Proses menyusui bukan hal yang mudah, terutama karena untuk proses menyusui yang lancar dibutuhkan kenyamanan dan kelancaran dari pihak Ibu dan si kecil. Bila si kecil tidak memiliki masalah membiasakan diri dengan payudara Ibu, bisa jadi yang menjadi masalah adalah produksi ASI Ibu yang tidak cukup untuk si kecil. Sebaliknya, masalah juga bisa terjadi bila produksi ASI Ibu melimpah tapi si kecil tidak mau menyusui langsung dari payudara Ibu (nursing strike).

Mogok menyusu alias nursing strike bisa terjadi pada bayi manapun, termasuk pada bayi yang pada awalnya tidak mengalami masalah apapun pada proses menyusui. Jangan langsung mengasumsikan bahwa si kecil sedang menyapih dirinya sendiri, karena biasanya si kecil tidak akan menyapih dirinya sendiri bila dia belum berusia 1 tahun dan belum banyak makan MPASI atau belum bisa minum dari gelas.

Jadi bila tiba-tiba si kecil menolak menyusui, bisa jadi dia sedang mogok menyusui. Mogok menyusu adalah cara si kecil untuk mengkomunikasikan bahwa ada sesuatu yang salah, terutama dalam proses menyusu yang dia jalani.

Ada beberapa hal yang bisa menjadi penyebab si kecil mogok menyusui, di antaranya:

  1. Sakit karena tumbuh gigi, luka, ataupun infeksi jamur di mulut si kecil
  2. Infeksi telinga, yang bisa menyebabkan sakit saat menyusu
  3. Sakit saat digendong pada posisi menyusui, yang bisa terjadi setelah imunisasi atau karena luka
  4. Pilek atau hidung tersumbat yang menyebabkan si kecil sulit bernafas saat menyusu
  5. Si kecil suka menghisap jempol atau terlalu sering minum ASI dari botol. Hal ini bisa berakibat pada berkurangnya produksi ASI
  6. Gangguan pada saat menyusui
  7. Si kecil terpisah cukup lama dari Ibu

Penyebab si kecil mogok menyusui juga bisa datang dari Ibu, misalnya:

  1. Teriakan Ibu saat si kecil menggigit payudara Ibu mengagetkan si kecil
  2. Perubahan besar pada rutinitas, misalnya pindah rumah ataupun bepergian dalam waktu yang lama
  3. Jadwal menyusui yang terlalu kaku
  4. Ibu berbicara dengan suara keras atau berdebat dengan orang lain saat sedang menyusui
  5. Stress, tekanan, ataupun masalah di rumah
  6. Berulang kali melepaskan diri saat si kecil ingin menyusu
  7. Produksi ASI Ibu sedikit berkurang, sehingga si kecil harus menghisap sedikit lebih lama dan lebih keras sebelum akhirnya mendapatkan ASI yang cukup
  8. Makanan, minuman, ataupun obat-obatan yang Ibu konsumsi yang bisa mengakibatkan perubahan pada rasa ASI.
  9. Perubahan hormon Ibu (bisa disebabkan oleh dimulainya kembali periode datang bulan Ibu) juga bisa menyebabkan perubahan rasa ASI

Tiap bayi bereaksi dengan cara yang berbeda pada faktor-faktor di atas, jadi bila si kecil mengalami hal-hal di atas, belum tentu dia akan mogok menyusui. Tapi bila si kecil tiba-tiba mogok menyusui, biasanya penyebabnya adalah salah satu faktor di atas. Cobalah hal-hal berikut ini untuk solusinya:

  1. Susui si kecil saat dia tertidur atau saat mengantuk, misalnya pada malam hari atau tidur siang.
  2. Coba posisi menyusui yang bervariasi
  3. Susui si kecil sambil mengayunkan badannya di gendongan Ibu. Menyusui sambil berjalan atau berdiri juga bisa jadi pilihan
  4. Hindari gangguan saat si kecil sedang menyusui. Matikan TV, radio, ataupun handphone Ibu, dan susui si kecil di ruangan yang tenang dan tidak terlalu terang
  5. Sentuhan langsung antara Ibu dan si kecil akan memberikan kenyamanan pada si kecil dan membantunya menyusui.
  6. Bicarakan dengan Ayah untuk membiarkan si kecil tidur di kamar dan ranjang yang sama dengan Ibu untuk semakin mendekatkan Ibu dan si kecil dan memberikan kesempatan untuk Ibu menyusui saat si kecil tidur.

Bila si kecil sedang mogok menyusui, Ibu harus terus memompa ASI Ibu untuk mencegah masalah seperti payudara bengkak dan mastitis, sekaligus menjaga suplai ASI Ibu.

Selain itu, Ibu juga bisa mencoba memberikan ASI kepada si kecil dengan sendok ataupun pipet. Bila Ibu khawatir si kecil tidak mendapatkan ASI yang cukup, pantau frekuensi buang air kecil si kecil. Kalau si kecil memakai sekitar 6-8 popok kain selama sehari, berarti dia mendapatkan cairan yang cukup. Kesabaran dan pantang menyerah adalah kunci untuk menghentikan mogok menyusui si kecil.

Tapi jangan memaksa si kecil untuk menyusu langsung dari Ibu, terutama bila dia sudah tampak frustasi. Pemaksaan justru bisa membuat dia trauma dan semakin tidak mau menyusu.

Buatlah proses menyusui menjadi acara yang menyenangkan, agar si kecil mengasosiasikan menyusui dengan perasaan yang positif.  

Sumber http //www.llli.org/nb/nbnovdec92p173.html http://www.whattoexpect.com/first-year/week-21/nursing-strike.aspx

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+