Ngidam jadi salah satu cerita seru dari kehamilan, bagaimana Ibu tiba-tiba menginginkan sesuatu yang seringkali jarang ditemui atau jarang dikonsumsi. Terkadang Ngidam itu memaksa dan sukses membuat Ayah kebingungan.

Tidak ada yang tahu pasti mengapa ngidam ini bisa terjadi. Mitos yang beredar adalah jika ngidam Ibu tidak dipenuhi, si kecil kelak akan ngeces atau mengeluarkan liur terus menerus. Apa benar?  

Tentu tidak Ibu. Tidak ada hubungan antara sistem produksi air liur  si kecil dengan keinginan tak terpenuhi Ibu. Saat masih bayi, si kecil masih belum handal mengelola air liurnya sendiri, karena memang sistem kerja di mulutnya belum optimal. Wajar jika ia ngeces  

Bisa Dilawan  

Kembali ke ngidam, ada pendapat yang mengatakan bahwa ngidam ini sebenarnya adalah cara tubuh Ibu menyatakan bahwa ia sedang membutuhkan hal-hal tertentu. Namun, pendapat ini belum bisa dibuktikan. Pendapat lagi menyatakan bahwa saat hamil, hormon-hormon, terutama progesterone di dalam tubuh Ibu akan meningkat dan tentunya berpengaruh pada fungsi metabolisme Ibu.  

Ada Ibu yang tadinya tidak suka ikan namun saat hamil malah tidak mau makan jika lauknya bukan ikan. Atau sebaliknya, yang sebelum hamil sangat menyukai bawang goreng lantas menjadi antipati bahkan mual mencium baunya. Hal ini normal saja kok Ma. Tubuh Ibu memang akan banyak berubah saat kehamilan.  

Secara psikologis, ngidam ini menjadi ‘trik’ Ibu untuk mendapat perhatian penuh dari Ayah ya?. Melihat usaha Ayah mencari buah Kelengkeng jam tiga pagi demi memenuhi keinginan Ibu, secara tidak langsung akan membuat Ibu merasa lebih bahagia dan diperhatikan.  

Tapi, jangan jadikan ngidam sebagai pembenaran atas segala keinginan Ibu ya. Karena sebenarnya, ngidam ini bisa dilawan dan bukan momok yang harus diperhatikan betul-betul kok. Terutama jika ngidamnya termasuk aneh.

Enjoy your pregnancy ya Ma!

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+