Ibu sudah mencoba berbagai cara termasuk mendatangi klinik laktasi tapi si kecil masih tetap sulit menyusui? Jika hal tersebut terjadi, Ibu perlu curiga, bisa jadi si kecil memiliki masalah lidah terikat (tongue tie). Apakah sindrom Lidah Terikat itu? Lidah terikat terjadi bila membran (frenulum) yang menempelkan lidah ke dasar mulut lebih pendek dari normal. Bila hal ini terjadi, lidah terikat bisa mengganggu proses menyusui, sehingga si kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup, akibatnya bayi menjadi rewel karena kurang kenyang. Selain itu, bayi yang menyusui dengan lidah terikat bisa melukai payudara Ibu. Bila masalah tidak segera ditangani sampai anak agak besar, anak bisa mengalami kesulitan melafalkan beberapa konsonan yang akhirnya mengganggu proses bicaranya.

Tapi Ibu tak perlu khawatir, dengan deteksi dini dan penanganan tepat, masalah ini pasti bisa teratasi dengan baik. Simak tanda-tanda bayi memiliki tongue tie berikut ini:

  1. Bagian ujung lidah tidak dapat dijulurkan melalui gusi bagian bawah
  2. Pengisapan saat menyusui sangat menyakitkan Ibu. Puting susu sangat terluka, retak, atau bahkan berdarah
  3. Bayi perlu menyusui dengan waktu yang lebih lama dan lebih sering, mudah lelah, dan suka mengigit puting susu Ibu.

Bila si kecil mempunyai tongue tie, dokter anak bisa dengan mudah menggunting frenulum di bagian bawah lidah, sehingga bayi bisa menghisap dengan lebih efisien. Pengguntingan frenulum adalah prosedur yang sangat cepat, tidak menimbulkan rasa sakit, dan dapat dilakukan di ruang praktek dokter Ibu.

Setiap gejala yang mengganggu dan merugikan Ibu dan bayi sebaiknya segera diperiksa oleh dokter, agar solusi yang tepat bisa segera dilaksanakan, karena gejala sekecil apa pun bisa menjadi tanda akan masalah yang lebih besar.

 

Sumber: The Baby Book (William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N bersama Robert Sears, M.D dan James Sears. M.D.)  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+