Gaya hidup sehat Ibu tidak berhenti setelah Ibu melahirkan, lho. Bila Ibu berniat memberikan ASI Eksklusif untuk si kecil, ada beberapa hal yang perlu Ibu pertimbangkan sebelum mengubah diet Ibu:

  1. Diet yang seimbang penting untuk kesehatan Ibu.
    Salah satu keajaiban ASI adalah ASI bisa memenuhi kebutuhan nutrisi si kecil bahkan walaupun Ibu tidak mengkonsumsi gizi seimbang. Tapi saat menyusui Ibu harus tetap memperhatikan diet Ibu, karena bila diet Ibu terlalu rendah kalori kualitas dan kuantitas ASI Ibu bisa berkurang. Makan makanan yang sehat dengan cemilan sehat akan membantu menjaga energi Ibu sepanjang hari.
     
  2. Sebagian besar wanita menyusui membutuhkan sekitar 300-500 kalori tambahan.
    Jadi kalori yang dibutuhkan Ibu setiap hari adalah sekitar 2000 – 2700 per hari. Tapi jumlah tepat kalori yang Ibu butuhkan dipengaruhi juga oleh berat badan Ibu, olahraga yang Ibu lakukan, metabolism Ibu, dan seberapa banyak Ibu menyusui.
     
  3. Turunkan berat badan Ibu secara perlahan.
    Targetkan waktu sekitar 10 bulan sampai 1 tahun setelah melahirkan untuk kembali ke berat badan Ibu sebelum kehamilan. Kebanyakan wanita bisa menurunkan sekitar setengah kilogram per minggu dengan mengkombinasikan diet sehat dan olahraga. Menurunkan berat badan lebih cepat dari proses ini bisa membahayakan si kecil karena kehilangan berat badan dengan cepat akan melepaskan racun yang biasanya tersimpan di lemak ke pembuluh darah dan ke ASI Ibu. Penurunan berat badan yang terlalu cepat juga akan menurunkan kualitas dan kuantitas ASI Ibu.
     
  4. Kunci diet sehat adalah variasi dan keseimbangan.
    Diet yang seimbang mengandung karbohidrat, protein, dan lemak sehat akan menjaga stamina Ibu dan memberikan nutrisi yang dibutuhkan Ibu.
     
  5. Konsumsi lemak sehat.
    Contoh makanan dengan lemak sehat adalah seperti minyak zaitun, salmon, alpukat, zaitun, kacang, dan biji-bijian. Hindari lemak jenuh, karena lemak tidak sehat ini bisa mengubah komposisi lemak di ASI Ibu dan tidak baik untuk kesehatan si kecil.
     
  6. Hindari bahan kimia yang berbahaya.
    Bahan kimia berbahaya seperti pestisida dan insektisida yang bisa terkonsumsi melalui makanan dan masuk ke dalam ASI. Ibu bisa menghindarinya dengan cara:
    - Konsumsi makanan yang bervariasi
    - Sebisa mungkin mengkonsumsi sayur dan buah organik atau mencuci buah dan sayuran dengan baik sebelum mengkonsumsinya. Menurut Environmental Working Group, makanan yang mengandung zat pestisida paling tinggi adalah seledri, peach, strawberry, apple, blueberry, paprika, bayam, ceri, kentang, dan anggur yang diimpor. Sedangkan sayur dan buah yang mengandung zat pestisida paling rendah adalah bawang, alpukat, jagung manis, nanas, mangga, kacang polong, asparagus, kiwi, kubis, terong, blewah, semangka, jeruk Bali, dan melon honeydew.
    - Pilihlah sayur dan buah yang sedang musim, dan beli produk lokal. Buah dan sayur impor cenderung mengandung lebih banyak pestisida untuk menjaga kesegarannya dalam perjalanan jauh
    - Pilih daging tanpa lemak, dan hilangkan kulit dan lemak ekstra dari daging sebelum memasak, karena bahan kimia biasanya disimpan di lemak
    - Minumlah air mineral yang telah difilter selama menyusui
     
  7. Makan ikan segar.
    Ikan mengandung Omega 3 yang penting untuk perkembangan otak dan mata bayi. Tapi untuk menghindari kandungan merkuri dari ikan, batasi konsumsi ikan sampai sekitar 350 gram per minggu, termasuk salmon, udang, kepiting, dan kerang.
     
  8. Batasi atau hentikan konsumsi alkohol selama menyusui.
    Alkohol bisa masuk ke ASI Ibu. Bila Ibu ingin mengkonsumsi alkohol, ingat bahwa tubuh Ibu memerlukan waktu 2-3 jam untuk menghilangkan alkohol dalam setiap sajian bir atau anggur. Semakin banyak Ibu mengkonsumsi alkohol, semakin lama waktu yang diperlukan untuk menghilangkan alkohol dari tubuh Ibu.
     
  9. Minum banyak air putih dan batasi konsumsi kafein.
    Saat menyusui, Ibu membutuhkan sekitar 3,8 liter cairan per hari (jumlah ini termasuk cairan dari makanan Ibu, seperti buah dan sayuran). Acuan paling mudah adalah minum bila Ibu merasa haus. Bila air seni Ibu berwarna jernih, berarti Ibu sudah mengkonsumsi cairan yang cukup. Untuk kafein, batasi konsumsinya hingga tidak lebih dari 300 mg per hari. Ingat juga bahwa kafein tidak hanya terkandung dalam kopi, tapi juga dalam teh, minuman bersoda, coklat, dan es krim kopi.
     
  10. Perhatikan makanan dan minuman yang Ibu konsumsi.
    Rasa variasi makanan yang Ibu makan akan mempengaruhi rasa ASI Ibu. Tapi bukan berarti Ibu hanya bisa makan makanan hambar lho. Malah ada beberapa ahli yang berpendapat bahwa bayi menyukai berbagai variasi rasa di ASI mereka. Bahkan hal ini membantu si kecil untuk menerima berbagai rasa makanan saat dia mulai mengkonsumsi MPASI. Tapi berhati-hati dalam mengkonsumsi makanan yang terlalu pedas, serta makanan yang mungkin bisa membuat si kecil alergi.

 

Sumber
http://www.babycenter.com/0_diet-for-a-healthy-breastfeeding-mom_3565.bc

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+