Saat menyusui umumnya adalah saat yang menyenangkan ketika Ibu merasa sangat terhubung dengan si kecil. Percayalah, si kecil juga pastinya sangat menikmati saat-saat menyusui. Tapi ketika si kecil menjadi sudah cukup besar untuk lepas dari payudara Ibu, berarti tiba saatnya untuk penyapihan.

Waktu yang tepat untuk penyapihan berbeda-beda untuk setiap Ibu dan anak. Ada anak yang secara otomatis menyapih dirinya sendiri tanpa dibimbing oleh Ibunya, sementara anak lainnya lebih sulit berpisah dari kebiasaan menyusui. The American Academy of Pediatrics menyarankan Ibu tetap menyusui sampai si kecil berumur 1 tahun. World Health Organization (WHO) justru menyarankan agar proses menyusui dilanjutkan sampai si kecil berumur 2 tahun. Terlepas dari opini mana yang paling tepat, sebaiknya penyapihan hanya dilakukan setelah baik Ibu dan si kecil merasa siap. Memaksa Ibu ataupun si kecil untuk berhenti menyusui tidak akan mempermudah proses penyapihan.

Prinsip penyapihan

Ada beberapa hal yang perlu diingat dalam melakukan penyapihan, yaitu:

  1. Gantikan diri Ibu dengan orang lain, bukan dengan benda. Peran ayah dalam proses penyapihan ini akan sangat membantu.
  2. Sapihlah secara perlahan dan bertahap. Pelepasan kedekatan emosional yang terbentuk dari proses menyusui secara mendadak akan mengakibatkan stress berlebihan bagi si kecil.
  3. Umumnya pada usia 18 bulan – 2 tahun, si kecil memiliki dorongan menyusui yang sangat kuat. Hal ini disebabkan pada umur tersebut, si kecil semakin bersemangat untuk menjelajahi dunia yang baru dikenalnya. Tapi dia masih membutuhkan sesuatu yang membuat dia merasa nyaman, yaitu menyusui Ibu.
  4. Katakan ‘tidak’ bila perlu dengan cara kreatif yang membuat si kecil tidak merasa ditolak
  5. Kembangkan alternatif kreatif untuk penyapihan. Untuk menghindari si kecil menyusui sebelum tidur, ciptakan rutinitas baru sebelum tidur, seperti cerita sebelum tidur, dll.

Cara penyapihan

Metode paling baik untuk menyapih si kecil adalah dengan proses perlahan-lahan. Menghentikan proses menyusui secara tiba-tiba bisa menjadi traumatis untuk si kecil. Cobalah metode berikut ini:

  1. Mengurangi frekuensi menyusui
    Gantikan ASI Ibu dengan susu formula untuk si kecil. Mengurangi frekuensi menyusui perlahan-lahan memberikan si kecil waktu untuk beradaptasi terhadap hilangnya waktu menyusui. Suplai ASI Ibu juga akan berkurang secara bertahap, sehingga payudara Ibu tidak membengkak.
     
  2. Perpendek durasi menyusui
    Sebagai ganti waktu menyusui yang terpotong, berikan cemilan sehat untuk si kecil seperti, susu formula ataupun buah-buahan. Kebiasaan menyusui sebelum tidur biasanya paling sulit untuk ditinggalkan.
     
  3. Tunda atau alihkan perhatian
    Metode ini hanya bisa dilakukan pada balita yang sudah bisa berkomunikasi dan menangkap maksud Ibu. Bila dia meminta untuk menyusui, tunda keinginannya dengan cara mengalihkan perhatiannya dengan hal lain.

Bila segala cara yang Ibu coba tidak berhasil menghentikan kebiasaan menyusui si kecil, mungkin ini memang belum waktu yang tepat untuk menyapih si kecil. Cek juga apakah ada perubahan besar dalam kehidupan Ibu dan si kecil belakangan ini. Apakah Ibu harus kembali bekerja? Apakah keluarga baru berpindah rumah? Atau mungkin si kecil sedang sakit? Perubahan-perubahan ini membuat si kecil harus beradaptasi terhadap lingkungan baru, dan ‘obat’ yang membuatnya tetap nyaman dengan perubahan tersebut adalah proses menyusui, terutama bila dia sedang sakit. Bersabarlah dan coba lagi penyapihan di bulan atau minggu berikutnya.

Proses penyapihan yang tepat waktu dengan cara yang tepat membuat si kecil jadi lebih mandiri, mudah disiplin, jarang marah, dan percaya kepada orang lain. Penyapihan yang tiba-tiba meningkatkan resiko penyakit penyapihan dini seperti kemarahan, sikap agresif, cemas, dan kurangnya kemampuan untuk membentuk hubungan yang lebih intim.

Ingatlah bahwa bukan Ibu yang menyapih si kecil, tapi si kecillah yang melepaskan diri dari Ibu. Penyapihan bukan berarti mengakhiri kedekatan Ibu dengan si kecil yang terbentuk dengan proses menyusui. Gantikanlah proses menyusui dengan aktivitas lainnya. Kalau biasanya Ibu menyusui untuk membuat si kecil merasa nyaman dan tenang, cari cara lain seperti membaca buku bersama, bernyanyi, bermain, dan lain-lain.  Semoga proses penyapihan si kecil berjalan dengan lancar tanpa hambatan.

Sumber:

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+