Oleh dr. Febriansyah Darus, Sp. OG

 

Keguguran atau dalam bahasa medis disebut abortus atau miscarriage adalah berakhirnya suatu kehamilan pada usia di bawah 20 minggu kehamilan. Dan, hampir sebagian besar keguguran terjadi di 3 bulan pertama kehamilan atau pada trimester awal (80%), dan hanya 20 % saja yang terjadi di bulan ke 3 – 5.

 

Apa saja tanda dan gejala awal keguguran ?

 

Kehamilan yang baik akan ditandai oleh makin jelasnya pertumbuhan embrio di dalam rahim Ibu. Hal ini akan diikuti oleh makin tingginya kadar hormon kehamilan (hCG) dan hormon progesteron sebagai imbas dari kebutuhan dinding rahim untuk mempersiapan rongga rahim sebagai sumber makanan dari bayi yang dikandungnya.

 

Awal mula keguguran biasanya akan ditandai oleh perkembangan embrio yang tidak sesuai dengan usia kehmilannya. Misalnya saja, ukuran kantong kehamilan yang tidak bertambah besar seiring dengan usia kehamilan, tidak kelihatan adanya embrio di dalam kantung setelah usia kehamilan 5 minggu, kantong kehamilan yang semula baik kemudian mengecil.

Secara garis besar keguguran terbagi atas:

 

  1. Keguguran yang mengancam (Abortus iminens), Keguguran jenis ini dapat diobati dengan hanya istirahat dan obat-obatan.
  2. Keguguran yang sedang berlangsung (Abortus insipiens), adalah dimana hasil konsepsi  yang baru sebagian hasilnya namun sudah keluar atau disebut juga abortus inkomplet Dimana kondisi tersebut ditandai dengan keluarnya jaringan dari liang vagina serta perdarahan yang hebat.
  3. Keguguran komplet adalah dimana kondisi kehamilan telah semuanya keluar dari rahim.

 

Penyebab keguguran

 

Penyebab keguguran paling banyak disebabkan oleh kelainan kromosom atau kelainan benih awal yang menyumbang penyebab terbanyak sekitar 80 %. Kelainan kromosom ini terjadi karena sel telur atau sel sperma yang berhasil hamil bukanlah kualitas sel yang baik.

Namun, Ibu tidak perlu terlalu menyalahkan kromosom yang tidak baik. Saat ini yang bisa Ibu lakukan untuk dapat melahirkan si kecil yang sehat adalah dengan memperhatikan asupan gizi sebelum, saat dan setelah terjadinya kehamilan.

Asupan makanan yang perlu Ibu perhatikan, seperti asam folat, zat besi, zinc, magnesium dan beberapa mikro nutrisi lainnya. Nah, keguguran juga bisa terjadi karena beberapa faktor berikut ini.

  1. Infeksi bisa disebabkan oleh berbagai macam infeksi, tetapi untuk membuktikannya tentu harus dengan pemeriksaan darah.
  2. Faktor hormonal : Adanya kekurangan kadar hormon progesteron sehingga kehamilan tidak kuat. Penyebab ini bisa diperbaiki dengan pemberian obat-obat penguat kehamilan
  3. Ayahran lingkungan misalnya terpapar oleh radiasi yang berat atau zat kimia beracun
  4. Gangguan atau penyakit pada Ibu, misalnya saja Ibu memiliki penyakit gula, gagal ginjal , kanker dan lain-lain.
  5. Inkompetensi serviks : suatu kelemahan otot atau mulut rahim sehingga rahim tidak menutup dan janin/fetus akan keluar sendirinya
  6. Kelainan bentuk rahim Ibu
  7. Penggunaan obat-obatan yang bisa jadi penyebab gangguan pada kehamilan

 

Pada dasarnya banyak hal yang bisa menyebabkan keguguran pada kehamilan. Intinya adalah kehamilan bukanlah suatu penyakit yang menakutkan. Sehingga Ibu tidak perlu membatasi makanan ataupun aktivitas fisik, Namun memang harus dikurangi jika akan membahayakan Ibu dan janin.

 

Lakukan kontrol secara rutin dengan dokter kandungan, supaya Ibu dapat melihat terus perkembangan si kecil di dalam kandungan. Selain itu, hal tersebut juga dapat mengantisipasi jika ada komplikasi atau sesuatu yang berbahaya dalam kehamilan Ibu. 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+