Manfaat ASI pada kesehatan si kecil memang sangat banyak. Tapi sebagai pencari nafkah utama keluarga, Ayah pasti ingin tahu bagaimana dengan manfaat ASI pada ekonomi keluarga.

Apakah sebenarnya ASI memang lebih murah daripada susu formula?

Ibu adalah ibu rumah tangga

Bila Ibu adalah stay at home mom yang tidak memiliki masalah apapun dalam proses menyusui, maka bisa dibilang Ayah dan Ibu tidak memerlukan pengeluaran apapun untuk makanan si kecil selama 6 bulan pertama. Setelah si kecil mulai mendapatkan MPASI pun Ibu bisa memberikan makanan dari bahan yang sama dengan makanan keluarga, sehingga biaya makanan tidak akan berbeda jauh dari biaya makanan keluarga sebelum si kecil lahir. Pengeluaran yang diperlukan mungkin hanya nursing bra dan nursing shirt. Kedua hal itu juga adalah hal pilihan yang tidak harus Ibu miliki. Tapi tidak semua Ibu bisa berhenti total dari pekerjaannya, karena otomatis pemasukan keluarga pun akan berkurang.

Ibu memiliki masalah dalam proses menyusui

Bila Ibu memiliki masalah dalam proses menyusui, tapi tetap mengusahakan untuk bisa menyusui si kecil, pengeluaran yang diperlukan di antaranya adalah untuk konsultan laktasi, breast pump, serta mungkin beberapa obat-obatan dari dokter untuk membantu produksi ASI.

Si kecil mengonsumsi susu formula

Biaya untuk si kecil yang mengonsumsi susu formula datang dari botol susu dan perlengkapan lain, serta tentu saja, pembelian susu formula setiap bulan. Pilihan susu formula beragam mulai dari yang cukup terjangkau, sampai yang agak mahal dan dilengkapi dengan berbagai nutrisi tambahan. Apalagi bila si kecil memiliki alergi makanan, misalnya lactose intolerant, sehingga dia hanya bisa mengonsumsi susu formula khusus yang bukan terbuat dari susu sapi. Organic milk dan hypoallergenic formulas juga bisa lumayan menguras pemasukan bulanan keluarga.

Ibu tetap bekerja sambil tetap menyusui si kecil dengan ASI perah

Banyak wanita Indonesia yang mengambil pilihan ini: tetap bekerja tapi tetap memberikan si kecil ASI perah. Untuk pilihan ini, pengeluaran yang mungkin terjadi adalah untuk konsultan laktasi (bila Ibu mengalami masalah dalam memompa ASI), breast pump (sebaiknya pompa yang bisa diandalkan, karena Ibu memompa tidak sekedar untuk mengurangi pembengkakan, tapi untuk menyiapkan pasokan ASI untuk si kecil), botol susu, alat penyimpanan ASI perah untuk membawa ASI dari kantor ke rumah, serta biaya pengantaran ASI dari kantor ke rumah saat darurat/saat diperlukan.  

Selain itu, Ayah juga bisa melihat pro dan kontra dari menyusui di bawah ini:

Keuntungan ekonomikal dari menyusui:

  • Uang yang dihemat dari tidak membeli susu formula
  • Biaya kesehatan yang lebih rendah untuk bayi
  • Biaya kesehatan yang lebih rendah untuk Ibu
  • Berkurangnya cuti yang Ayah perlukan untuk menjaga si kecil atau Ibu yang sakit

Kerugian ekonomikal dari menyusui:

  • Keputusan Ibu untuk mengambil cuti hamil tambahan atau bahkan berhenti kerja sepenuhnya (untuk sementara atau seterusnya) bisa berakibat pada pemasukan keluarga
  • Keputusan Ibu untuk pindah kerja ke tempat yang lebih memungkinkan dia untuk mengasuh dan menyusui si kecil biasanya berakibat pada berkurangnya pemasukan keluarga
  • Memerah ASI pada waktu kerja mengurangi sedikit produktivitas kerja (tapi ini tergantung sepenuhnya dari kebiasaan dan sifat setiap individu). Bila hal ini dipandang negatif oleh kantor tempat Ibu bekerja, bisa berakibat dari berkurangnya resiko kenaikan jabatan
  • Adanya keperluan untuk pengeluaran breast pump, nursing bra, dan nursing shirt untuk Ibu yang bekerja

Menyusui adalah keputusan keluarga yang harus disetujui Ayah dan Ibu dan harus dibahas lebih lanjut. Tapi yang perlu diingat adalah walaupun Ayah dan Ibu bisa membandingkan kerugian dan keuntungan finansial yang didapat dari menyusui, tidak ada ukuran pasti yang bisa membandingkan secara langsung antara keuntungan kesehatan yang didapat Ibu dan si kecil dari menyusui dengan keuntungan finansial/kerugian kesehatan yang didapat bila Ayah, Ibu, dan si kecil, bila si kecil tidak mendapatkan ASI Eksklusif. Biaya yang mungkin harus dikeluarkan keluarga agar si kecil mendapatkan ASI Eksklusif memang bisa berubah, tapi keuntungan kesehatan yang didapatkan akan berlangsung untuk jangka waktu lama.  

Sumber:

http://www.phdinparenting.com/2009/04/24/the-economics-of-breastfeeding-a-cost-benefit-analysis/#.T4X57lGtKHN

http://www.babble.com/baby/baby-feeding-nutrition/is-breastfeeding-really-cheaper-than-formula-feeding/

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+