Anak-anak memang identik dengan bermain dan juga segala jenis permainan. Akan tetapi bagaimana dengan bayi yang baru lahir hingga usia 6 bulan? Permainan dan mainan seperti apa yang sesuai untuk mereka? Terkadang Ibu dan Ayah sudah tidak sabar untuk membelikan hadiah berupa mainan kepada putra atau putri tercinta sebagai bukti kasih sayang.

“Bayi harus diajak untuk bereksplorasi,” ujar Fergus Hughes, Profesor  di Universitas Wisconsin Green Bay dan Penulis buku Children, Play and Development. Meskipun para ahli di bidang permainan anak mendesain permainan yang cocok untuk bayi dan anak-anak, tidak ada salahnya Ibu dan Ayah untuk menjadi teman bermain untuk para bayi. Mengajak bermain bayi di usia 0 - 6 bulan juga mengajak mereka belajar, hanya dibutuhkan waktu serta imajinasi Ibu dan Ayah sesuai dengan perkembangan bayi yang sedang bertumbuh.

Usia 0-3 bulan

Bayi yang baru lahir hingga usia 3 bulan belum tertarik pada mainan. Di usia ini mereka sedang belajar untuk mengenali tubuhnya, bahwa ada tangan dan kaki di tubuhnya. Tangan dan kakinya adalah objek yang menarik untuk bayi 0-3 bulan. Bayi di usia ini lebih suka untuk melihat ekspresi wajah, diajak untuk mengenal wajah orang-orang terdekat seperti Ibu, Ayah, atau juga kakaknya. Jarak pandangnya tidak lebih dari 9 inchi.

Bermain “Peek-a-boo” atau “Cilukba” adalah permainan sederhana yang bisa dilakukan oleh Ibu. Hal ini membuat bayi tertawa bahagia sembari belajar mengenali wajah orang-orang  terdekatnya. Kata cilukba ketika Ibu menutup wajah bisa digantikan dengan “Ibu dimana?” dan sambil membuka tangan, Ibu berkata “Ini Ibu!”. Begitu juga dengan anggota keluarga yang lain, menyisihkan sedikit waktu untuk bermain dengan si kecil, menyenangkan bukan?

Membuat mimik wajah yang beraneka ragam juga menjadi permainan untuk si kecil. Misalnya Ibu membuat wajah yang lucu, seperti menjulurkan lidah di depan wajah si kecil, biarkan dia mengikutinya. Ibu bisa membuat mimik wajah yang lain, seperti senyum, tertawa, sedih dan bahkan wajah menangis. Keinginan si kecil untuk menirukan wajah Ibu itulah yang menjadi pembelajaran untuknya.

Usia 4-6 bulan

Di usia ini kemampuan motorik anak mulai berkembang. Mereka akan banyak bereksplorasi dan belajar. Tangannya akan mengambil benda-benda yang ada di sekelilingnya dan kemudian dimasukkan ke dalam mulut untuk mengenal benda yang sedang dipegang. Di usia 4 – 5 mereka juga sudah mulai mengenal sebab dan akibat, mereka mulai merespon jika ada perubahan di sekitar mereka.

Jika Ibu ke toko mainan khusus anak sebenarnya sudah tersedia permainan untuk anak di usia ini, tetapi tidak ada salahnya Anda menciptakan sendiri. Permainan yang mengajak si kecil untuk menggerakkan tangannya seperti sedang mengocok. Masukkan biji-bijian dalam botol ringan yang ditutup rapat dan aman ketika dimainkan. Suara yang dihasilkan dari mainan tersebut merangsang anak untuk mengocoknya lagi dan lagi. Ketika si kecil mengangkat botol, hal ini melatih otot lengan dan juga tangannya. Dari satu mainan bisa merangsang banyak inderanya.

Ajaklah si kecil melantai. Melantai dalam hal ini bukan berdansa ya Ibu. Melantai adalah meletakkan si kecil di lantai yang telah dilapisi alas yang lembut dan membiarkan mereka untuk menggerakkan anggota tubuhnya. Membiarkan si kecil untuk membalikkan badannya dengan usahnya sendiri menggunakan tangan dan juga lututnya, mama cukup mengawasi dan menjadi supporter untuknya.

Dari mainan yang sederhana dan bisa dibuat oleh Ibu sendiri, ternyata bisa merangsang perkembangan fisik dan mental si kecil, bukan? Jadi ketika Ibu berbelanja mainan, ada baiknya untuk mengerti fungsi dari mainan tersebut dan fase belajar si kecil. Tetapi ada satu hal yang lebih penting dari semuanya, Apakah Ibu dan Ayah sudah menyiapkan waktu yang berkualitas untuk bermain dan belajar bersama si kecil?

Sumber :

http://www.parenting.com/article/what-babies-learn-through-play?page=0,0

http://www.motherhood.com.au/articles/activities_6months.htm

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+