Kita semua tentu sangat menyadari, ASI adalah asupan terpenting bagi bayi terutama dalam 6 bulan pertama tumbuh kembangnya. Seperti Ibu pada umumnya, saya ingin memberikan ASI eksklusif untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi. Saya juga sangat menyadari, menyusui adalah peran utama seorang Ibu. Namun, menyusui bukan hanya tugas Ibu saja. Ibu sangat memerlukan dukungan dari keluarga, terutama dukungan Ayah tersayang. Baik dukungan moral maupun dalam tindakan.

Saya sangat bersyukur karena memiliki suami yang sangat mendukung usaha saya untuk menyusui dengan baik. Ayah selalu berusaha memberikan ketenangan buat saya. Tanpa sungkan Ayah mengambil alih peran untuk mengerjakan pekerjaan rumah seperti mencuci, menyetrika, menyapu atau mengepel lantai. Bahkan di malam hari, Ayah rela terjaga untuk mengganti popok atau menolong saya memangku si kecil yang ingin menyusu. Kami berbagi pekerjaan rumah tangga dan Ayah tidak pernah keberatan membereskannya. Selain menjaga supaya saya tidak kelelahan, pikiranpun menjadi lebih tenang karena banyak pekerjaan rumah yang sudah dibereskannya.

Tidak hanya itu, setiap hari Ayah berperan aktif menyediakan asupan makanan yang bergizi dan meningkatkan produksi ASI saya. Karena kami tidak memiliki asisten rumah tangga, setiap pagi Ayah membeli dan menyiapkan berbagai menu sayuran hijau, lauk pauk dan tidak ketinggalan buah. Beruntung, ada warung di ujung komplek yang sudah berjualan sejak pagi. Sayur bayam atau daun katuk, beraneka macam lauk pauk dari tempe tahu bacem hingga bandeng presto. Biasanya, Ayah membeli buah pepaya atau jeruk di toko buah. Stok buah cukup untuk beberapa hari saja, berganti-ganti macamnya supaya saya tidak bosan. Semua disiapkan sebelum Ayah berangkat bekerja. Jadi saya tidak perlu repot memasak supaya dapat berkonsentrasi merawat bayi kami, kebutuhan konsumsi makanan sehat untuk saya dan bayi tercukup.

Seringkali Ayah memutar musik klasik atau lagu-lagu yang membuat suasana hati menyenangkan. Riset membuktikan, suasana rileks dan nyaman sangat mempengaruhi produksi ASI bukan?

Wah rasanya senang sekali mendapat dukungan yang total seperti itu. Seolah-olah saya punya cheerleader yang selalu bersemangat mendukung program ASI eksklusif. Alih-alih bosan dan kesepian, saya tidak pernah merasa sendirian dan terbeban selama menyusui. Saya jadi lebih bersemangat dan tanggung jawab untuk memenuhi kebutuhan ASI anak kami terasa menyenangkan. Suami saya pun ikut senang melihat bayi kami sangat gemar menyusu. Bayi tumbuh sehat dan kuat, tidak mudah sakit dan cepat besar.

(Seperti yang diceritakan Ibu Indah Sibarani pada Lactamil Ibu Care)

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+