Kalau Ibu sedang mempersiapkan ‘gudang makanan’ alias suplai ASI untuk si kecil ketika Ibu sudah kembali bekerja, ada beberapa hal yang perlu Ibu ketahui untuk menjaga kesegaran ASI yang Ibu simpan.  

Berapa lama ASI bisa disimpan?

  • Sampai 10 jam pada suhu ruangan (19-22° C)
  • Sampai 8 hari bila disimpan dalam kulkas (0-4°C). Tip: selalu simpan ASI di bagian dalam kulkas, bukan di tempat penyimpanan di pintu kulkas
  • Sampai 2 minggu pada freezer dalam kulkas 1 pintu
  • Sampai 3-4 bulan pada freezer dalam kulkas 2 pintu
  • Sampai 6 bulan atau lebih dalam freezer khusus (-19°C)

ASI yang disimpan di pendingin lebih segar dari ASI yang disimpan di freezer. Jadi bila Ibu yakin bahwa ASI yang Ibu simpan akan segera diberikan kepada si kecil dalam waktu beberapa hari, lebih baik Ibu menyimpan ASI tersebut di pendingin/kulkas. Bila si kecil terlahir prematur atau sedang sakit, berkonsultasilah ke dokter untuk mengetahui cara penyimpanan yang lebih baik.

Apa wadah yang paling baik untuk menyimpan ASI?

Saat disimpan di kulkas atau freezer, ASI sebaiknya disimpan dalam:

  1. Wadah dari plastik keras atau kaca dengan tutup yang pas (tidak longgar)
  2. Kantong ASI
  3. Wadah pendingin yang khusus didesain untuk membekukan dan menyimpan ASI (merekat dan steril otomatis)

Bila Ibu memompa ASI di luar rumah (misalnya di kantor), simpanlah ASI dalam tas kedap udara berisi kantong es untuk menjaga kesegaran dan kualitas ASI. Cooler bag seperti ini bisa menjaga kesegaran ASI sampai sekitar 8-12 jam. Wadah botol yang bisa dibuang tidak direkomendasikan untuk penyimpanan ASI, kecuali bila didesain khusus untuk penyimpanan ASI.  

Bagaimana cara terbaik untuk memanaskan/mencairkan ASI yang telah disimpan dalam kulkas/freezer?

  1. Cairkan/panaskan ASI dengan cara meletakkan wadahnya dalam air hangat
  2. Jangan panaskan ASI sampai mendidih, terutama secara langsung di atas kompor, karena akan menghasilkan panas berlebih
  3. Saat disimpan, ASI biasanya terpecah menjadi krim dan susu. Jadi setelah ASI dipanaskan dan sebelum mengecek suhu ASI, aduk ASI secara perlahan untuk mencampur krim dan susu ini
  4. Jangan gunakan microwave untuk memanaskan ASI, karena microwave membunuh sel-sel dalam ASI yang membantu melawan penyakit serta merusak nutrisi dalam ASI. Selain itu, memanaskan ASI dengan microwave bisa membuat ASI panas secara tidak merata, sehingga bisa melukai mulut si kecil

  Apa yang harus dilakukan untuk mengurangi jumlah ASI yang terbuang karena tidak terminum?

  1. Bila memungkinkan, simpan ASI dalam jumlah 2-4 oz (1 oz ± 30 ml) untuk mengurangi ASI yang terbuang karena tidak habis.
  2. Terkadang ASI yang telah disimpan beberapa lama jadi sedikit terasa seperti bersabun atau besi. Perubahan rasa ini bukan berarti ASI telah basi, karena hal ini disebabkan oleh enzim yang membantu mencerna ASI kadang memecahkan lemak dalam ASI. Jadi si kecil masih bisa meminum ASI ini. Tapi kalau si kecil menolak meminumnya, Ibu bisa mencoba sedikit memanaskan ASI tersebut untuk menghentikan aktivitas enzim tersebut. ASI yang telah basi akan menjadi sangat bau, jadi jadikan hal itu sebagai indikasi kesegaran ASI.
  3. Saat menyimpan ASI, tempelkan label bertuliskan tanggal dan jam waktu pemompaan ASI. Lalu gunakan ASI berdasarkan urutan pemompaannya (tempatkan ASI yang paling lama di bagian depan tempat penyimpanan).

  Apakah ASI yang telah dipanaskan bisa disimpan kembali?

  1. Bila ASI yang disimpan di kulkas/freezer telah dipanaskan/dicairkan tapi belum diberikan kepada si kecil, ASI tersebut bisa disimpan di kulkas lagi selama 24 jam untuk dipanaskan kembali bila diperlukan. Tapi proses pemanasan ulang ini hanya bisa dilakukan 1 kali. Kalau setelah dipanaskan ulang ASI masih belum terminum, ASI tersebut harus dibuang.
  2. ASI yang telah dicairkan tidak boleh dibekukan kembali karena dapat menumbuhkan bakteri
  3. Bila ASI yang telah diberikan kepada si kecil masih tersisa dalam botol, ASI yang tersisa dalam botol itu masih bisa diberikan lagi kepada si kecil paling lama 4 jam kemudian dalam suhu ruangan

Orang yang akan mengasuh si kecil selama Ibu bekerja juga harus mengerti hal-hal di atas. Jadi segera latih dan ajarkan mereka sebelum Ibu kembali bekerja agar target ASI Eksklusif Ibu tercapai dengan lancar.  

Sumber http //www.workandpump.com/storage.htm http //www.workandpump.com/reheat.htm The Baby Book; William Sears, M.D dan Martha Sears, R.N.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+