Banyak mitos yang beredar seputar kesuburan yang bisa jadi membingungkan calon Ibu dalam merencanakan kehamilan.

Simak beberapa mitos dan kebenaran yang sesungguhnya di bawah ini:

1      Ovulasi dan masa subur biasanya terjadi pada hari ke-14 siklus menstruasi

Pendapat ini tidak selalu benar, karena siklus menstruasi setiap wanita berbeda-beda. Untuk mengetahui masa subur, ada 2 faktor yang bisa menjadi acuan dan sebaiknya Anda catat selama beberapa bulan, yaitu:

  • Siklus menstruasi. Cari siklus terpendek dan terpanjang menstruasi calon Ibu
  • Cervical Mucus/cairan leher vagina. Mendekati masa subur, cairan leher vagina bertambah banyak, jernih, dan elastis. Kesuburan berkurang ketika cairan mucus keabu-abuan, lengket, dan kental.

2.     Seorang wanita hanya bisa dibuahi selama periode 1 hari pada siklus menstruasi

Sel telur seorang wanita memang hanya bisa dibuahi dalam periode 12-24 jam, tetapi seorang wanita masih bisa hamil bila berhubungan intim dalam periode 5 hari sebelum ovulasi sampai sekitar 2 hari sesudahnya.

Sehingga pembuahan bisa terjadi selama periode 7 hari dalam siklus menstruasinya. Hal ini terjadi karena sperma bisa bertahan sampai 5 hari dalam sistem reproduksi wanita, dan seorang wanita bisa melepaskan lebih dari 2 sel telur dalam periode 24 jam.

3.     Masa subur bisa diketahui dengan memperhatikan suhu tubuh basal calon Ibu.

Ada mitos yang menyatakan bahwa masa subur terjadi sehari sebelum suhu tubuh turun dan sehari setelah suhu tubuh naik. Tapi pada kenyataannya hanya sekitar 10% wanita yang mengalami perubahan suhu tubuh basal pada saat masa subur.

Dan ketika suhu tubuh berubah, bisa dipastikan sel telur sudah tidak bisa dibuahi karena sel telur hanya bertahan selama 12-24 jam. Jadi, bila calon Ibu ingin mengetahui masa subur, perubahan cervical mucus atau cairan leher vagina bisa menjadi acuan yang lebih akurat.

4.     Stress bisa menyebabkan calon Ibu menjadi tidak subur

Sesungguhnya stress tidak mencegah pembuahan. Tapi stress bisa menekan hormon yang diperlukan untuk proses ovulasi sehingga ovulasi menjadi tertunda.

5.     Menopause terjadi karena sel telur seorang wanita sudah habis

Seorang wanita terlahir dengan lebih dari 400.000 sel telur. Tapi saat menopause, tubuh wanita tidak lagi bereaksi terhadap hormon yang menyebabkan sel telur matang sebelum dilepaskan pada saat ovulasi. Hal inilah yang menyebabkan siklus menstruasi berhenti pada saat menopause.

Agar terhindar dari informasi yang salah dan sukses mencapai kehamilan yang diinginkan, silahkan berkonsultasi langsung pada ahli kandungan.

Sumber: http://www.tcoyf.com (Taking Charge Of  Your Fertility)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+