Menjadi seorang Ibu adalah keinginan sebagian besar perempuan di dunia ini. Karena itu, hamil setelah menikah adalah suatu kebahagiaan tak terkira yang dirasakan perempuan. Bagaimana tidak merupakan kebahagiaan, karena tidak semua perempuan diberikan kesempatan langsung hamil.

Menarik untuk dibaca : Merencanakan Kehamilan yang Sehat

Apa tips-tips yang bisa dicontoh dari calon Ibu yang cepat diberikan kehamilan? Bagaimana memastikan kehamilan itu? Bisa calon Ibu simak di artikel ini ya.

Jika calon Ibu berencana dan ingin cepat hamil, sebaiknya mengubah kebiasaan hidup menjadi semakin sehat dan bugar. Beberapa kebiasaan penting yang sebaiknya diubah itu antara lain.

  1. Kurangi stress
    Cobalah untuk hidup santai, menghindari ketegangan, karena jika stress atau berada dalam tekanan bisa mengurangi kemungkinan untuk cepat hamil.
     
  2. Perhatikan nutrisi
    Pilih makanan sehat yang kaya protein, buah-buahan, sayur-sayuran, susu, keju dan mentega. Kurangi asupan gula, pemanis buatan dan kafein.
     
  3. Berolahraga secara teratur
    Jika calon Ibu memiliki berat berlebih, sebaiknya dikurangi dengan berolahraga secara teratur sebelum hamil.
    Olahraga bisa juga mengurangi tekanan atau stress.
    Beberapa olahraga yang disarankan untuk calon Ibu yaitu: senam ringan, yoga, jalan kaki, naik sepeda, atau lari pagi.
     
  4. Berhenti merokok adalah satu hal yang terpenting yang harus dilakukan sebelum calon Ibu hamil. Selain mengurangi kemungkinan untuk cepat hamil, merokok juga bisa menurunkan jumlah sperma. Merokok selama hamil juga dapat menyebabkan bayi berat lahir rendah atau mengalami perkembangan janin. Merokok juga meningkatkan resiko keguguran atau kematian janin dalam kandungan.
     
  5. Berhenti minum alkohol
    Alkohol bisa menurunkan kemungkinan cepat hamil sebesar 50 persen serta menurunkan kualitas dan kuantitas sperma.

Baca Juga : Perhatikan 7 Hal ini dalam Merencanakan Kehamilan

Setelah calon Ibu mengubah kebiasaan hidupnya, lalu bagaimana memastikan kehamilan yang terjadi? Ada banyak gejala awal kehamilan yang umum terjadi. Beberapa diantaranya adalah:

  • Calon Ibu siklus haidnya teratur? Jika mendadak berhenti, ada kemungkinan calon Ibu sedang hamil. Berhenti haid adalah hal yang biasa terjadi pada proses kehamilan. Kecuali jika calon Ibu sedang mengkonsumsi obat-obatan tertentu untuk pengobatan penyakit yang diidap. Tetapi ada juga calon Ibu yang sudah positif hamil, namun haid masih berlangsung, bahkan selama kehamilan. Ini karena corpus luteum (terbentuk dari folikel kosong setelah pelepasan telur saat ovulasi), tidak memproduksi cukup progesterone untuk menghentikan menstruasi sehingga keluar darah yang menyerupai haid.
  • Perempuan hamil umumnya mengalami gejala morning sickness. Mual dan muntah pada pagi hari pada bulan-bulan pertama kehamilan. Dan kondisi mual muntah pada setiap calon Ibu tidak sama, berbeda kondisinya. Ada yang mual muntah ringan, ada juga yang merasakan mual dan muntah yang hebat.
  • Kebiasaan lain yang terjadi pada perempuan hamil pada bulan-bulan pertama yaitu sering buang air kecil. Ini karena kandung kemih tertekan oleh rahim yang membesar.
  • Karena adanya pengaruh hormon Progesterone yang membuat usus bekerja lebih lambat, calon Ibu sering susah buang air besar.
  • Ngidam. Terjadi di awal-awal kehamilan, calon Ibu merasa ingin menyantap makanan-makanan tertentu. Gejala ngidam dapat juga berupa mual, pusing bahkan muntah.
  • Karena meningkatnya hormon Progesterone dan hormon Estrogen, yang mempengaruhi kelenjar susu dan mengakibatkan payudara membesar. Puting susu dan daerah areola akan tampak lebih gelap.
  • Suhu tubuh meningkat. Jika mengalami hal ini, sebaiknya sering berada di ruangan yang sejuk dan banyak minum air putih.
  • Pada awal kehamilan hingga trimester kedua, calon Ibu juga akan sering mengalami kram perut.
  • Bercak merah jambu. Tidak semua calon Ibu mengalami gejala ini, dan umumnya terjadi pada 8 sampai 10 hari setelah ovulasi, karena benih yang tertanam di lapisan uterus.

Baca juga : Waktu Yang Tepat Berhubungan Intim

Selama kehamilan, sebaiknya calon Ibu memeriksakan dirinya dan kesehatan bayinya secara teratur ke dokter kandungan atau bidan. Selain itu, merawat diri dan menjaga kesehatan dengan baik, terutama tiga bulan pertama, merupakan hal yang sangat penting. Untuk memperkaya pengetahuan calon Ibu, banyaklah membaca dan mempelajari segala hal tentang kehamilan, melahirkan, bayi dan perawatannya. Selamat menikmati masa-masa indah di kala hamil, Ibu!

 

Sumber:

  • Bayiku, Anakku. Panduan Praktis Kesehatan Anak, dr Purnamawati S, Pujiarto, SpAK, MMPed. Intisari, Agustus 2005.
  • Panduan Pintar Hamil dan Melahirkan. Dewi Cendika ZR dan Indarwati. WahyuMedia, 2010.

 

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+