Mungkin Ibu-Ayah pernah mendengar orang tua yang ingin anaknya memiliki rasa peduli pada orang sekitarnya. Sayangnya banyak orang tua yang tidak mengerti bagaimana mengajar dan mengasah kepedulian. Perlu Ibu dan Ayah ketahui bahwa dasar perilaku moral atau yang disebut sebagai empati ini bukanlah sesuatu yang gifted, tetapi sikap yang perlu dilatihkan dan dibiasakan.

Menurut Swick, Kevin J. ada beberapa hal bisa dilakukan oleh orang tua seperti dalam Preventing Violence Through Empathy Development in Families, Early Childhood Education Journal. Hal terbaik yang dapat kita lakukan sebagai orang tua adalah menjadi contoh. Ketika anak-anak bertindak di luar batas, cobalah untuk melihatnya dari perspektif mereka dan memberi mereka apa yang mereka butuhkan. Ketika mereka melihat Ibu dan Ayah bertindak dengan empati, mereka akan menirukan. Dengan begitu Ibu dan Ayah telah menunjukkan kepada mereka cara dan contoh menjadi empati terhadap orang lain dalam hidup mereka.

Ketika anak marah-marah, tidak bisa mengendalikan emosinya, dan tidak bisa memahami bagaimana perasaan orang lain yang sedang berkonflik dengannya. Ajaklah bicara, tanyakan apa yang dirasakannya. Kemudian Ibu dan Ayah hanya perlu membalik situasi dan kondisi, bagaimana jika yang terjadi sebaliknya, apa yang dirasakannya. Dengan begitu anak akan belajar bagaimana merasakan perasaan orang lain. Saat kita bereaksi dengan cara yang empati dan tidak dengan cara memerintah, maka anak-anak pun akan belajar untuk melakukan hal yang sama.

Rumah yang ramah hati adalah salah satu kuncinya. Ketika seorang anak merasa aman dan bahagia di rumah dan mengetahui bahwa orang tuanya sangat mencintai dan penuh dengan kasih sayang, maka keegoisannya akan berkurang. Ketika kebutuhan mereka sendiri terpenuhi, mereka lebih cenderung untuk memikirkan orang lain sebelum diri mereka sendiri.

Untuk itu Thompson, K. L., dn  Gullone, E, dalam Promotion of Empathy and Prosocial Behavior in Children Through Humane Education, menyarankan untuk sesering mungkin mengatakan kepada anak-anak bahwa Ibu dan Ayah sangat mencintai mereka. Beri anak-anak perhatian dan bersedialah meluangkan telinga untuk mendengarkan mereka. Ketika orang tua mendengarkan, maka anak-anak akan memiliki empati.

Meluangkan waktu, bermain bersama, melayani dengan santun, adalah cara lain yang bisa Ibu dan Ayah lakukan untuk melatih sikap empati. Nah, Ibu dan Ayah, selamat melatih Si Kecil. Satu contoh lagi yang bisa dilakukan oleh Ibu dan Ayah adalah melatih dengan bermain peran. Kalimat kuncinya adalah kalimat tanya, "Bagaimana perasaanmu jika seseorang melakukan hal yang sama padamu, seperti yang sudah kau lakukan pada mereka?"

 

Sumber:

http://foreverfamilies.byu.edu/Article.aspx?a=167

http://parentingtheatriskchild.com/Empathy.html

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+