Adalah hak setiap bayi sejak lahir ke dunia ini untuk mendapatkan air susu ibu. Mulai tahap IMD atau Inisiasi Menyusui Dini yaitu sesaat setelah ia lahir yang langsung diletakkan di atas perut sang ibu, hingga masa menyusui mencapai usia 2 tahun.

Pada kondisi normal, tidak diragukan lagi bahwa ASI merupakan makanan dan sistem pemberian makan yang paling sempurna bagi bayi. Dalam 6 bulan pertama kehidupan semua kebutuhan nutrisi dari protein, karbohidrat dan lainnya sudah tercukupi dari ASI Eksklusif, bayi berusia di bawah 6 bulan belum memiliki enzim pencernaan yang sempurna atau matang. Sedangkan di dalam ASI sudah terdapat enzim lipase yang membantu penyerapan nutrisi seperti lemak DHA dan AA.

Tapi jika mengonsumsi susu formula yang berasal dari susu sapi, tidak terdapat enzim penyerapnya. Pada awal payudara mulai mengeluarkan air susu terdapat kolostrum yang lebih kental dibanding susu setelahnya.

Kolostrum ini berguna untuk menutup pori-pori pada usus bayi yang baru lahir sehingga menjadi sempurna. Dari 500 cc ASI yang diterima anak usia 2 tahun telah memenuhi 31% karbohidrat, 38% protein, 45% vitamin A dan 95% vitamin C.

Faktanya adalah:

• ASI mengandung sedikitnya 100 jenis bahan yang tidak ditemukan pada susu sapi dan tidak dapat ditiru dengan tepat oleh formula yang dijual.

• ASI lebih dapat dicerna daripada susu sapi, kandungan protein dalam ASI lebih rendah dari pada susu sapi.

• ASI tidak menimbulkan obesitas.

• ASI tidak menimbulkan alergi.

• Komposisi ASI pada saat mulai menyusui berbeda dengan komposisi pada akhir menyusui.

• ASI mengandung banyak zat pelindung yaitu immunoglobulin dan sel-sel darah putih hidup.

• ASI mengandung faktor bifidus, zat yang penting untuk merangsang pertumbuhan bakteri Lactobacillus bifidus yang membantu melindungi usus bayi dari peradangan.

• ASI hampir tidak pernah menimbulkan sembelit karena mudah dicerna, begitupun diare.

• ASI mengandung seperti garam mineral dari susu sapi, kelebihan sodium pada susu sapi sulit untuk diproses oleh ginjal bayi.

• ASI mengandung lebih sedikit fosfor.

• Bayi ASI lebih jarang sakit pada tahun pertama.

• Menyusu pada payudara membutuhkan lebih banyak usaha yang akan mendorong pertumbuhan gigi, tulang rahang dan langit-langit.

• ASI aman, tidak ada resiko kotor atau tumpah.

• Pemberian ASI sangat mudah, tidak butuh waktu persiapan layaknya susu formula.

• ASI ekonomis.

• Ibu yang menyusui mengurangi kemungkinan resiko terkena kanker payudara.

• Menyusui mempercepat proses pemulihan pada rahim dan pengeluaran lochia.

• Menyusui menekan terjadinya pembentukan telur dan menstruasi, sedikitnya sampai derajat tertentu.

• Menyusui dapat membakar lemak yang terkumpul selama kehamilan.

• Menyusui memperpanjang istirahat bagi ibu.

• Menyusui mendekatkan hubungan emosional dan kasih sayang antara ibu dan anak.

Pastikan Ibu memberikan ASIX (ASI Eksklusif) pada bayi hingga mencapai 6 bulan dan Ibu bisa melanjutkan hingga usia 2 tahun untuk pertumbuhan anak yang optimal.  

Sumber: Catatan Ayah ASI, @ID_AyahAS. Penerbit : Buah Hati    

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+