Bagi pasangan yang sudah menikah, hamil dan memiliki keturunan merupakan satu hal yang sangat di idamkan. Ada banyak faktor yang mempengaruhi kemampuan seorang wanita untuk bisa hamil, terutama dalam faktor kesehatan. Biasanya tahapan usia reproduksi seorang wanita dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu usia 20an, 30an dan 40an dan berbeda kondisi kesehatannya di setiap tahap reproduksi.

Berikut akan kita bahas keuntungan dan resiko di masing-masing tahapan usia reproduksi Ibu untuk hamil:

- Usia 20an

Pada usia ini kondisi fisik Ibu sangat prima sehingga banyak orang menyarankan untuk menikah dan punya anak pada usia ini. Dari sisi kesehatan, rahim dalam kondisi prima, elastisitas panggul masih bagus. Selain itu kualitas yang masih relative kuat dan  dan mudah mengurangi resiko bayi lahir cacat dan keguguran. Namun dari sisi psikologis, mengingat usia ini relatif muda, maka yang perlu diperhatikan adalah adanya kemungkinan keadaan finansial yang belum mapan, suasana hati yang lebih fluktuatif, perubahan hormonal yang bisa mempengaruhi emosi jadi lebih negatif.

- Usia 30an

Sesungguhnya usia ini boleh dikatakan usia matang bagi perempuan, baik dalam hal karir, emosi maupun keuangan. Namun secara fisik dan kesehatan, jika berencana hamil pada usia ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan :

  • Memasuki usia 35 tahun kesehatan reproduksi menurun dan jarak antar masa ovulasi menjauh sehingga kesempatan untuk hamil tinggal 15%.
  • Mulai muncul keluhan seperti darah tinggi dan diabetes yang akan sangat berpengaruh dalam proses kehamilan dan melahirkan.
  • Karena kondisi kesehatan yang menurun, maka kualitas sel telur pun menurun. Hal ini dapat berpengaruh dan menyebabkan resiko keguguran, bayi lahir cacat karena kelainan kromosom.

Kondisi psikologis pada usia ini relatif lebih stabil. Hubungan dengan pasangan dan kondisi finansial yang sudah mapan juga sangat membantu kondisi emosi menjadi lebih matang dan stabil.

- Usia 40an

Hamil pada usia ini sangat rawan. Kualitas kromosom yang tidak sebagus ketika berusia 20an beresiko Ibu mengalami keguguran dan bayi lahir cacat. Elastisitas panggul yang tidak seperti waktu muda menyebabkan kesulitan dalam melahirkan. Kemungkinan melahirkan bayi down syndrome lebih besar.

Kondisi emosi, finansial dan karir yang mapan dan stabil membuat Ibu merasa aman. Namun ada kecenderungan Ibu menjadi overprotective terhadap anak. Karena kondisi fisik yang sudah cepat lelah, akan mempengaruhi juga kondisi emosi Ibu.    

Sumber :

www.Kuliahbidan.wordpress.com

www.ayahbunda.co.id

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+