Pada masa kehamilan, peran Ayah sangat dibutuhkan dan ternyata berpengaruh pada tumbuh kembang janin. Sebagai ilustrasi, tidak sedikit Ibu yang ngidam di masa kehamilannya. Saat inilah Ibu membutuhkan dukungan Ayah. Biasanya Ayah dengan sigap mencari makanan atau minuman yang Ibu inginkan. Namun, peran Ayah tidak hanya dibutuhkan saat Ibu ngidam. Dalam akivitas sehari-hari Ayah juga perlu ikut menjaga dan merawat janin dengan berbagai cara.

 

  • Perbanyak aktivitas bersama Ibu

Dengan banyak melakukan aktivitas bersama Ibu, Ayah aka lebih mudah berinteraksi dengan janin di dalam kandungan. Janin dapat mengenali sentuhan dan suara selain dari Ibu. Bisikkan “Nak, ini Ayahmu” akan menjelaskan pada janin bahwa ia memiliki seseorang lain yang akan selalu menjaganya. Bisikkan Ayah juga dapat merangsang aktivitas janin di dalam perut Ibu. Ketika terasa gerakan di dalam perut, berarti janin merespon suara Ayah. Sangat menyenangkan apabila hubungan Ayah dan janin dapat terjalin sejak dalam kandungan.

 

  • Membiarkan Ibu istirahat sama saja meningkatkan cairan ketuban

Memenuhi kebutuhan nutrisi yang sudah Ibu lakukan perlu didukung dengan istirahat untuk perkembangan janin yang baik. Apakah istri Ayah sudah mendapat istirahat yang cukup? Mulailah mengerjakan tugas-tugas Ibu, seperti belanja ke supermarket, bersih-bersih rumah, dan biarkan Ibu untuk istirahat. Istirahat sangat membantu dalam meningkatkan cairan ketuban di sekitar janin. Cairan ketuban berperan dalam perkembangan paru-paru di saat janin bernafas ataupun mengeluarkan urin.

 

  • Ingatkan Ibu memenuhi asupan nutrisi seimbang

Ketahui nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan Ibu hamil dengan banyak membaca dan konsultasi kepada dokter kandungan atau bidan. Hal tersebut sangat wajar Ayah lakukan karena Ibu pastinya membutuhkan teman yang bisa selalu memperhatikannya. Nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan, seperti asam folat, vitamin D, zat besi dan kalsium sangat mendukung perkembangan janin. Selalu ingatkan Ibu untuk makan teratur dengan menu makanan bernutrisi. Ibu pasti akan lebih semangat menyantap makanan karena mendapat perhatian dari Ayah dan janin di dalam perut juga akan merasakan manfaatnya karena mendapat asupan nutrisi yang seimbang.

 

Dukungan Ayah ternyata tidak hanya terasa oleh Ibu, tetapi juga oleh si calon bayi. Bisa dibayangkan saat kehamilan, peran Ayah sangat berpengaruh. Oleh karena itu tetap semangat menjaga Ibu dan calon bayi Ayah, ya.

 

Sumber:

Gearing, Robin Edward. Ted McNeill, Fernand A. Lozier. 2005. Father Involvement and Fetal Alcohol Spectrum Disorder: Developing Best Practices.http://www.motherisk.org/JFAS_documents/JFAS 5003F_e14.pdf. (Diakses pada 17 Oktober 2016)

Ministry of Health. 2006. Food and Nutrition Guidelines for Healthy Pregnant and Breastfeeding Women: A background paper.

O’Leary, Joann. 2015. Fathers/Partners: Psychological Adjustment During Pregnancy. http://infantcrier.mi-aimh.org/fatherspartners-psychological-adjustment-during-pregnancy. (Diakses pada 17 Oktober 2016)

 

461/12/2016

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+