Berpuasa di bulan Ramadhan adalah salah satu kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap umat muslim, kecuali untuk kondisi kondisi tertentu yang memperbolehkan dia untuk tidak berpuasa. 

Memasuki bulan Ramadhan ini tentunya membawa kesenagan bagi tiap muslim untuk meningkatkan amal ibadahnya yang akan diganjar pahala kebaikan berlipat kali dari Allah SWT. Demikian juga buat wanita hamil, kondisi ini tentunya menimbulkan sejumlah pertanyaan amankah buat Ibu hamil dan menyusui untuk tetap berpuasa?

Dalam sejumlah penelitian yang sudah dilakukan ternyata berpuasa tidak akan menyebabkan gangguan atau menimbulkan dampak kesehatan buat Ibu hamil dan menyusui.

Tetapi ada beberapa hal yang perlu Ibu hamil pertimbangkan selama hamil atau menyususi untuk berpuasa atau tidak.

1. Kondisi kesehatan tubuh

Kondisi kesehatan Ibu adalah hal yang mutlak harus dipertimbangkan untuk menjalankan puasa pada saat hamil atau menyusui. Pada Ibu yang selama hamil disertai dengan kondisi penyakit tertentu, tentunya bepuasa bisa memperberat kondisi sakitnya tersebut, misalnya penderita gangguan ginjal yang membutuhkan cairan dalam batas tertentu, atau penderita diabetes melitus yang harus mendapatkan kalori dalam batas tertentu dll.  Untuk kondisi Ibu hamil dengan pemyakit sistemik yang bisa membahayakan dengan puasa sebaiknya Ibu menunda untuk puasa

2. Kondisi pekerjaan

Ibu hamil yang bekerja di ruang atau udara terbuka dengan suhu tinggi tentunya akan berbeda jika dibandingan dengan wanita bekerja dalam suhu ruangan yang dingin dan nyaman. Kemampuan tubuhnya saat hamilpun tentunya akan berpengaruh terhadap kondsi ini.

3. Status Nutrisi Ibu

Ibu hamil dengan berat badan yang rendah dibawah rata rata atau selama hamil Berat badan bayi dan Ibu tidak mengalami kenaikan sebaiknya Ibu menunda untuk berpuasa, karena dikhawatirkan asupan Ibu dan bayi selama berpuasa tidak bertambah dan ini tentunya akan membahayakan pertumbuhan bayi yang dikandunganya.

4. Usia Kehamilan/Trimester kehamilan

Wanitra hamil TM1 tentunya akan memiliki banyak keluhan seperti mual muntah, pusing, sakit kepala dll. Kondisi mual muntah yang berlebian pada TM1 tentunya bisa mengakibatkan terjadinya dehidrasi atau kekurangan cairan. Utk kondisi sperti ini tentunya berpuasa bisa memperburuk kondisi dehidrasi tersebut, tetapi jika kehamilan tersebut sudah memasuki TM2 dan Ibu tidak ada keluhan dan pertumbuhan bayi baik maka berpuasa tidak akan berdampak buruk Kondisi kondisi diatas tentunya akan bersifat sangat personal buat tiap wanita hamil.

Untuk itu sebelum berpuasa ada baiknya Ibu hamil utk berdiskusi tentang kesehatan dirinya dan kondisi pertumbuhan bayinya apakah aman untuk berpuasa atau tidak.

Selain kondisi diatas tentunya ada beberapa faktor yang memang tidak diperbolehkan buat Ibu hamil untuk berpuasa kondisi itu adalah :

1. Menderita diabetes melitus.

Ibu hamil dengan diabetes harus menjalani pola makan sedemikian rupa agar gula darah tetap terkontrol. Karena itu, Ibu hamil dengan diabetes tidak disarankan berpuasa. Pasalnya, selain harus menjalani terapi obat secara teratur, Ibu hamil juga harus mematuhi program makan yang telah dibuatkan supaya kadar gula dalam darah bisa tetap terkontrol/bisa tetap stabil.

2.  Hipertensi.

Tekanan darah selama kehamilan harus terkontrol dengan baik. Terlebih lagi pada Ibu yang tekanan darahnya harus dikontrol dengan obat-obatan. Tekanan darah yang naik turun harus dihindari karena berbahaya buat kesehatan Ibu dan bayinya.

3. Perdarahan.

Puasa pada saat menjalani kehamilan dengan perdarahan akan menambah parah perdarahan tersebut. Ibu hamil sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan untuk mengatasi keadaan ini.

4.  Sakit maag.

Memaksakan diri berpuasa pada Ibu hamil yang punya sakit maag akan memberi peluang bagi kekambuhan penyakit itu.

5. Dehidrasi.

Kondisi ini berbahaya untuk kesehatan Ibu dan bayi dalam kandungannya. Dalam keadaan seperti ini, Ibu hamil sebaiknya cepat berbuka. Terlebih lagi Ibu hamil yang terancam dehidrasi karena diare, muntah-muntah, keringat dingin.

Beberapa tips yang bisa dilakukan oleh Ibu untuk berpuasa:

Sahur

  • Pilihalah makanan yang mengandung protein dan lemak dalam jumlah tinggi. Mengkonsumsi protein dan lemak dalam julah tinggi saat sahur akan menunda rasa lapar pada Ibu yang berpuasa. Makanan seperti daging tentunya akan mengandung protein tinggi dan lama utk dicerna di dalam usus.
  • Konsumsi makanan yang kaya vitamin C dan mineral seng (zinc) untuk menjaga vitalitas tubuh.
  • Hindari makanan yang manis saat sahur agar tubuh tidak lemas dan cepat merasa lapar akibat insulin shock.
  • Sebaiknya hingga waktu sahur habis, usahakan minum air putih sebanyak-banyaknya dan ditambah dengan segelas susu hangat. Minum segelas susu setiap sahur bisa mengurangi ancaman anemia bagi Ibu hamil.

Ketika Puasa di Siang Hari

  • Disiang hari, kurangi aktivitas berlebihan yang tidak perlu. Karena aktivitas yang berlebihan bisa membakar energi yang akan menimbulkan rasa lelah dan cepat merasa haus.
  • Berpuasa dengan niat iklas tentunya akan meringankan beban Ibu.

Ketika Berbuka Puasa

  • Awali berbuka dengan minuman hangat dan manis untuk meningkatkan kadar gula darah, tetapi Ibu hamil juga harus tetap membatasi makanan dan minuman yang manis. Hindari minuman dingin karena dapat menurunkan kerja lambung.
  • Kemudian Ibu hamil dapat melanjutkan dengan menyantap makanan yang mengandung karbohidrat simpleks sehingga lebih mudah diserap tubuh, seperti kolak atau  kurma.
  • Setelah shalat Maghrib, makanlah dengan porsi lebih besar, tapi jangan langsung kalap. Yang perlu diingat adalah Ibu makan dengan komposisi yang seimbang baik itu kandungan makronutrien seperti karbohidrat dan protein serta kandungan mikronutrien seperti vitamin dan mineral tubuh.

Kapan Ibu harus segera membatalkan puasa ?

  1. Muntah-muntah lebih dari 3 kali yang dikhawatirkan menyebabkan terjadinya dehidrasi.
  2. Mengalami diare yang diikuti rasa mulas dan melilit.
  3. Mimisan yang disebabkan oleh pecahnya pembuluh darah pertanda kondisi tubuh sudah tidak stabil.
  4. Lemas, pusing diikuti dengan mata yang berkunang-kunang pertanda hipoglikemia dikhawatirkan janin mengalami kekurangan gizi.
  5. Mengalami keringat berlebih khususnya keringat dingin pertanda bahwa kondisi fisik Ibu hamil sudah tidak kuat lagi untuk berpuasa
Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+