat kali ini ditutup ya, Mama. Terima kasih atas partisipasinya dan ikuti Live Chat selanjutnya ya, Mama. 10 Pertanyaan menarik akan mendapatkan hadiah dari Mama Care dan Mama Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi. 

    Percakapan
    • theresia chandra nugraheni
      theresia chandra nugraheni
      Terimakasih Lactamil mamacare dan ibu Anna yg telah menyediakan waktu utk sharing ilmunya kepada kami semua. Terimaksih atas masukan dan jawaban yg bagi kami sangat bermanfaat dan membantu dlm menentukan pola asuh yg lebih baik dan membahagiakan bagi anak. Selamat petang
    • Live Chat sudah selesai.

  • Sulis Setiyowati
    Sulis Setiyowati
    Selamat siang mama Anna,, Anak saya yg pertama berusia 28 bln dan yg kedua usianya 1 bln, tapi setiap sikecil saya gendong,yg besar selalu nangis minta digendong juga,memang ada kecemburuan sibesar ke sikecil,trus bagaimana sya menghadapi situasi ini ma?dan bagaimana si besar bisa bahagia dengan kehadiran sikecil?
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Sulis Cupzt.

      Terus terang nih, jarak usia antara kedua anak memang berdekatan sekali. Jadi wajar sekali kalau si kakak masih amat sangat membutuhkan perhatian Mama. Ada baiknya Mama tidak sendirian dalam mengasuh kedua anak, namun ada orang dewasa lain yang dapat dipercaya. Sesekali Mama akan perlu fokus dengan si kakak tanpa si adik mengganggu, dan di lain waktu Mama perlu fokus kepada adik tanpa kakak mengganggu. Perhatian penuh dari Mama, tanpa adanya selingan dari saudara kandung, sangat dibutuhkan oleh si kecil.

      Karena jarak usia yang dekat, usahakan jangan meminta kakak memberi contoh buat adiknya, biarkanlah ia berkembang dengan optimal tanpa harus menjadi idola bagi adiknya. Janganlah membandingkan satu sama lain karena pada dasarnya mereka adalah individu yang berbeda. Jika si kakak berdekatan dengan adik, ingatkan kakak bahwa ia adalah kakak yang sayang adik. Berikan pujian untuk hal kecil apapun yang baik dilakukan kakak terhadap adik, walaupun kita tahu bahwa itu tak sengaja. Contohnya kalau ia sekadar duduk diam saja memperhatikan adik, Mama bisa sampaikan pujian plus belaian dengan mengatakan, “Kamu hebat deh, Mama lagi sibuk sama adik, kamu bisa duduk manis.”

      Usahakan tak menargetkan ‘sama sekali tak cemburu’ atau ‘sama sekali tak bertengkar’, karena itu tak mungkin. Bagaimanapun interaksi antara dua saudara kandung akan selalu dipenuhi macam-macam emosi, dan si kecil memang membutuhkan semua emosi tersebut.

      Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Choiriyah
    Choiriyah
    Selamat siang bu Anna...
    Saya punya 2 anak, satu umur 3 tahun yang kecil baru 5 bulan.
    Bagaimana menjaga kedua anak bahagia...
    karena kadang si kakak kelihatan bahagian tapi juga kadang pemarah dan jeles sama adiknya... Mohon penjelasan...
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama Choiriyah.

      Selamat datang di dunia orangtua 2 anak! Betul sekali, sesekali salah satu atau kedua anak akan cemburu dengan kehadiran saudara kandungnya. Terlihatnya ia tak senang, namun tak berarti ia tak bahagia lho Ma. Tergantung bagaimana ia memaknai kehadiran saudara kandungnya tersebut, dan ini tak bisa diciptakan dengan singkat, perlu proses yang amat sangat panjang seumur hidupnya.

      Untuk mengurangi pemarah dan cemburunya, Mama bisa mencoba untuk memiliki waktu spesial dengan masing-masing anak. Pergi berdua saja, tanpa kehadiran anak yang lain, bisa jadi salah satu cara. Dengan waktu spesial ini, Mama bisa memberikan perhatian sepenuh-penuhnya kepada si kecil, tanpa disela oleh saudara kandungnya. Inilah artinya mama memenuhi kebutuhan perhatian si kecil. Cara ini tak menghilangkan pemarah dan cemburunya, karena itu wajar kok dialami. Namun dapat mengurangi.

      Semoga bisa dicoba ya Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Nona Ati
    Nona Ati
    selamat sore Bu Anna..saya mau tanya nih,saya punya anak sudah 2,,apa dgn cara memanjakan anak,apakah anak akan menjadi org yg tumbuh bahagia nantinya? lalu bagaimana sih cara nya agar si kecil tumbuh dgn bahagia? apa harus dgn cara membiarkan apa yg dia mau,membiarkan yg dia perbuat sesukahati si kecil apa itu akan baik bagi si kecil tuk tumbuh bahagia bu Anna,? mohon penjelasan nya terima kasih selamat sore :)
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Selamat sore juga Mama Nona. Kebetulan sekali pertanyaan Mama juga ditanyakan beberapa Mama lain, saya copaskan salah satu jawaban saya, Mama juga bisa mengintip jawaban di pertanyaan lain ya Ma.

      Terus terang memanjakan anak seakan membuat anak bahagia, dalam jangka pendek. Namun dalam jangka panjang, anak cenderung lebih tak bahagia, dibandingkan mereka yang diasuh dengan pola asuh yang tepat, yaitu pola asuh moderat atau autoritatif. Mengapa? Karena memanjakan anak membuat anak jadi individu yang tergantung pada orangtuanya, maunya menang sendiri dan semau-maunya, kesulitan mengikuti aturan, berdaya juang rendah sehingga mudah menyerah, dan beberapa pengaruh negatif lain. Anak-anak semacam ini ketika dewasa cenderung kalah dalam persaingan dengan orang dewasa lain, atau bertindak dalam cara yang tidak disukai oleh banyak orang sehingga banyak dimusuhi. Jadi kurang bahagia kan? Lalu gimana membahagiakan anak? Orangtua bisa mulai dari mengubah pola asuh menjadi pola asuh yang tepat. Ayo banyak membaca dan banyak berdiskusi tentang pola asuh yang tepat, demi membuat si kecil jadi lebih bahagia.

      Selamat membuat si kecil jadi lebih bahagia tanpa memanjakannya ya, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • Lutfia
    Lutfia
    Selamat siang bunda Anna,
    Sy baru saja melahirkan, bagaimana cara agar baby new born happy??? Kiat2 apa saja yg harus sy lakukan terima kasih.
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Dear Mama Fia,

      Selamat bergabung di dunia orang tua ya. Ma, kebetulan sekali hari Selasa kemarin saya sempat kultwit tentang perkembangan emosi bayi. Silahkan dicek ya Ma.

      Jadi begini. Para ahli percaya bahwa bayi baru lahir belum memiliki emosi seperti bahagia atau sedih / marah. Kalaupun terlihat demikian, kata para ahli nih, bukan karena ia menunjukkan emosi tersebut, namun lebih sebagai reaksi atas apa yang diterimanya dari lingkungan. Jika Mama sensitif dan tepat dalam merespon kebutuhan si kecil (misalnya begitu ia pipis langsung diganti popoknya, atau begitu ia lapar langsung diberi ASI), bayi cenderung lebih banyak tersenyum, dan ini cikal bakal dari kebahagiaannya. Namun kalau Mama selalu terlambat atau kurang tepat dalam merespon (misalnya ia ngantuk tapi malah diajak main bukannya ditenangkan untuk tidur), tentunya bayi merasakan sebaliknya. Oleh karena itu, jadilah Mama yang sensitif dan tepat dalam merespon kebutuhan si kecil. Tips lain, silahkan lho dicontek lewat pertanyaan-pertanyaan lain.

      Selamat membahagiakan si kecil, Ma!

       

      Salam, @AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.

  • dewanti anggia ayu
    dewanti anggia ayu
    Selamat siang bu ..
    Saya mohon tips nya agar anak saya bisa tumbuh bahagia dan tidak merasa kurang kasih sayang karena saya dan ayhnya sama sama bekerja. Mohon tips agar setiap waktu berkumpul kami dengan si.kecil berkualitas
    Yg saya takutkan si.kecil.merasa kurang kasih sayang dan merasa lebihbdekat dgn oranglain dibanding ibunya..terimakasih
    Percakapan
    • Anna Surti Ariani
      Anna Surti Ariani

      Hai Mama DewantiAnggi.

      Pertama, Mama perlu menyelaraskan harapan Mama agar lebih realistis, tak terlalu berlebihan. Jika targetnya adalah semua waktu berkumpul akan berkualitas, terus terang itu target yang terlalu tinggi dan sulit dicapai. Pastinya kita mengharapkan sebanyak mungkin waktu berkumpul akan berkualitas, namun bisa saja ada waktu-waktu yang memang kurang berkualitas, dan itupun wajar saja.

      Kalau Mama dan Papa sama-sama bekerja, maka harus dipastikan si kecil diasuh oleh orang dewasa yang bisa Mama dan Papa percaya. Kalau bisa sih si pengasuh ini (bisa nenek / kakek, tetangga, ART, babysitter, dll) cukup cerdas untuk juga mampu menstimulasi si kecil. Tapi kalau harus memilih, daripada punya pengasuh ahli namun tak sayang anak, jauh lebih baik punya pengasuh yang sayang walaupun kurang ahli.

      Di kantor, Mama perlu berkonsentrasi penuh dalam bekerja agar sebanyak mungkin pekerjaan bisa tuntas dan tak perlu dibawa pulang. Begitu sampai rumah, usahakan fokus pada si kecil, tidak perlu lagi dibantu oleh pengasuh. Memang akan repot, namun si kecil bisa merasa jauh lebih dekat dengan mama dan papanya.

      Si kecil lebih dekat dengan orang lain dibandingkan mama dan papa? Coba dekati orang tersebut, pelajari bagaimana cara dia memperlakukan si kecil. Boleh lho ditiru caranya. Nanti kalau si kecil sudah lebih dekat dengan Mama dan Papa, maka Mama dan Papa bisa menggunakan cara sendiri untuk mengasuh si kecil.

      Selamat mencoba, Ma!

       

      Salam,@AnnaSurtiNina

    • Live Chat sudah selesai.