Ayah pasti sering mendengar bahwa proses menyusui sangat penting dan ASI Ibu adalah yang terbaik untuk si kecil. Tapi apa Ayah sudah tahu secara pasti manfaat dari ASI untuk Ibu dan si kecil?

ASI memiliki manfaat tidak hanya untuk si kecil, tapi juga untuk Ibu. ASI memiliki kandungan gizi yang lengkap dengan komposisi yang tepat sesuai dengan kebutuhan kecil. ASI juga memiliki antibodi yang melindungi si kecil dari berbagai penyakit seperti diare dan infeksi saluran nafas. Selain itu, ada beberapa bayi yang memiliki alergi terhadap susu formula, tapi ASI tidak akan menyebabkan alergi terhadap si kecil.

Rasa aman dan nyaman yang didapat si kecil dari proses menyusui juga sangat bermanfaat untuk perkembangan psikologis si kecil. Sementara itu untuk Ibu, proses menyusui membantu mempercepat proses pengecilan rahim, sebagai akibat dari refleks oksitosin yang terjadi saat menyusui. Menyusui eksklusif juga menunda masa subur, mempercepat pengembalian bentuk tubuh Ibu ke saat sebelum hamil, serta mengurangi kemungkinan terkena kanker payudara dan indung telur. Ikatan emosional yang didapat si kecil saat menyusui juga akan dirasakan oleh Ibu.

Selain itu, keuntungan untuk Ayah juga bisa dirasakan dari segi ekonomis, karena ASI jelas jauh lebih murah daripada susu formula. Faktor terpenting dalam keberhasilan Ibu menyusui secara eksklusif adalah dukungan yang dia dapat dari Ayah ASI.

Apa yang bisa Ayah lakukan untuk mendukung proses menyusui Ibu?

  1. Proses menyusui adalah proses yang alamiah tapi tidak mudah. Pentingnya dukungan emosional Ayah selama Ibu menyusui tidak bisa dianggap remeh. Bila Ayah memberikan dorongan dan penghargaan terhadap kerja keras Ibu ini, Ibu akan lebih mudah bertahan melalui kesulitan yang mungkin dia hadapi sebagai Ibu baru, seperti puting lecet, penyumbatan saluran ASI, dan lain sebagainya.
  2. Posisi menyusui adalah kunci proses menyusui yang sukses. Bisa saja Ibu sudah merasa posisi Ibu sudah benar, tapi pada kenyataannya posisi menyusui masih kurang tepat. Ayah sebagai ‘pihak ketiga’ bisa membantu Ibu mengecek apakah posisi sudah tepat atau belum.
  3. Berikan pijatan ringan atau bawakan Ibu segelas air saat Ibu sedang menyusui. Hal sederhana ini akan membantu Ibu lebih rileks dan nyaman, sehingga pada akhirnya ASI akan keluar lebih lancar.
  4. Ayah juga bisa membantu memberikan ASI kepada si kecil. Setelah sekitar 3 minggu, Ibu sudah bisa memompa ASI untuk disimpan dan diberikan kepada si kecil dengan botol. Hal ini bisa dilakukan di malam hari agar Ibu bisa beristirahat lebih tenang, atau saat siang hari agar Ibu bisa mendapatkan waktu menghilangkan rasa jenuh di luar rumah tanpa harus khawatir membuat si kecil kelaparan saat Ibu pergi. Hal ini juga bisa mendekatkan Ayah dengan si kecil
  5. Bila si kecil tidur di tempat tidurnya sendiri, Ayah bisa membantu menggendong si kecil dan membawanya ke Ibu saat si kecil terbangun di malam hari.
  6. Ayah harus bisa jadi pelindung Ibu dan si kecil. Bila ada kenalan yang mempertanyakan keputusan Ayah dan Ibu untuk memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil, bantu Ibu menjelaskan pentingnya ASI untuk si kecil. Berikan perlindungan yang terbaik untuk keluarga Ayah.
  7. Bantu Ibu melakukan perawatan bayi yang lain selain menyusui, seperti memandikan si kecil, menggantikan popok, atau memijat si kecil.
  8. Bila Ayah sudah membantu sebisa mungkin tapi Ibu masih menghadapi masalah dalam menyeimbangkan antara merawat si kecil, merawat rumah, dan menjaga diri sendiri, jangan segan meminta bantuan dari orang lain. Bila Ibu menghadapi masalah menyusui seperti penyumbatan saluran ASI, pembengkakan payudara dan semacamnya, berkonsultasilah ke dokter dan klinik laktasi.

Proses menyusui akan terasa lebih mudah dan menyenangkan bila Ibu dan Ayah kompak, serta saling mendukung dan membantu satu sama lain. Pada akhirnya kerja sama ini tidak akan berhenti di proses menyusui saja, tapi di aspek parenting lainnya, sehingga Ibu dan Ayah bisa bersama-sama belajar menjadi orang tua yang hebat.

Sumber http://www.dadsadventure.com/dadsblog/how-dads-can-help-with-breastfeeding/ The Baby Book; William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+