Search logo Menu logo

Live Chat Bersama Ahli

Nadia Mulya

Tips Didik si Kecil Sejak Dini

Nadia Mulya Ahli Seputar Gaya Hidup Mama Hamil
Live Chat

Hai Mama, Live Chat kali ini sudah ditutup ya. Terima kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Nadia Mulya. Ditunggu juga pengumuman 10 pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Lactamil.

Sejarah Live Chat Member Lainnya
  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Selamat bagi 10 Mama terpilih pada Live Chat 23 September 2015 bersama Ahli Gaya Hidup Mama Nadia Mulya. Segera kirim data diri ke inbox Facebook Fanpage Mama Care (nama lengkap, alamat, no. telepon) dan harap sebutkan Mama sebagai pemenang Live Chat 23 September 2015

    Terima kasih untuk Mama yang sudah berpartisipasi, sampai bertemu di Live Chat berikutnya dengan tema menarik lainnya.

     

     

     

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Betty Yuliani Silalahi
    Betty Yuliani Silalahi
    Terimakasih atas pencerahannya Mama Nadia, menambah pengetahuan saya dalam mendidik Si Kecil sejak dini, terimakasih Mama Nadia, sukses selalu ya Mama..
    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Mama Care Lactamil
    Mama Care Lactamil

    Mama, Live Chat Mama Care sudah ditutup ya. Terima Kasih bagi Mama yang sudah berpartisipasi. Bagi Mama yang pertanyaannya belum dijawab harap ditunggu, akan segera dijawab oleh Mama Nadia Mulya.

    Ditunggu juga pengumuman 10 Mama pemenang yang akan mendapatkan paket eksklusif dari Mama Care. Jangan lupa juga untuk ikutan #KuisLiveChat di twitter @mamacareID ya, hadiah menarik menanti Mama.

    Percakapan
    • Live Chat sudah selesai.

  • Adesova Marisa
    Adesova Marisa
    Bund anak saya berusia 7 bulan. Dia tidak bisa kalo saya ga ada disamping dia, sebentar saja saya menghilang dari matanya dia selalu menangis mencari saya. Apakah dia termasuk anak yg manja? Kapan waktu yg tepat untuk mulai mendidiknya menjadi pribadi yg mandiri? Trimakasih
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Ades,

      Jangan khawatir Ma, usia 7 bulan masih sangat bergantung dengan Mama, apalagi bila masih ASI. Agar mandiri dan tidak manja, si kecil harus sudah mengurangi ketergantungannya dengan Mama dan lebih tertarik dengan dunia luar. Kemandirian dan keberanian itu akan berkembang seiring dengan rasa keamanan pada lingkungan intinya, sehingga ia PD “menjelajah” daerah dan situasi baru. Nantinya, dimulai dengan memberinya tanggung jawab melakukan hal kecil yang berdampak langsung pada dirinya, dan memberinya apresiasi bila berhasil melakukannya. Bila gagal, jangan kecilkan semangatnya. Katakanlah itu hal yang wajar, dan pada waktunya sendiri, ia boleh mencoba lagi.

      Anak tumbuh begitu cepat Ma, mumpung masih bisa unyel-unyelan, dinikmati saja momen mesra dengan si kecil :)

    • Adesova Marisa
      Adesova Marisa
      Terimakasih mama nadia atas jawabannya. Senang sekali dapat berkonsultasi langsung dgn mama. :)
    • Live Chat sudah selesai.

  • kiki sri rizki
    kiki sri rizki
    Selamat siang mama...saya mau tanya bagai mana merubah kebiasaan anak saya..kalau marah itu suka mukul ..usia nya baru 14bulan...kalau ada mau nya ga diturutin suka ngambek dan memukul...saya hawatir akan terbawa trs kebiasaannya ..mohon bantuannya mama ..
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Kiki,

      Sifat marah seringkali adalah bentuk dari anak “nge-tes” sampai batas mana kemauannya itu dituruti. Kalau anakku pada usia menjelang 2 tahun (namanya fase “terrible two” - yaitu fase dimana sebelumnya saat masih bayi, terbiasa selalu dituruti dan dilayani, kini mulai lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar dan mulai perlahan-lahan berkurang/dikurangi ketergantungannya dengan orang tua) dulu suka tiarap di lantai, tidak peduli di rumah ataupun supermarket yang ramai. Biasanya kalau sudah begitu Mama (apalagi ada kakek dan neneknya) akan langsung tidak enak dan bergegas memenuhi permintaan anaknya agar tidak malu. Tetapi ini tidak tepat Ma, apalagi bila si kecil memukul. Karena begitu si kecil menemukan pola bahwa dengan bertingkah demikian maka ia akan mendapatkan apa yang ia mau, maka ia akan terus menerus mengulangnya. Tapi saat si kecil tantrum, Mama harus tenang. Cara mendidik anak agar ia tidak merengek saat tidak mendapatkan yang ia inginkan adalah dengan ketegasan dan konsistensi. Memang tidak mudah Ma, tetapi ini bagian dari disiplin.

      Selamat “berjuang” ya Ma. Sabar ya, seiring usia, perkembangan dan perhatian dari Mama, pasti si kecil akan tumbuh menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan hormat pada orang tua.

    • kiki sri rizki
      kiki sri rizki
      Terimakasih mama..sangat membantu..ternyata mendidik si kecil penuh perjuangan...semangat !!
    • Live Chat sudah selesai.

  • Agustina Dewi Mandasari
    Agustina Dewi Mandasari
    Asalamualaikum, siang mama nadia, saya manda punya anak perempuan usia 2th 10bln, bagaimana cara menghadapi rengekan anak di tempat keramaian?? Anak saya srg mengambek saat d ajak jalan dan ketika mengambek dia srg duduk d jalan/d mall/ d tempat umum lainnya dan saya sering malu d buatnya dg tingkahnya itu, bagaimana cara mengatasinya?? Terimakasih atas jawabannya
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Walaikumsalam, hai Mama Manda,

      Kedua putriku juga mengalami hal serupa saat berusia menjelang 2 tahun dan beberapa bulan sesudahnya. Maka dikenal istilah fase “terrible twos”, yaitu di usia sekitar 2 tahun, seorang bayi yang biasa selalu dituruti dan dilayani, kini mulai lebih banyak berinteraksi dengan dunia luar dan mulai perlahan-lahan berkurang/dikurangi ketergantungannya dengan orang tua. Maka biasanya si kecil akan “ngetes” sampai batas mana kemauannya itu dituruti. Kalau anakku dulu suka tiarap di lantai, tidak peduli di rumah ataupun supermarket yang ramai.

      Biasanya kalau sudah begitu Mama (apalagi ada kakek dan neneknya) akan langsung tidak enak dan bergegas memenuhi permintaan anaknya agar tidak malu. Tetapi ini tidak tepat Ma. Karena begitu si kecil menemukan pola bahwa dengan bertingkah demikian maka ia akan mendapatkan apa yang ia mau, maka ia akan terus menerus mengulangnya.

      Cara menghadapinya: ketenangan dan konsistensi. Tidak mudah sih Ma. Tapi saat si kecil tantrum, Mama harus tenang. Duduk/jongkok di sebelahnya dan katakan dengan suara tegas tetapi tetap tenang bahwa yang ia lakukan itu tidak baik dan Mama tidak suka. Mama tidak akan menuruti apa yang ia mau dengan cara seperti itu. Kalau si kecil sudah bisa tenang dan berkelakuan yang manis lagi, maka Mama akan diskusi lagi atau memikirkan untuk memenuhi permintaan si kecil. Kalau ia sudah mulai tenang, alihkan perhatiannya dengan hal menyenangkan lain, seperti “nah sekarang kamu bantu Mama ya beli keperluan untuk masak nanti malam,” atau “yuk kita pilih buku cerita yang bisa kita baca sama-sama.”

      Berat memang, tetap dengan konsistensi, biasanya fase ini akan berlalu dalam 6 bulan. Selain mempermudah hidup Mama sekeluarga, ini akan membekali si kecil dengan life skill bahwa dalam hidup, tidak mungkin mendapatkan semua yang diinginkan).

      Semangat ya Ma!

    • Live Chat sudah selesai.

  • Tika Wulandari
    Tika Wulandari
    Dokter, anak sy usia 1,2tahun bagaimana cara mendidik si kecil supaya bisa mandiri dalam hal buang air dikamar mandi dan mengajarkan makan dengan menggunakan sendok. Lalu apakah dengan usianya sekarang sudah bisa d ajarkan tidur sendiri. Bagaimana tipsnya. Mksh dokter.
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Tika,

      Hal-hal atau milestone yang dipelajari oleh anak yang beranjak dewasa dari bayi ke balita adalah buang air, tata krama di meja makan, dan tidur sendiri. Setiap anak memiliki waktunya sendiri. Usia 1 tahunan boleh mulai dicoba dengan memantau kesiapannya. Misalnya urusan buang air, dimulai dengan dudukkan di toilet pada jam-jam tertentu, kemudian tahap selanjutnya tidak pakai diaper di siang hari, hingga akhirnya tidak pakai diaper di malam hari.

      Sementara untuk makan, dimulai dengan Mama Papa memberikan contoh duduk di meja makan. Orang tua adalah idola setiap anak. Maka ia akan mengikuti semua yang orang tuanya lakukan. Maka Mama dan Papa (dilanjutkan dengan anggota keluarga lain yang sering berinteraksi dengan si kecil) harus menunjukkan perilaku yang bijak dan baik secara berulang-ulang. Misalnya mengucapkan terima kasih, berbagi, tersenyum, dan sebagainya, termasuk tata krama di meja makan. Saat ingin mengajarkan sesuatu, selipkan dalam momentum kebersamaan dan kondisi anak sedang sangat tenang. Karena anak akan lebih mudah menyerap sesuatu dalam kondisi yang menyenangkan dibandingkan dengan suasana yang negatif.

      Untuk tidur sendiri, juga lakukan secara bertahap. Mulai dengan akhir pekan main “camping” di kamar tidurnya hingga ia terlelap. Intinya adalah sabar dan konsisten ya Ma. Semua ini adalah bagian dari perkembangannya.

    • Tika Wulandari
      Tika Wulandari
      Mksh dokter atas penjelasannya dan tipsnya.
    • Live Chat sudah selesai.

  • musyati
    musyati
    Saya terlalu protektif untuk anak saya.bermain saya batasi takut cedera dan terjadi apa apa.mohon info mendifik yg baik
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Atik,

      Protektif itu wajar kok Ma, asal proporsional dan anak tidak merasa terkekang. Tapi mohon maaf informasinya kurang lengkap, anaknya usia berapa? Dan protektifnya kadarnya seperti apa?

      Sebaiknya rasa takut itu sedikit dikurangi. Biarlah anak bereksplorasi dalam batas kewajaran dengan sesama anak lain. Yang aku lakukan adalah sering mengadakan playdate agar dapat lebih mengenal teman-teman anak, dan juga bikin kelompok arisan dengan ibu-ibu sekolah agar kita dapat saling memantau perkembangan anak.

      Tidak kalah penting adalah memberi contoh yang baik dan kosisten dari figur tauladan, yaitu orang tua. Maka ia akan mengikuti semua yang orang tuanya lakukan. Maka Mama dan Papa (dilanjutkan dengan anggota keluarga lain yang sering berinteraksi dengan si kecil) harus menunjukkan perilaku yang bijak dan baik secara berulang-ulang. Misalnya mengucapkan terima kasih, berbagi, tersenyum, dan sebagainya. Saat ingin mengajarkan sesuatu, seperti Mama suka protektif karena begitu sayangnya pada si kecil. Selipkanlah dalam momentum kebersamaan dan kondisi anak sedang sangat tenang. Karena anak akan lebih mudah menyerap sesuatu dalam kondisi yang menyenangkan dibandingkan dengan suasana yang negatif.

    • Live Chat sudah selesai.

  • Rahma Novita Sari
    Rahma Novita Sari
    Selamat Siang Mama Nadia Mulya, Perkenalkan Saya Rahma mempunyai 1 Putri bernama Raniah dan usia nya sekarang 4 bulan, ini anak pertama saya, sejak usia sedini mungkin kami sebagai orang tua harus mendidik anak kami agar memiliki kepribadian dan kecerdasan yang baik, Dengan usia anak kami yang baru 4 bulan pendidikan apa yang seharusnya saya terapkan ke anak kami?
    Terimakasih Mama Nadia Mulya.... :)
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Rahma,

      Maaf baru melanjutkan live chat sekarang. Tadi laptop mati dan harus lanjut dengan acara. Kita lanjutkan sekarang yaa.

      Walau Raniah berusia 4 bulan, tetapi mendidik anak harus dari sedini mungkin. Wah apalagi anak pertama, pasti semua adalah pengalaman baru bagi Mama Papa.

      Anak menyerap segala sesuatu yang ada di sekelilingnya. Anak belajar dari contoh, dan contoh yang paling diteladani adalah orang tua. Selain contoh, anak juga belajar dari pola kebiasaan. Jadi jika melakukan sesuatu, lakukanlah secara berulang. Misalnya biasakan bertutur kata halus di hadapan anak, mengucapkan terima kasih, tolong dan kata-kata sopan lainnya. Sering bicara dengannya, seperti menceritakan keseharian atau membacakan buku. Walau belum mengerti, tetapi saat bayi menatap mata Mama dan mengamati semua yang Mama lakukan, itu menstimulasi perkembangan otak.

      Perkenalkan juga kebiasaan keluarga. Misal berdoa di meja makan, bangun pagi, merapihkan maianan, dan lain-lain, karena ini adalah bagian dari disiplin dan tanggung jawab. Semakin ia besar, Mama mulai bisa memperkenalkan pendidikan seperti kejujuran, keberanian, tolong menolong, dan sebagainya.

      Apapun itu, pastikan Mama mendampingi dalam setiap hal yang ia pelajari, agar Mama selalu menjadi sosok tauladan.

    • Live Chat sudah selesai.

  • dewi terangsari
    dewi terangsari
    Selamat Siang Mama Nadia Mulya. Saya devi, ibu dari seorang putri berusia 5 tahun dan putra berusia 7 bulan. Yang jadi pertanyaan saya yaitu
    Apakah cara mendidik anak yang berbeda usia dan berbeda jenis kelamin itu harus berbeda? Dan bagaimana cara mendidiknya agar saya tidak salah langkah dalam mendidik mereka? Sebelumnya saya ucapkan terima kasih ?
    Percakapan
    • Nadia Mulya
      Nadia Mulya

      Hai Mama Devi,

      Maaf baru melanjutkan live chat sekarang. Tadi laptop mati dan harus lanjut dengan acara. Kita lanjutkan sekarang yaa.

      Pendidikan harus selalu disesuaikan dengan usia, karena setiap usia ada milestone atau target yang harus diikuti, dengan cara penyampaian berbeda. Misal menurut teroti VAK (visual, auditori dan kinestetik), pada tahapan pendidikan tertentu, ada bagian dari VAK yang lebih dominan: saat di PAUD dan TK, hingga kira-kira kelas 3SD, informasi disampaikan melalui gerakan. Karena anak usia demikian masih mengasah kemampuan motorik kasar dan halus, maka kegiatan belajar dilakukan dengan sangat dinamis dan menggunakan aneka gestur dan gerakan. Dari kelas 4SD – SMP kelas 2, informasi dihantarkan melalui visual, yaitu banyak membaca dalam kondisi yang tenang (serius) seperti di perpustakaan. Buku bacaan tidak lagi dibuat menarik dan penuh warna, melainkan tulisan-tulisan yang sarat informasi. Sementara SMP kelas 3 hingga kuliah dan memasuki dunia kerja, mayoritas informasi disampaikan secara audio, misal mendengarkan kuliah.

      Sementara untuk jenis kelamin, penyampaian sama, hanya saja konten beberapa materi yang disesuaikan. Misal penting mengajarkan anak pendidikan hak-hak kesehatan dan privasi organ reproduksi: bagian mana saja tubuh dari anak perempuan/laki yang boleh dilihat keluarga saja. Lalu dalam bersosialisasi, akan diajarkan hal-hal yang diharapkan oleh masyarakat sesuai gender: misal anak perempuan diarahkan untuk bermain dengan hal yang bersifat feminin dan kekeluargaan, sementara anak laki diarahkan dengan hal yang maskulin dan sifat melindungi serta kepemimpinan. Ini penting untuk membangun identitas dirinya dalam bermasyarakat, dan lagi-lagi, Mama Papa lah role model yang paling dihormati dan diikuti oleh anak.

      Agar tidak salah langkah dalam mendidik, Mama Papa harus banyak browsing ilmu parenting atau bertanya pengalaman orang tua lain, kemudian menerapkan pengetahuan tersebut sesuai dengan karakter anak dan nilai-nilai dalam keluarga. Semoga membantu ya Ma.

    • Live Chat sudah selesai.