Ketika Ibu mencium dahi si kecil dan merasa suhu tubuhnya naik, biasanya Ibu segera bergegas mengambil termometer untuk mengukur suhu tubuh si kecil. Begitu angkanya berada di atas ambang, tak ayal, Ibu tentu akan panik. Ketika Ibu panik, yang terjadi adalah segera mengambil obat penurun panas, atau antibiotik, dan meminumkannya pada anak dengan harapan demamnya segera turun.  

VincentLannelli, MD, seorang dokter anak yang juga penulis buku ‘The Everything Father's First Year Book: A Survival Guide For The First 12 Months Of Being A Dad’, menyatakan dalam bukunya bahwa demam bukanlah penyakit, demam adalah suatu gejala. Demam yang ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh mengindikasikan bahwa tubuh sedang bertarung melawan virus yang telah menginfeksi tubuh. Bila pertahanan tubuh dalam keadaan prima, maka infeksi tidak berkembang. Gampangnya demam adalah alarm yang memberitahukan bahwa ada sesuatu yang buruk yang tengah terjadi di dalam tubuh.

Demam tinggitidak selalumengindikasi sedang terjadi serangan penyakityang berat. Virus flubahkanbisamenyebabkandemam tinggi, sedangkanpenyakityang lebih seriuskadang-kadang justru tidak menyebabkan demam tinggi.  

Bayi memang sangat rentan terhadap infeksi yang disebabkan oleh virus, bakteri, dan infeksi yang disebabkan oleh parasit. Justru infeksilah yang membuat kekebalan tubuh bayi meningkat.  

Nah, jika sekarang Ibu merasa bahwa demam adalah sesuatu yang baik dan sangat penting bagi pertumbuhan dan perkembangan kekebalan tubuh anak, tidak berarti Ibu bisa mengabaikannnya.

Menurut beberapa ahli, Ibu harus segera berkonsultasi dengan dokter jika:

  • Bayi berusia kurang dari 90 hari suhu tubuhnya melebihi 37,9°C.
  • Bayi berusia 3 – 6 bulan dengan demam lebih dari 38,3°C.
  • Bayi berusia 6 – 12 bulan dengan demam lebih dari 39,4°C.
  • Anak berusia kurang dari 2 tahun dengan demam lebih dari 24 – 48 jam.
  • Terdapat gejala-gejala lain yang mengikuti demam seperti kesulitan bernafas, kaku kuduk, tidak dapat menggerakan lengan atau tungkai, kejang pertama kali, muntah terus-menerus, diare, sangat rewel, terdapat tanda-tanda dehidrasi (mulut sangat kering, tidak buang air kecil lebih dari 6 jam, dan lain sebagainya).

Jika demam anak Ibu ringan dan tidak menimbulkan masalah lain, tidak diperlukan obat-obatan. Cukup dengan memberi minum yang banyak dan istirahat yang cukup. Ibu juga tidak perlu panik bila dalam kondisi demam anak masih dapat bermain, minum banyak cairan, dan bisa tidur dengan nyenyak maka obat-obatan tidak diperlukan.  

Sumber:

http://pediatrics.about.com/od/fever/a/08_fever_panic.htm

http://suryo-wibowo.blogspot.com

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+