Pernahkah Ibu perhatikan, semua gedung dan pesawat pasti memiliki pintu darurat atau tangga darurat. Ini karena meski kita mengharapkan kondisi akan selalu aman, kita pasti harus mempersiapkan kondisi terburuk yang tidak terduga dan mau tidak mau harus dihadapi agar kita tetap aman dan selamat.

Keberadaan pintu atau tangga darurat adalah salah satu cara untuk meminimalisir resiko atau untuk menghindari bahaya yang bisa mencelakakan hidup kita. Demikian halnya dengan dana darurat. Dana darurat juga demikian, diperlukan untuk meminimalisir resiko keuangan keluarga jika suatu saat ada kondisi buruk, misalnya: sumber penghasilan keluarga terhenti karena Ibu atau Ayah meninggal, kehilangan pekerjaan, atau sakit sehingga tidak dapat menyokong keuangan keluarga.

Jika ada anggota keluarga yang mengalami sakit dan butuh dana tunai secara cepat, dana darurat ini bisa digunakan. Meski tentu saja untuk hal ini, asuransi kesehatan juga harus disiapkan. Berapakah jumlah dana darurat yang harus Ibu dan Ayah sediakan? Jumlahnya tentu berbeda untuk tiap jenis keluarga.

  • Pria/wanita lajang perlu 4x biaya hidup bulanan
  • Pasangan menikah (tanpa anak) perlu 6x biaya hidup bulanan
  • Pasangan dengan 1 anak perlu 9x biaya hidup bulanan
  • Pasangan dengan 2 anak atau lebih perlu 12x biaya hidup bulanan
  • Freelancer/pemilik usaha sendiri per;u 12x biaya hidup bulanan.

Selain untuk berjaga-jaga jika ada kondisi darurat seperti sakit atau kehilangan pekerjaan, tabungan dana darurat juga bisa menyelamatkan rencana investasi untuk tujuan finansial yang lain seperti mencicil dana pensiun atau dana pendidikan.

Jika ada buruk terjadi pada rencana investasi Ibu, misalnya return investasi di bawah perkiraan, maka dana darurat bisa membantu Ibu untuk mencapai tujuan keuangan yang diinginkan. Hal terpenting yang harus diingat, selalu sedia payung sebelum hujan ya Ibu.  

Sumber: 50 Financial Wisdom oleh Eko.P Pratomo, Kontan Publishing

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+