Kehadiran si kecil adalah perubahan besar untuk keluarga Ibu dan Ayah. Sang Ayah ASI malah bisa jadi memiliki kesulitan yang sama dengan Ibu dalam beradaptasi dengan perubahan baru ini.

Untuk Ayah yang sebentar lagi menghadapi kehadiran si kecil, bersiaplah mengalami kejutan-kejutan emosi berikut ini:

Emosi campur aduk

Ayah ASI pasti merasa bahagia dan bangga atas kelahiran si kecil. Tapi pada saat yang bersamaan Ayah mungkin merasa tidak berdaya ketika Ayah tidak bisa memenuhi atau bahkan mengerti kebutuhan si kecil

Cinta jenis baru

Ayah tidak akan bisa membandingkan rasa cinta dan sayang yang Ayah rasakan terhadap si kecil dengan perasaan Ayah terhadap orang lain

Perasaan bertentangan

Hari ini Ayah bisa merasa sangat sayang dan protektif terhadap si kecil. Besok Ayah bisa merasa kosong, takut tidak mampu memenuhi kebutuhan si kecil.

Depresi

Postpartum depression tidak hanya terjadi pada kaum wanita saja. Ayah baru pun bisa mengalami Postpartum depression. Bedanya depresi pada Ayah terjadi bukan karena hormon, melainkan lebih karena perasaan berlebihan karena menyadari besarnya tanggung jawab seorang Ayah.

Takut

Beberapa bulan pertama, Ayah mungkin akan dihinggapi rasa takut. Takut tidak bisa memenuhi ekspektasi dan kewajiban seorang Ayah, takut tidak bisa melindungi keluarga dari bahaya, takut tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarga, dll. Rasa takut ini adalah bagian normal dari transisi Ayah dari seorang suami menjadi seorang ayah

Berubah topik obrolan

Sejak si kecil hadir, topik obrolan Ayah akan berubah dari tentang olahraga, musik, otomotif, ataupun topik favorit Ayah lainnya menjadi tentang kebiasaan tidur si kecil, perilaku si kecil saat Ayah mengganti popoknya, dan lain sebagainya.

Perlengkapan Orang Tua = Perlengkapan Bayi

Sebelum menjadi orang tua, Ayah hanya perlu mengambil dompet, kunci mobil, dan mengunci pintu saat akan meninggalkan rumah. Setelah si kecil lahir, persiapan yang diperlukan sebelum perjalanan singkat ke supermarket sama hebohnya dengan perjalanan ke luar kota selama seminggu. Popok, botol susu, mainan, popok tambahan, baju ganti, Sudah semua? Oke, kita berangkat.

Pelajaran cinta

Ketika Ayah mempelajari cara komunikasi si kecil untuk memenuhi kebutuhannya, si kecil juga akan mulai bisa berinteraksi dengan Ayah dan menunjukkan rasa sayangnya. Saat pertama dia memeluk Ayah atau tertidur dalam pelukan Ayah dijamin akan membuat Ayah terharu. Bila Ayah mengalami hambatan dalam beradaptasi dengan perubahan ini, tidak usah khawatir.

Semoga tips berikut bisa berguna untuk Ayah:

  • Di minggu-minggu pertamanya, si kecil belum bisa berinteraksi dengan Ayah. Responnya untuk Ayah hanyalah sedikit senyum tanpa respon lain apapun. Jangan terlalu sedih dengan kenyataan ini. Setelah beberapa waktu, si kecil akan siap memberikan respon yang lebih interaktif.
  • Si kecil secara alamiah akan merasa lebih nyaman dengan Ibu. Dia akan membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk terbiasa dengan kehadiran Ayah. Tapi jangan langsung menyerah dan langsung menyerahkan si kecil kepada Ibu begitu dia menangis saat Ayah gendong. Semakin banyak Ayah berinteraksi dengan si kecil, Ayah akan semakin percaya diri
  • Menghabiskan waktu dengan si kecil juga membantu Ayah mengerti jenis-jenis tangisannya. Menangis karena lapar? Menangis karena lelah? Atau menangis karena popoknya perlu diganti? Setelah sekian lama, Ayah akan bisa membedakan tangisannya dan akhirnya bisa mengartikan komunikasi tangisannya, jadi Ayah lebih bisa memenuhi kebutuhannya
  • Setelah si kecil hadir, fokus semua kegiatan Ibu dan Ayah adalah untuk si kecil. Cobalah meluangkan waktu untuk menghabiskan waktu bersama. Intinya adalah melakukan sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan si kecil
  • Tidak usah terlalu pusing memikirkan kegiatan apa yang bisa Ayah lakukan bersama si kecil. Coba gendong si kecil sambil mendengarkan musik. Ayah juga bisa membacakan cerita untuknya. Walaupun dia belum bisa mengerti apa yang Ayah ceritakan, tapi mendengar suara Ayah pun bisa membuatnya tenang. Tak butuh waktu lama untuk si kecil menjadi terbiasa dengan kehadiran Ayah.

Sumber: http://www.mummypages.ie/how-can-i-feel-more-competent-as-a-new-dad http://www.babycenter.com/0_ten-surprises-of-new-fatherhood_8253.bc      

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+