Seorang Ayah mempunyai peran penting pada kesehatan emosional, fisik, dan perkembangan kognitif.

Ayah berbeda dengan Ibu. Secara penampilan beda, mempunyai suara yang beda, bermain dengan cara yang berbeda, dan biasanya mempunyai pendekatan yang beda dalam membesarkan anak. Ini adalah sebuah kombinasi yang bagus.

Seorang anak laki-laki secara tidak sadar pasti akan belajar dari seorang Ayah bagaimana menjadi seorang laki-laki. Mereka akan mempelajari tentang maskulinitas, hal-hal yang disukai dan tidak disukai sebagai pria. Banyak kesaksian pria yang sudah dewasa ingin menjadi seperti Ayahnya atau sebaliknya, berusaha untuk tidak menjadi seperti Ayahnya. Menjadi seorang Ayah akan sangat mempengaruhi anak laki-laki Anda yang sedang bertumbuh dewasa, dan itu semua dimulai sejak kelahirannya.

Menjadi Ayah

Bayangkan saja seorang Ayah yang baru saja mempunyai seorang anak laki-laki. Pada saat dia mendengar pertama kali dari istrinya kalau dia hamil, dan ternyata itu adalah laki-laki, seorang calon Ayah sudah membayangkan apa saja yang akan dilakukan bersama anak laki-lakinya, memancing bersama, naik gunung, dan lain-lain. Pada saat anak laki-lakinya lahir, dia mulai merasa tidak yakin bagaimana harus bersikap.

Ibu dengan cekatan dapat menanggulangi tangisan karena lapar atau mengganti popok. Tetapi pada saat Ayah memegang anak laki-lakinya untuk memandikan atau menyuapkan ASI, dia merasa kuatir akan ceroboh. Bayi tersebut sepertinya hanya milik Ibu, dan bayangan mengenai pergi memancing rasanya masih sangat jauh.

Tantangan seorang Ayah

Seorang Ayah mungkin menikmati suara bayinya dan melihat tingkah lakunya, tetapi semua yang berhubungan dengan seorang bayi sepertinya memang wilayah Ibu. Ibu yang sangat protektif terhadap bayinya secara tidak sengaja akan melarang Ayah untuk mengambil peran lebih dalam merawat bayi.

Akhirnya hal itu membuat Ayah mundur, dan kemudian melakukan kesibukan lainnya seperti bekerja. Hal tersebut yang akhirnya membuat seorang Ayah tidak membantu merawat bayinya. Peran seorang Ayah telah berubah dalam membesarkan seorang anak di jaman sekarang. Dulu seorang anak laki-laki diharapkan untuk mengikuti jejak Ayahnya, dalam pekerjaan dan juga gaya hidup. Tetapi pada abad ke-19 Ayah mulai pergi untuk bekerja, dan kesuksesan seorang pria juga berubah.

Bukan seperti dulu, seorang pria dinilai dari nilai kekeluargaannya dan juga kekuatan usaha keluarganya, sekarang lebih dilhat jumlah penghasilannya, nilai properti yang dimiliki dan jenis mobilnya. Menjadi orang tua adalah pekerjaan Ibu, sedangkan seorang Ayah akan bekerja untuk mencari uang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Dan beberapa generasi anak laki-laki terakhir tumbuh tanpa kedekatan dengan Ayah, karena biasanya hanya bertemu pada saat makan malam, dan perbincangan antara Ayah dan anak laki-laki hanya terjadi di meja makan dan sambil menonton TV.

Penelitian menunjukkan bahwa seorang Ayah mempunyai peran penting pada kesehatan emosional, fisik, dan perkembangan kognitif sejak saat pertama kehidupan anak Anda. Anak laki-laki yang diberi perhatian cukup oleh Ayah secara konsisten dan penuh kasih sayang, mempunyai masalah yang lebih sedikit di dalam proses kehidupannya dalam pertemanan, akademis, dan perilaku.

Ada sebuah studi yang mencatat sekelompok anak laki-laki dan perempuan selama 26 tahun, untuk meneliti peran Ayah dan Ibu dalam membina kesehatan emosional dan rasa empati anak. Tidak diragukan lagi peran seorang Ibu sangatlah penting, tetapi dalam studi tersebut mencatat peran seorang Ayah dalam membesarkan anaklah yang menentukan kesehatan emosional anak tersebut.

Keuntungan untuk seorang Ayah yang berperan aktif dalam merawat anak sejak bayi biasanya akan diingat dan akan berdampak positif sampai anak Anda dewasa.  

Source: http://life.familyeducation.com/boys/fathers/55299.html  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+