Setelah melewati proses yang panjang, masa kehamilan dan masa persalinan, tibalah saatnya Ibu masuk dalam masa laktasi. Masa laktasi adalah masa dimana Ibu menyusui sendiri sang buah hati. Melalui menyusui, Ibu dapat mempercepat proses pemulihan rahim serta dapat mengurangi berat badan. Pemberian ASI merupakan hal mutlak yang diberikan pada bayi, bahkan dianjurkan pada Ibu sehat yang baru melahirkan untuk mencoba menyusui bayinya sekitar 30 menit setelah melahirkan.

Berikut beberapa keuntungan yang dapat Ibu dan bayi peroleh dari kegiatan menyusui tersebut.

MANFAAT BAGI MAMA

  • Pemulihan Rahim
    Pada waktu menyusui, terjadi perintah di otak untuk mengeluarkan hormon tertentu (hormon oksitoksin) yang menyebabkan terjadinya kontraksi otot rahim untuk pemulihan rahim setelah proses persalinan. Mempercepat proses nifas (keluarnya sisa darah di rahim) dan penyembuhan pembuluh darah yang terluka akibat persalinan. Proses kontraksi sebagai pemulihan rahim ini dapat dirasakan pada minggu pertama setelah melahirkan, yaitu ketika bayi menghisap ASI secara otomatis proses tersebut berlangsung.
     
  • Ekonomis dan Praktis
    Melalui pemberian air susu ibu (ASI), Ibu tak perlu repot-repot membuatkan susu jika buah hati merasa haus. Ibu dapat langsung memberikan kapan saja bayi inginkan. Praktis, ekonomis, lebih higienis serta membantu menguatkan ikatan tali ikatan antara Ibu dan sang bayi.
     
  • Sarana KB Alami
    Jika Ibu memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan, artinya tanpa ada cairan lain, hal ini juga merupakan suatu cara untuk ber-KB (Keluarga Berencana), karena selama pemberian ASI pengeluaran sel telur dan indung telur bisa terhambat dan tidak terjadi ovulasi. Tidak membatasi pemberian ASI, setiap saat bayi inginkan dan tetap kontinyu. Berapa lama tingkat masa subur wanita kembali normal tergantung pada pola menyusui dan kecenderungan tubuh itu sendiri.
     
  • Berat Badan Tak Bertambah
    Lemak yang menumpuk saat kehamilan akan terbakar dalam pembentukan kalori yang dibutuhkan Ibu untuk menyusui. Jika Ibu mengkonsumsi makanan sebanyak 2.700-2.900 kalori sehari, maka berat badan Ibu akan statis, tidak bertambah.
     
  • Memperkecil Resiko Kanker
    Pemberian ASI yang cukup lama dapat memperkecil kejadian kanker ganas atau karsinoma payudara, dan ovarium atau kandung telur sebanyak 25 %. Pengurangan resiko kanker terjadi proporsional dengan durasi menyusui kumulatif seumur hidup, artinya semakin banyak bulan atau tahun ibu menyusui, semakin rendah resiko terkena kanker payudara. Pada kanker rahim dan ovarium, tingkat estrogen yang lebih rendah selama menyusui menyebabkan resiko kedua kanker itu menurun, penurunan estrogen menyebabkan berkurangnya rangsangan terhadap dinding rahim dan juga jaringan payudara sehingga memperkecil resiko jaringan menjadi kanker.

MANFAAT BAGI BAYI

  • Mencegah Infeksi
    Bayi yang diberikan ASI eksklusif sampai usia 4,5 bulan atau lebih, akan jarang sakit pada setahun pertama usianya dibandingkan dengan bayi yang minum susu formula. Menurut penelitian ilmuwan dari Miami University, Amerika Serikat, para bayi yang mendapatkan ASI lebih jarang sakit dan lebih rendah resiko terinfeksi bakteri candida albicans, yaitu bakteri penyebab gangguan pada mulut bayi yang ditandai dengan adanya lapisan putih pada kerongkongan dan lidah bayi. Biasanya sering menyerang bayi prematur. Air susu memiliki daya proteksi terhadap turunannya karena mengandung antigen. Sistem daya tahan tubuh bayi yang baru lahir belum terbentuk sempurna sehingga pemberian ASI mempunyai peranan penting dalam mencegah infeksi.
     
  • Mudah Dicerna
    ASI dirancang untuk sistem pencernaan bayi manusia yang masih peka dan berkembang. Oleh karena itu, susu pengganti yang terbuat dari susu sapi sebenarnya tidak ideal untuk bayi manusia. Perkembangan awal yang diperlukan oleh bayi adalah otaknya bukan ototnya, seperti yang terdapat pada kandungan susu sapi. Protein pada ASI juga lebih mudah dicerna sehingga bayi tidak menderita sembelit. ASI mengandung protein dan sodium lebih sedikit dari susu sapi, maka beban kerja pada ginjal bayi akan semakin sedikit.
     
  • Untuk Pertumbuhan Gigi
    Pada bayi yang minum susu formula biasanya harus mendorong lidahnya ke depan untuk mengerem lajunya cairan susu formula dari botol. Posisi ini dikhawatirkan menyebabkan gangguan bentuk gigi dan bicara anak. Pemberian ASI juga berguna untuk perkembangan gigi dan rahang bayi. Anak yang tidak minum ASI cenderung lebih sering menghisap jempol.
     
  • Mencegah Alergi
    Pada bayi yang memiliki riwayat alergi, pemberian ASI sangat dianjurkan karena dapat mengurangi terjadinya alergi tersebut. Biasanya alergi akan timbul saat bayi minum susu formula atau susu sapi, karena system imun masing-masing bayi berbeda-beda. Alergi terhadap protein susu sapi atau susu formula yang mengandung susu sapi merupakan suatu keadaan dimana manusia memiliki system reaksi kekebalan tubuh yang abnormal terhadap protein yang terdapat dalam susu sapi. Alergi susu sapi 80% akan menghilang atau menjadi toleran sebelum usia 3 tahun.

DASAR-DASAR MENYUSUI BAYI

  • Inisiasi Menyusui Dini (IMD)
    Lakukan inisiasi menyusui dini sesaat setelah melahirkan. Letakkan bayi di dada atau skin to skin. Berikan ASI kurang lebih satu jam. Jangan panik dan stress saat bayi belum bisa menyusui dengan benar ataupun ASI tidak keluar dengan cepat dan banyak. Usahakan agar Ibu dan si kecil tetap tenang dan nyaman. Saling melatih kesabaran antara Ibu dan bayi akan lebih menunjang bonding Ibu dan bayi.
     
  • Rawat Gabung/Rooming In
    Tahukah Ibu bahwa bayi yang berada dekat dengan Ibu cenderung lebih sehat? Maka, mintalah pada pihak rumah sakit untuk rawat gabung dalam satu kamar sehat terpisah dari kamar inap Ibu. Bila si kecil diletakkan terpisah, maka Ibu tidak akan tahu saat bayi menangis kelaparan.
     
  • Tidur Bersama
    Tidur dalam satu tempat tidur bersama saat menyusui eksklusif sangat disarankan, karena selain lebih mudah, Ibu dan si kecil akan lebih dekat. Namun perhatikan keselamatan si kecil saat tidur bersama, jangan sampai Ibu ketiduran karena akan membahayakan bagi si kecil.
     
  • Mengetahui Jadwal Pemberian ASI
    Bila Ibu telah mengenal jadwal pemberian ASI sejak si kecil lahir, maka kebutuhan bayi akan lebih maksimal. Bayi yang baru lahir memerlukan ASI setiap 2-3 jam sekali. Di usia 6 minggu ia akan minum setiap 4 jam sekali. Jadwal ini akan terus berlanjut hingga usia 10-12 bulan. Jika usia sudah lebih dari 12 bulan, si kecil telah dapat tidur lelap tanpa bangun pada malam hari dan Ibu tidak perlu lagi menyusui saat malam hari. Dengan keunikan yang terdapat pada masing-masing bayi maka porsi untuk ASI tidaklah sama.
     
  • Posisi Menyusui
    Ada berbagai cara yang dapat dilakukan Ibu untuk memberikan ASI. Ada yang berbaring miring sambil memeluk bayinya jadi tidak perlu repot menggendongnya, tapi Ibu harus hati-hati saat ketiduran jangan sampai jatuh pada tubuh bayi. Ada pula yang menggendong di pangkuan, cara lebih aman untuk Ibu dan bayi. Yang paling penting adalah mencari posisi senyaman mungkin saat proses menyusui untuk Ibu dan si kecil. Jika Ibu menyusui dengan posisi berbaring, jangan sampai Ibu ketiduran karena banyak kasus yang sering terjadi adalah bayi tidak bisa bernafas atau disebut Sudden Infant Death Syndrome.
     
  • Berikan ASI hingga usia 2 tahun
    Jika kondisi Ibu sehat dan sanggup menyusui lebih dari masa eksklusif 6 bulan, sangat dianjurkan untuk Ibu meneruskan pemberian ASI hingga usia lebih dari 2 tahun.

Selamat memberi ASI pada sang buah hati!

 

Sumber: The Baby Book (William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N bersama Robert Sears, M.D dan James Sears. M.D.)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+