Waktu adalah satu hal yang tak bisa dibeli pun dicuri. Waktu menggelinding dan berjalan bahkan terasa berlari. Untuk Ibu dan Ayah yang baru saja menerima kehadiran anak dalam keluarga, waktu pastilah terasa cepat bergulir. Di antara kejaran waktu itu pula Ibu dan Ayah harus mengajarkan banyak hal kepada si kecil.  

Kapan harus belajar menjadi orang tua? Mulailah ketika Ibu sudah mempersiapkan diri untuk masuk dalam masa kehamilan. Sama dengan bayi yang melalui tahap belajar, orang tua pun juga tidak serta merta menjadi ahli dalam menemani si kecil bertumbuh.  

Semenjak dari bayi yang masih sangat tergantung dengan orang tua hingga masuk ke masa kanak-kanak, adalah masa yang sangat singkat dan cepat. Hanya dalam 12 bulan terjadi sebuah transformasi yang luar biasa. Setiap hal yang kecil ataupun besar yang dibuat oleh anak-anak akan menjadi hal yang sangat istimewa buat hidup si kecil.  

Setiap bayi memiliki perkembangan ketrampilan dan kemampuan yang berbeda-beda. Jika si kecil sedang mempelajari sesuatu, biarkanlah. Karena memiliki naluri untuk mencoba sesuatu hingga berhasil. Dan kemudian akan mempelajari hal lainnya,” kata Jennifer Shu, MD, dokter anak dan penulis buku “Heading Home with Your Newborn".  

Contohnya seorang bayi bisa mengucapkan kata pertamanya di usia 8 bulan sedangkan bayi lainnya baru mengucapkan kata pertama setelah usia 1 tahun. Begitu juga belajar berjalan, ada bayi yang di usia 9 bulan sudah bisa berjalan, sementara yang lain lebih lambat atau lebih cepat.

Ayah dan Ibu harus memahami betul perkembangan bayi dari 0 – 12 bulan, agar tidak merasa cemas ketika si kecil tidak sama dengan anak yang lain.

Berikut adalah perkembangan bayi per tiga bulan di tahun pertama :  

Tahap pertama 0-3 bulan

Setelah hidup dalam kandungan selama 9 bulan, di usia inilah bayi belajar hidup di dunia luar. Berikut adalah hal ajaib yang Ibu dan Ayah temui di usia awal :

  • Senyum. Pada walnya bayi hanya tersenyum untuk dirinya sendiri. Tetapi semakin beranjak besar, bayi akan merespons senyum dari orang-orang di sekelilingnya.
  • Mengangkat kepala dan dada ke arah perut.
  • Melatih mata untuk mengidentifikasi obyek yang dilihat dan lambat laun mengurangi bentuk mata yang juling.
  • Memainkan jari-jari tangannya dengan cara membuka dan menutup jari, kemudian memasukkannya dalam mulut.
  • Berusaha untuk meraih benda-benda yang tergantung di dekatnya, walaupun sering kali tidak berhasil

Tahap ke dua 4-6 bulan

Di usia ini, bayi benar-benar memaksimalkan tangannya untuk mengenal banyak hal. Belajar untuk meraih dan menggenggam sesuatu dengan tangan mungil mereka. Dan yang lebih ajaib, Ibu sudah bisa mendengar suara si kecil. Bayi menikmati suara yang dihasilkannya sendiri.

  • Belajar berguling dari arah depan ke belakang dan juga sebaliknya.
  • Berceloteh seakan bicara dengan bahasa yang seakan dimengerti oleh Ibu dan Ayah
  • Belajar tertawa. Bayi bisa merespon sesuatu dengan tawanya.
  • Bisa mengambil benda-benda yang diinginkan dan terjangkau dari jarak pandangnya.
  • Bisa mulai duduk asalkan dengan bantuan dan juga punya kepekaan terhadap kepala. Menjaga kepalanya untuk tetap aman ketika beraktifitas.

Tahap ke tiga 7-9 bulan

Di paruh tahun kedua ini bayi semakin banyak belajar dan memantapkan kemampuannya. Setelah belajar berguling, si kecil akan mencari tahu bagaimana caranya untuk bergerak maju dan mundur. Ajaib sekali kan Ibu?

  • Bisa duduk berlama-lama tanpa bantuan
  • Mulai belajar merangkak menggunakan tangan dan kaki, atau juga serupa merangkak tapi dengan menyeret perut, lengan dan kaki. Dan kemudian belajar berdiri. Tiap bayi bervariasi tahap dari merangkak, berdiri, dan berjalan.
  • Memberi tanggapan ketika namanya dipanggil.
  • Merespons kata-kata seperti tidak yang membuat si kecil berhenti melakukan hal yang sedang dilarang dan melihat si empunya suara yang memberikan larangan.
  • Menyebut kata pendek seperti “mama” atau “dadah”
  • Belajar bertepuk tangan

Tahap ke empat 10-12 bulan

Di usia ini adalah masa transisi bayi menjadi balita. Secara fisik sudah banyak perubahan, tetapi banyak hal membuat si balita masih tampak seperti bayi.

  • Belajar makan sendiri. Di tahap ini jari-jarinya belajar untuk menjepit dan memegang
  • Belajar berjalan dengan memegang sesuatu untuk bisa mengelilingi ruangan. Misalnya berpegangan pada tepi meja, atau pada tembok.
  • Mulai mencontoh apa yang dilakukan orang dewasa di sekelilingnya. Seperti pura-pura berbicara dalam telepon.
  • Memberikan perhatian pada suatu hal atau barang dan mencoba menarik perhatian Ibu atau Ayah untuk menuruti keinginannya.
  • Menambah kata-kata pendek yang diucapkan berulang-ulang, selain mama, papa atau dadah

Selamat menikmati masa emas si kecil!  

Sumber: http://www.americanpregnancy.org/firstyearoflife/firstyeardevelopment.html

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+