Perubahan yang terjadi pada tubuh selama 9 bulan masa kehamilan, tak jarang menimbulkan banyak gangguan yang sangat mempengaruhi asupan gizi. Gangguan apa saja yang kerap Ibu rasakan? Bagaimana menyikapinya?

Morning Sickness

Bagi sebagian ibu hamil umumnya pernah merasakan mual, pusing, dan muntah pada awal kehamilan. Keadaan yang biasa terjadi pada pagi hari ini disebut orang sebagai morning sickness, saat perut Ibu kosong di pagi hari setelah tidur malam berjam-jam.

Berikut ini 3 langkah yang bisa Ibu coba dalam mengatasi mual awal kehamilan:

  1. Minum air putih saat Ibu bangun pagi, makanlah makanan ringan rendah lemak dengan porsi kecil seperti roti gandum, tapi apabila Ibu tidak mual minumlah secangkir susu.
  2. Tidak makan dengan porsi sekali banyak, tapi makanlah dengan porsi sedang. Makanlah saat perut terasa lapar. Bila Ibu mual, tetap usahakan untuk makan, makanlah dengan porsi kecil tapi sering. Hal ini dapat menjaga kestabilan gula darah dalam tubuh.
  3. Hindari jenis makanan yang merangsang rasa muala atau muntah seperti gorengan, termasuk yang membuat perut menjadi sensitif seperti asam atau yang berlemak. Namun jika semua siasat tersebut belum dapat mengurangi bahkan menghilangkan rasa mual, muntah dan pusing, segera konsultasikan pada dokter.

Kembung

Meningkatnya hormon progesterone menyebabkan sistem pencernaan ibu hamil berjalan lambat dan gas berkumpul dalam saluran pencernaan. Bila Ibu merasakan hal seperti ini, hindari makanan yang mudah sekali terbentuk gas, yaitu kol, minuman soda, ubi jalar, nangka dan lobak. Segera konsultasikan dengan dokter jika rasa kembung ini tidak juga hilang.

Perut Panas (Heartburn)

Rahim yang membesar akan mendesak sistem pencernaan dan menyebabkan perut terasa panas. Biasanya terjadi setelah Ibu makan, oleh sebab itu sebaiknya Ibu makan dalam porsi kecil tapi sering guna menghindari perut panas sesaat setelah makan banyak.

Sembelit

Konsumsi suplemen zat besi dan perubahan hormon kehamilan menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan dan menimbulkan sembelit. Tingkatkan konsumsi serat, makanlah nasi dari beras merah atau beras tumbuk, minum air putih lebih banyak. Bila sangat mengganggu, konsultasikan pada dokter, jangan pernah mencoba makan obat pencahar sendiri.

Wasir

Gangguan pembuluh darah dalam anus ini biasanya lebih terasa memburuk saat hamil akibat tekanan oleh rahim pada lubang dubur, apalagi bila Ibu mengalami sembelit karena kotoran yang dipaksa keluar akan membuat wasir makin buruk. Perbanyak makan yang berserat dan banyak minum air putih.

Kelelahan

Bila aktivitas Ibu lebih meningkat dari sebelumnya saat kehamilan, pasti Ibu akan sering merasa cepat lelah. Yang perlu disiasati adalah jika dari hasil pemeriksaan Ibu bukan karena anemia tapi penyakit lainnya seperti diabetes mellitus. Perhatikan asupan makanan yang dapat menjadi cadangan energi yaitu karbohidrat, karena kandungannya dapat menjaga kadar gula darah sehingga Ibu cukup memiliki stamina dalam menjalani aktivitas. Pilihlah bahan makanan karbohidrat komplek yang mudah dicerna, tidak yang terlalu manis dan dapat membuat perut kembung. Usahakan Ibu beristirahat yang cukup.

Darah Tinggi

Hati-hati dalam mengkonsumsi makanan bila sejak awal kehamilan Ibu sudah mengalami tekanan darah tinggi. Kurangi makanan yang asin dan dengan garam yang berlebih seperti ikan asin, ebi, makanan kaleng atau pun makanan olahan lain yang mengandung kadar garam yang tinggi. Garam membuat tertahannya air secara berlebihan di dalam tubuh, saat tekanan darah meningkat dengan tiba-tiba, hal ini dapat memicu terjadinya pre-eklamsia. Gejala yang diawali dengan pembengkakan pada pergelangan tangan dan kaki ini akibat peningkatan cairan tubuh hingga menyebabkan terkumpulnya cairan. Sekalipun jumlah asupan cairan dalam tubuh begitu banyak, Ibu tidak dianjurkan untuk mengurangi asupan cairan tersebut.

Anemia

Anemia adalah keadaan tubuh dimana jumlah haemoglobin (hb/pigmen darah) kurang dari normal. Biasanya gangguan terjadi karena kurangnya asupan zat gizi. Ibu dengan kondisi kehamilan seperti ini akan mudah lelah, gelisah, lesu, dan pusing berkunang-kunang. Keadaan ini membahayakan karena dapat menyebabkan abortus (keguguran), kematian janin dan meningkatkan komplikasi persalinan hingga memperburuk kondisi kesehatan Ibu dan bayi pasca persalinan. Agar Ibu terhindar dari hal tersebut sebaiknya Ibu menambah konsumsi bahan makanan yang kaya zat gizi, bila sangat diperlukan dokter akan memberikan vitamin dan mineral khususnya yang mengandung zat besi dan Asam folat.

Diabetes Mellitus (DM)

Aturlah pola makan jika sejak sebelum kehamilan Ibu telah memiliki penyakit ini. Konsultasikan dengan dokter. Begitu pun jika Ibu mengetahuinya saat kehamilan. Namun diabetes jenis ini akan hilang setelah bayi lahir. Kurangi bahan makanan yang berkalori tinggi, lemak tinggi, dan perbanyak protein serta serat. Pengaturan pola makan ini agar kadar gula darah tidak terlalu meningkat atau terlalu rendah, karena akan berpengaruh pada proses tumbuh kembang janin.

Yang perlu diingat, pemeriksaan secara teratur sejak usia kehamilan muda agar gangguan-gangguan yang dirasakan oleh Ibu dapat diantisipasi sejak awal. Perbanyak pengetahuan mengenai makanan bernilai gizi tinggi dan kesehatan ibu hamil.

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+