Manajemen Laktasi. Harusnya ini hal mudah bagiku, secara lulusan Ekonomi Manajemen, ya kan? Hmmm, ternyata susah susah gampang. Andai dijadikan mata kuliah, harusnya bobotnya sama seperti skripsi. Namun daripada menggunakan SKS, harusnya diukur dengan SPS alias Sistem Perah Semalaman! Ha ha. Manajemen Laktasi adalah pengelolaan sumber daya dan elemen pendukung demi terpenuhi target menyusui eksklusif 6 bulan (dan seterusnya selama kehendak anak dan Ibu). Sumber daya dan pendukungnya apa saja? Ayo kita bikin daftarnya.

Ibu kalau mau menambahkan, silakan yaa.

  • Sumber daya, ya si sepasang payudara ini. Ibu pasti sudah ahli bagaimana merawatnya; membersihkan putting, memijat, kompres dengan air hangat, mengenakan bra menyusui yang pas menyangga payudara dan sebagainya.
  • Keyakinan mampu menyusui.
  • Kesehatan Ibu: 
    - Makan yang seimbang, bervariasi dan berkecukupan
    - Olahraga teratur, seminggu 3 kali, dan setiap hari aktif bergerak.
    - Istirahat yang cukup.

 

  •  Support group & support system. Suami, keluarga, lingkungan kantor yang mendukung upaya Ibu. Misal di kantor ada pojok nyaman untuk memompa dan kulkas untuk menyimpan ASIP.
  • Kuasai ilmu dasar menyusui, seperti ilmu ‘supply & demand’ (banyak menyusui/memompa agar produksi banyak), ganti payudara kiri dan kanan, dan sebagainya. (Ini juga yakin Ibu sudah hafal)
  • Up to date dengan informasi menyusui. Selalu kritis mencari informasi dan ilmu. Tetapi tidak lantas menelan mentah-mentah; diproses dan sesuaikan dengan kondisi diri.
  • Perlengkapan pendukung lainnya. Nursing apron aneka warna, baju menyusui yang kece, dan sebagainya!

Kalau kata Peter Drucker “tidak ada negara yang miskin, yang ada hanyalah negara yang mismanaged”, nah mungkin bisa kita ulik sedikit menjadi “tidak ada ibu yang tidak bisa menyusui*, yang ada hanyalah mis-manajemen laktasi”.

Sekian.

*seperti artikel sebelumnya, ada kasus dimana ibu tidak bisa memproduksi air susu atau tidak banyak. Ini adalah kondisi medis dan bukan salah sang Ibu.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+