Meski selama hamil kebutuhan gizi meningkat, bukan berarti Ibu bisa makan tanpa aturan. Ada beberapa zat-zat gizi tertentu yang penting dikonsumsi dengan lebih banyak, seperti Asam folat dan Zat besi. Nutrisi apa yang penting untuk dilengkapi selama masa hamil?

Mari kita simak bersama.

Vitamin A

Nutrisi yang mengandung vitamin A yang dikonsumsi oleh Ibu berfungsi untuk membantu proses pertumbuhan sel dan jaringan tulang, mata, rambut, kulit, dan organ-organ dalam pada bayi. Berfungsi juga untuk kesehatan pada umumnya serta pada fungsi rahim Ibu. Vitamin A terdapat pada susu yang diperkaya Vitamin A, kuning telur, ikan dan hati, sedangkan untuk provitamin A (Karoten) terdapat pada wortel, labu kuning, bayam, kangkung, dan buah-buahan berwarna kemerah-merahan.

Vitamin B

Untuk membantu meningkatkan energi dan metabolisme, Ibu membutuhkan vitamin B1 (Thiamin), B2 (Riboflavin) dan B3 (niasin). Vitamin B6 dibutuhkan untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh dan membantu mengatasi mual dan muntah. Vitamin B12 penting bagi perkembangan sistem saraf janin dan mengatur sumsum tulang dalam pembentukan dan pematangan sel darah merah. Vitamin B banyak terdapat pada makanan hasil ternak dan olahan seperti daging, hati telur, keju, susu, kacang-kacangan, dan sayuran.

Vitamin C

Asupan vitamin C yang Ibu konsumsi pada masa kehamilan dan menyusui dapat mencegah Ibu dari Anemia. Vitamin C berperan dalam pembentukan kolagen interseluler dan sebagai proses penyembuhan luka. Pada masa kehamilan, asupan vitamin C membantu untuk membangun kekuatan plasenta. Jenis vitamin ini dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi dan stress serta penyerapan zat besi. Vitamin C dibutuhkan setiap hari dan hanya sedikit yang disimpan dalam tubuh. Saat hamil Ibu membutuhkan Vitamin C sebanyak 70 mg/hari. Vitamin C terdapat pada buah dan sayuran segar seperti jeruk, kiwi, pepaya, bayam, kol, brokoli dan tomat. Zat yang terkandung dalam Vitamin C akan berkurang jika buah dan sayuran ini disimpan di lemari pendingin atau melalui proses pematangan (dimasak).

Vitamin D

Vitamin D membantu penyerapan Kalsium, dan Fosfor di usus halus serta mengatur mineralisasi pada tulang dan gigi. Vitamin D terdapat pada ikan tuna, salmon -  terutama dalam hatinya -  minyak ikan, telur, serta susu yang diperkaya vitamin D. Dengan bantuan sinar matahari, tubuh juga dapat membuat vitamin D dalam tubuh kita sendiri, jadi biasakan jalan santai/berjemur sejenak di pagi hari (sebelum pukul 9 pagi).

Vitamin E

Untuk mencegah kerusakan sel-sel pada masa kehamilan, vitamin E ini berperan sebagai antioksidan. Sumber vitamin E terdapat pada kacang-kacangan, tauge, hati dan hasil ternak.

Vitamin K

Agar terhindar dari pendarahan setelah melahirkan, vitamin K penting untuk dikonsumsi karena memiliki peran dalam proses pembekuan darah. Sumber vitamin K terdapat pada sayuran berwarna hijau dan bahan makanan hasil ternak.

Asam Folat

Asam folat merupakan salah satu vitamin dalam kelompok vitamin B. Memiliki peran yang penting dalam proses perkembangan sistem saraf, serta pembentukan dan pematangan sel darah merah. Asam Folat juga mencegah terjadinya cacat bawaan seperti spina bifida dan bibir sumbing pada janin yang bisa terjadi di awal minggu kehamilan. Karena tubuh tidak dapat menyimpan Asam folat, maka setiap hari harus mendapat asupan vitamin ini sebanyak 400 mg (mikrogram). Beberapa bahan makanan yang kaya Asam folat adalah sayuran berwarna gelap seperti bayam, kembang kol,brokoli, alpukat, wortel, tomat, asparagus, bit merah, kedelai, sereal, juga pada hati, telur, dan daging.

Zat Besi

Zat Besi atau Iron sangat berperan dalam pembentukan sel darah merah dan pembentukan energi dalam sel. Wanita hamil membutuhkan Zat Besi karena saat hamil, terjadi peningkatan volume darah hingga sekitar 35%. Peningkatan ini harus diimbangi dengan sel darah merah yang cukup, jika tidak maka Ibu hamil tersebut memiliki resiko menderita Anemia (kurang darah). Zat besi banyak terdapat pada bayam dan oatmeal.

Semua jenis bahan makanan yang kaya akan vitamin sangat diperlukan tubuh, terlebih ibu hamil, menyusui dan bayi. Namun hati-hati dalam hal pemasakan, karena proses pemasakan yang tidak tepat dapat merusak vitamin yang terkandung dalam makanan. Cara terbaik dalam memasak adalah dengan mengukus karena semua zat gizi akan tetap terkandung dalam bahan makanan tersebut. 

Sumber: Buku Kehamilan dan Persalinan. (Dini Kasdu, Mila Meiliasari, Retno Purwaningsih - 3G Publisher)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+