Setelah proses kehamilan dan melahirkan, proses selanjutnya dalam sistem reproduksi wanita adalah proses menyusui. Sebagai salah satu pengalaman yang dinanti seorang Ibu baru, proses menyusui biasanya terjadi secara alamiah. Tapi pada prakteknya seorang Ibu baru pasti membutuhkan arahan untuk mengetahui cara menyusui yang benar agar si kecil mendapatkan ASI secara maksimal. Berikut beberapa hal yang perlu Ibu ketahui tentang proses menyusui.

  1. Selama 3 hari pertama sejak melahirkan, payudara akan menghasilkan kolostrum yang berwana bening kekuningan. Kolostrum ini sangat baik untuk hari-hari pertama si kecil karena mengandung air, mineral, dan protein dalam porsi yang tepat. Kolostrum juga mengandung antibodi yang melindungi bayi. Setelah sekitar 3 hari, kolostrum akan habis dan digantikan oleh ASI
  2. Saat menyusui, berikan ASI kepada si kecil dengan kedua payudara Ibu secara bergantian untuk menjaga agar payudara Ibu tidak terlalu bengkak karena penuh dengan ASI
  3. Ketika si kecil menangis, kadang payudara Ibu secara otomatis mengeluarkan ASI walaupun tidak dihisap oleh si kecil. Hal ini terjadi karena refleks Oksitosin (let down reflex) pada payudara Ibu. Untuk menghindari ‘kecelakaan’ di tempat umum, breast pad yang bagus bisa jadi andalan.
  4. Kebutuhan menyusui setiap bayi berbeda-beda. Jadi Ibu tidak perlu membuat jadwal menyusui yang ketat. Susui saja bayi setiap dia memintanya. Tapi biasanya bayi yang baru lahir menyusui setiap 2-3 jam sekali dan rata-rata bayi baru lahir harus disusui 8-12 kali dalam 24 jam.
  5. Seorang bayi yang mendapatkan ASI yang cukup akan bertambah beratnya sekitar 200 gram per minggu dan buang air kecil paling tidak 6 kali sehari.
  6. Sebaiknya Ibu rajin merawat payudara setelah mulai menyusui. Dahulukan menyusui dengan payudara yang terasa lebih kencang. Jangan sampai payudara terlalu kencang sampai terlalu bengkak, karena bisa menyebabkan penyumbatan saluran ASI. Bila payudara terasa sakit, bengkak, ada benjolan, atau puting terasa sakit saat menyusui (pecah-pecah, timbul bercak merah), berkonsultasilah ke dokter/bidan. Terutama bila Ibu jadi demam karena payudara yang bengkak tersebut
  7. Produksi ASI selalu sebanding dengan konsumsi ASI. Jadi semakin banyak si kecil meminum ASI, semakin banyak juga payudara memproduksi ASI
  8. Kondisi psikologis Ibu berpengaruh terhadap produksi ASI. Bila mama stress ataupun marah, bisa jadi produksi ASI menjadi berkurang
  9. Bila Ibu tidak bisa memberikan ASI langsung, Ibu bisa memompa dan memberikan ASI dengan cara menyuapi ASI tersebut kepada si kecil dengan sendok. Bila memungkinkan, hindari memberikan ASI menggunakan botol susu terlalu sering, karena transisi antara puting susu Ibu dengan dot botol susu bisa membuat bayi mengalami ‘bingung puting’. Akibatnya bayi bisa menolak saat akan disusui karena sudah terbiasa dengan dot botol susu.
  10. Bila Ibu mengalami masalah dalam proses menyusui, Ibu bisa berkonsultasi ke klinik laktasi untuk mendapatkan solusi yang paling tepat. Dukungan dari suami dan keluarga juga sangat membantu Ibu dalam memberikan yang terbaik untuk si kecil

Selamat memulai pengalaman menyusui yang menyenangkan! Semoga target Ibu untuk memberikan ASI eksklusif  (ASIX) kepada si kecil selama minimal 6 bulan tercapai dengan sukses. 

 

Sumber: The Baby Book (William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N bersama Robert Sears, M.D dan James Sears. M.D.)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+