Semua Ayah pasti akan menyadari hidupnya berubah, dan menerima berbagai kejutan.

Setelah menjadi seorang Ayah, biasanya seorang laki-laki akan merasa campur aduk. Dia akan tersadar bahwa dia sekarang adalah seorang Ayah, mempunyai tanggung jawab baru, tekanan baru dan harapan baru. Bagi beberapa Ayah mungkin pemikiran tersebut sudah terjadi saat masih di rumah sakit. Tapi bagi beberapa Ayah baru akan tersadari beberapa hari setibanya dirumah. Cepat atau lambat, terlihat atau tidak, semua Ayah pasti akan menyadari bahwa hidupnya berubah, yang pasti itu semua akan mengejutkan untuk Ayah baru.

Rasa bingung

Biasanya akan terjadi konflik emosional di bulan-bulan awal menjadi seorang Ayah. Dimana di satu sisi seorang Ayah akan merasa jantan dan bangga karena berhasil mempunyai anak, sedangkan di sisi lain akan merasa kuatir jika tidak mampu memberikan apa yang dibutuhkan si buah hati.

Bentuk cinta yang baru

Cinta terhadap bayi Anda tidak akan ada bandingannya dengan cinta yang sebelumnya Ayah pernah rasakan terhadap orang lain.

Perasaan yang bertentangan

Seorang Ayah akan merasakan sebuah perasaan cinta yang teramat sangat dengan bayinya, tetapi keesokan harinya dapat berubah menjadi kosong, bahkan merasa lelah dan ingin lari dari kenyataan. Setelah rangkaian perasaan naik turun tersebut biasanya akan timbul rasa bersalah karena bisa sampai tidak merasakan sayang kepada anak sendiri. Jangan kuatir perasaan tersebut adalah normal, bahkan Ayah akan berulang-ulang merasakan hal tersebut sampai 50 tahun mendatang.

Depresi

Postpartum blues adalah hal yang biasa dialami oleh Ibu baru, tapi tidak sedikit Ayah baru yang mengalami depresi setelah anaknya lahir. Bedanya, perasaan Anda tidak dipengaruhi oleh hormon, tetapi karena kehidupan Anda sudah mulai kembali seperti semula. Anda harus kembali bekerja dengan ritme yang sama seperti dulu, ditambah dengan kurangnya waktu tidur dan tanggung jawab baru sebagai Ayah.

Perasaan takut

Sebagai Ayah baru, biasanya akan diliputi perasaan takut. Mulai dari kekuatiran jika Anda tidak dapat memenuhi kewajiban sebagai seorang Ayah, takut tidak dapat melindungi anak dan keluarga Anda jika terjadi bahaya, takut tidak mampu memenuhi kebutuhan finansial, takut tidak dapat membesarkan anak Anda dengan baik, dan lain sebagainya. Hal ini juga merupakan sebuah perasaan yang wajar, sebuah tanda Anda sedang dalam masa transisi dari seorang suami menjadi seorang Ayah. 

Hubungan Ayah dengan pasangan

Sebelum menjadi orang tua, Anda dan pasangan Anda banyak menghabiskan waktu bersama, saling menyayangi dan merasa nyaman dengan hubungan Anda. Tetapi setelah bayi Anda lahir, semuanya akan berubah. Bayi Anda yang akan menjadi fokus dari hubungan Anda dan pasangan Anda.

Berinteraksi dengan bayi

Untuk 6 sampai 8 minggu pertama, bayi tidak akan memberi banyak respon yang dapat menjadi penilaian bagaimana Anda sebagai Ayah. Hanya beberapa senyuman, tidak ada tawa, mungkin dia hanya akan menangis saja. Jangan meremehkan ataupun menyerah karena tidak ada tanggapan dari bayi Anda, sabar saja, tidak akan lama sebelum Anda merasakan interaksi yang sama dari bayi Anda.

Topik pembicaraan

Dulu Ayah tidak akan mengira Ayah akan menikmati diskusi panjang dengan teman Anda mengenai muntahan bayi, warna, dan isi dari popok bayi Anda, dan pengalaman-pengalaman lain dengan bayi Ayah. Tanpa disadari, Ayah sekarang melakukannya dan ternyata menikmatinya.

Logistik sebagai orang tua

Sebelum menjadi orang tua, bersiap-siap untuk keluar rumah berarti hanya meliputi hal-hal seperti dompet, kunci mobil, dan mematikan kompor. Sekarang, saat sudah menjadi Ayah, persiapan untuk berjalan-jalan ke mal serasa seperti persiapan mendetail untuk perjalanan naik gunung.

Pelajaran dalam kasih sayang

Ayah akan berusaha untuk memahami petunjuk yang diberikan oleh si kecil untuk mengetahui kebutuhannya. Bayi Ayah juga akan berkembang, kemampuan kordinasi motoriknya juga berkembang dan mulai melakukan gerakan-gerakan yang menunjukkan ekspresinya. Saat pertama kalinya si kecil memeluk Ayah, atau tertidur di bahu, di saat itulah Ayah akan menemukan arti hidup sesungguhnya.  

Source: http://www.babycenter.com/0_ten-surprises-of-new-fatherhood_8253.bc  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+