Pola makan sehat bagi tubuh terkadang menjadi hal yang agak sulit dilakukan, terlebih bagi orang-orang yang sibuk bekerja. Yang terjadi adalah kita makan hanya sekedar untuk rasa kenyang semata, tapi tidak memikirkan kadar kesehatannya. Pola makan sehat biasanya terbentuk dari disiplin diri atas asupan nutrisi yang dikonsumsi, juga jadwal atau kebiasaan makan sehari-hari.

Cara Makan Yang Tepat

  • Pilihlah jenis makanan yang memiliki manfaat. Memilih sumber protein yang mengandung asam amino lengkap, biasanya terdapat pada telur, susu atau sumber protein lainnya, atau bahan makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti tuna atau salmon yang mengandung kadar DHA tinggi yang baik bagi perkembangan otak janin.
  • Disiplin pada jadwal makan, karena makan makanan yang bergizi terkait pada waktu makan yang tepat, yaitu sarapan, makan siang, dan makan malam serta dua kali makanan selingan. Sarapan sangat penting bagi ibu hamil dan menyusui, serta menjadi waktu bersantap paling penting sepanjang hari terutama pada trimester pertama agar Ibu dapat melakukan aktivitas seharian. Sarapan dapat mengatasi mual, muntah, lesu, atau pusing karena kadar gula darah menurun setelah semalaman lambung kosong.
  • Perbanyaklah konsumsi makanan yang diolah dari bahan makanan yang segar dengan proses pengolahan yang tidak terlalu lama. Buatlah variasi dari tiap bahan makanan tersebut agar kandungan nutrisi dan zat gizinya dapat diperoleh secara maksimal.
  • Bila Ibu mendadak harus membeli makanan cepat saji atau makanan yang hanya perlu dipanaskan, perhatikan label makanannya, kandungan gizi, jenis bahan penyusunannya serta tanggal kadaluarsanya.

Hindari Jenis Makanan Ini

  • Makanan instan karena biasanya mengandung pengawet, zat pewarna, atau pemanis buatan yang berbahaya bagi janin dan tubuh Ibu.
  • Makanan tinggi kalori, banyak mengandung banyak gula atau lemak tinggi tapi kurang mengandung zat gizi baik lain, misalnya softdrink bersoda dan berkadar gula tinggi, junk-food, makanan kecil seperti kentang, keripik, dan sejenisnya yang dikonsumsi secara berlebihan.
  • Daging, ikan, ayam yang tidak dimasak dengan baik. Pemasakan yang kurang baik akan membuat kehamilan tidak sehat dan membahayakan karena memungkinkan kuman atau parasit tidak mati. Jadi, masaklah sesuai dengan tingkat kematangan yang baik.
  • Menghindari alkohol, termasuk dalam bentuk makanan.
  • Mengurangi kafein pada minuman kopi, coklat atau pun softdrink karena kandungannya dapat menghambat penyerapan beberapa zat gizi.

Boleh Ngemil, Asal…

  • Dijaga frekuensi dan jenisnya.
    Kebiasaan sebagian Ibu untuk mengonsumsi cemilan seringkali pada saat hamil harus dibatasi. Apalagi bila cemilan itu kurang baik, padahal kalau Ibu bisa memilih jenis cemilan yang baik, Ibu justru bisa menambah nilai asupan gizi dan nutrisi yang kurang. Jika Ibu miliki waktu dan tenaga lebih, Ibu dapat membuat jenis cemilan sehat di rumah sehingga dapat mengontrol pemakaian lemak dan gula serta memperbanyak serat dari buah-buahan asli nan segar. Hal ini juga dapat mengurangi keinginan jajan sembarangan di luar rumah. Hindari jenis cemilan yang banyak mengandung banyak gula, softdrink, dan fastfood. Namun bila cemilan belum juga membuat Ibu kenyang, ganti cemilan tersebut dengan buah-buahan, sayuran atau sari buah, tapi tetap dalam porsi yang wajar.
  • Melakukan pola makan sehat.
    Hal ini akan mudah jika Ibu memiliki keinginan kuat untuk menyehatkan keluarga, beri dukungan bagi diri Ibu sendiri atau pada anggota keluarga yang kurang menyukai buah dan sayur. Kreativitas Ibu dalam pengolahan makanan sangat dibutuhkan agar keluarga tertarik untuk ikut serta dalam pola makan sehat.

Selamat mencoba, Ibu!

Sumber: Buku Kehamilan dan Persalinan. (Dini Kasdu, Mila Meiliasari, Retno Purwaningsih - 3G Publisher)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+