Keinginan pasangan suami istri untuk memiliki anak dalam suatu pernikahan sangat dinantikan. Pasangan yang tingkat kesuburannya baik, tidak perlu bersusah payah merencanakan suatu kehamilan. Namun perlu usaha ekstra untuk sebagian pasangan yang mengalami berbagai kesulitan dalam hal kesuburan. Merencanakan kehamilan sebaiknya dipersiapkan minimal 6 bulan sebelum masa kehamilan. Hal ini dimaksudkan agar buah hati lahir dalam keadaan sehat fisik dan mental, lahir dan batin, Anda berdua.

Perbanyak Pengetahuan Tentang Kehamilan

Memperbanyak pengetahuan akan membantu Anda dan suami lebih percaya diri dalam menjalani kehamilan. Pengetahuan tersebut meliputi kehamilan, kelahiran sampai perawatan bayi. Sumber pengetahuan ini bisa Anda dapatkan melalui buku, majalah ilmiah, ataupun di dunia maya.

Pahami Cara Kerja Tubuh

Sudahkah Anda memahami cara kerja tubuh Anda sendiri? Apa yang terjadi pada tubuh di setiap siklus bulanannya? Pahamilah tanda-tanda ovulasi. Berhubungan seks lebih baik dilakukan pada saat masa ovulasi berlangsung, karena saat itu jumlah sperma ada pada peringkat paling tinggi. Fase luteal merupakan masa setelah ovulasi, yaitu masa saat ovulasi terjadi hingga hari pertama menstruasi. Jika siklus anda adalah 28 hari dan fase luteal 12 hari, maka ovulasi akan muncul di hari ke-16 masa siklus (28-12 = 16). Ada beberapa cara untuk menentukan kapan Anda berovulasi, mulai dari cari tahu suhu permukaan tubuh, perhatikan perubahan yang terjadi pada lendir rahim hingga membeli kalkulator ovulasi di apotik.Lakukan hubungan seks tanpa pelindung saat berovulasi. Sel sperma dapat bertahan dalam saluran reproduksi selama 2-3 hari. Saat yang baik untuk berhubungan seks adalah setiap hari beberapa hari sebelum ovulasi. Misalnya, jika wanita pada umumnya berovulasi pada hari ke-14, baik untuk berhubungan seks di hari ke-12, 13, dan 14 siklus menstruasi.

Ubah Gaya Hidup

Merubah gaya hidup menjadi lebih sehat bukan saja wajib dilakukan oleh istri, tapi juga oleh suami. Mengurangi minuman berkafein, stop kebiasaan merokok (termasuk perokok pasif), serta alkohol. Alkohol dapat mengganggu suplai oksigen, bila kekurangan oksigen maka akan mengganggu proses pembuahan dan kehamilan.

Perhatikan Pola Makan

Pola makan yang dimaksud adalah cukup sesuai kebutuhan gizi tubuh. Karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta Asam Folat yang berguna untuk menghindari cacat fisik pada janin. Pantau berat badan agar tidak berlebihan ataupun kekurangan dengan olah raga secara teratur. Jangan lupa untuk selalu melibatkan suami termasuk dalam pola makan. Perbanyak makanan yang mengandung Zinc tinggi seperti makanan laut, daging, telur, dan roti gandum. Jika Anda membutuhkan suplemen, pastikan suplemen tersebut cocok untuk wanita yang sedang merencakan kehamilan. Banyaknya jenis makanan yang dikonsumsi bukan ukuran, yang terpenting mengandung gizi yang cukup dan sesuai. Asupan susu hamil juga sangat membantu, apalagi jika memiliki kandungan Asam Folat, DHA, Iron, dan Kalsium yang telah dikemas lengkap seperti susu Lactamil. Anda cukup mengkonsumsi 2 kali sehari sesuai pilihan rasa.

Cek Kesehatan

Pemeriksaan darah biasanya menjadi dasar pemeriksaan guna mengetahui apakah anda mengidap penyakit tertentu, seperti diabetes, jantung, asma, tekanan darah tinggi atau rendah. Selain itu pula pemeriksaan ini berguna untuk mengetahui apakah dalam tubuh Anda terdapat virus yang nantinya membahayakan kehamilan, seperti toksoplasma, cymegolo, dan rubella. Ada beberapa vaksin yang perlu dilakukan sebelum hamil, yaitu vaksin MMR ( Measles, Mumps, Rubella), vaksin TT (Tetanus Toksoid), dan vaksin Hepatitis. Jangan lupa untuk mengkonsultasikan penggunaan obat, karena beberapa obat dapat menurunkan tingkat kesuburan.

Keseimbangan Hidup

Seimbangkanlah waktu dan tenaga untuk bekerja dan istirahat. Olah tubuh yang teratur, memenuhi kebutuhan batin, dan relaksasi.Hidup sehat seimbang membuat organ tubuh bekerja optimal, kehidupan batin yang seimbang adalah jaminan kebahagiaan. Jika kondisi tubuh Anda dan suami seperti ini, maka perencanaan kehamilan akan berjalan lancar. Termasuk saling membantu dalam menghindari ataupun menghadapi stress. Jauhi lingkungan kerja yang berbahaya karena beberapa bahan kimia dapat mempengaruhi kualitas sperma.

Mengantisipasi Perubahan Hormon

Peran suami untuk lebih memahami dan mendukung kehamilan sangat penting, termasuk perubahan hormon yang terjadi pada saat Anda hamil. Kondisi emosional ini seringkali menjadi suatu hal yang memacu tingkat stress para wanita. 

Semoga berhasil!

http://khususpasutri.com/artikel/agar-cepat-hamil.html

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+