Menjadi Ayah yang hebat dari seorang bayi atau balita sebenarnya hanya membutuhkan beberapa keahlian sederhana yang dilengkapi dengan nalar dan kesiapan untuk belajar demi si kecil.

Berikut keahlian yang perlu Ayah miliki sebagai seorang Ayah:

1. Kesabaran

Kesabaran Ayah akan diuji dari hari pertama si kecil lahir. Hal ini mencegah Ayah mengalami menggila setelah si kecil menangis selama 3 jam non stop. Ingat saja, semua orang pernah mengalami saat ketika mereka merasa akan kehilangan kesabaran. Bila Ayah mengalami hal ini, tarik nafas dalam, tinggalkan ruangan selama beberapa saat, dan coba lagi. Tapi bila rasa marah dan depresi Ayah berlangsung terlalu lama, Ayah perlu waspada atas bahaya Paternal Postnatal Depression (PPND), yaitu depresi yang dialami oleh Ayah baru.

2. Rasa humor

Tawa akan membantu menghilangkan stress karena kurang tidur dan akan membantu Ayah melewati momen ketika si kecil mengotori baju baru Ayah. Ayah yang bisa tertawa saat si kecil buang air ketika sedang diganti popoknya cenderung lebih bisa mengatasi rasa lelah karena kurang tidur dan rasa jenuh, dan pada akhirnya resiko Ayah mengalami Paternal Postnatal Depression (PPND), yaitu depresi yang dialami oleh Ayah baru juga akan lebih kecil. Nikmati saja petualangan baru Ayah dengan semua keringat, kotoran bayi, popok kotor, dan tertawa bersama semua orang.

3. Konsistensi dan rutinitas

Bayi menyukai rutinitas karena hal ini membantu mereka merasa aman. Bila Ayah dan Ibu menyusui serta menidurkan si kecil pada waktu yang sama setiap hari, mereka akan semakin merasa aman dan jarang menangis. Jadi susun rutinitas sehari-hari untuk si kecil, termasuk saat makan dan tidur siang. Semakin cepat dia terbiasa dengan rutinitas sehari-hari, semakin cepat juga dia berhenti terbangun di malam hari, sehingga akhirnya semakin cepat juga Ayah dan Ibu akan mendapatkan jadwal tidur yang normal di malam hari. Bila si kecil sudah terbiasa dengan rutinitas sejak kecil, mereka akan lebih terbiasa dengan rutinitas saat mereka dewasa. Tapi bukan berarti si kecil harus mengikuti jadwal ketat rutinitas yang sama setiap hari, lho. Susui dia bila dia lapar dan tidurkan dia bila dia mengantuk, tapi usahakan dia tidur dan makan pada saat yang kira-kira sama setiap hari. Atur jadwal rutin yang fleksibel untuk Ayah, Ibu, dan keluarga.  

4. Belajar dari orang lain

Tidak semua hal bisa berjalan dengan alami. Jadi ambil pengalaman dari saudara atau teman yang sudah lebih dulu menjadi seorang Ayah. Cari juga informasi dari buku dan internet untuk membantu menghadapi dunia baru sebagai seorang Ayah. Tapi keahlian seperti mengganti popok, memasang car seat, dan keahlian lainnya memerlukan praktek juga. Jadi teruslah berlatih sampai Ayah menjadi sang ahli yang bisa memenuhi semua kebutuhan si kecil.

5. Cinta dan kasih sayang

Hal ini mungkin adalah salah satu hal terpenting untuk si kecil. Penelitian telah menunjukkan bahwa kontak fisik antara orang tua dan anak akan membantu perkembangan. Kontak fisik apapun akan menguntungkan si kecil, mulai dari menggendong, memandikan, sampai mengganti popok. Hal ini juga akan membantu meningkatkan hubungan Ayah dengan si kecil. Peran Ayah biasanya adalah sebagai sosok yang mengajak si kecil bermain dan bersenang-senang, maka Ayah memiliki peran penting dalam mengembangkan kemampuan sosial si kecil.

Ukuran otak bayi saat lahir hanyalah separuh dari ukuran otaknya saat dia berumur 1 tahun, jadi perkembangan otak si kecil selama 1 tahun pertama sangatlah penting. Ada yang berpendapat bahwa sebenarnya masa kehamilan bayi sebenarnya adalah 21 bulan, menggabungkan 9 bulan janin dalam rahim Ibu, dan 12 bulan sesudah kelahiran. Itu sebabnya kasih sayang dan perlindungan untuk si kecil selama tahun pertamanya sangatlah penting.

Tough love’ seperti membiarkan bayi menangis sampai tertidur sendiri dengan alasan mengajarkan si kecil disiplin sangat penting untuk dihindari. Si kecil tidak akan mengerti arti disiplin sampai dia sedikit lebih dewasa. Semakin bayi bertumbuh dewasa, Ayah juga akan semakin dewasa. Mungkin dalam prosesnya tidak akan sempurna dan akan melakukan kesalahan sesekali, tapi belajarlah dari kesalahan Ayah dan jangan berhenti mencoba.

Tetap semangat!  

Sumber: http://cleverfather.com/essential-dad-skills/ http://www.greatdad.com/tertiary/334/2799/five-parenting-skills-necessary-for-new-dads.html  

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+