Menyusui adalah hal yang asing bagi Ayah, sama asingnya seperti seorang vegetarian di restoran steak. Tapi kenyataannya peran Ayah sangat besar dalam keputusan Ibu untuk menyusui dan tetap memberikan ASI Eksklusif.

Berikut ini adalah beberapa fakta dan hasil penelitian tentang Ayah dan menyusui untuk membantu Ayah tetap positif menjalankan peran Ayah dalam proses menyusui:

  1. Dukungan Ayah terhadap proses menyusui disertai dengan sikap positif Ayah serta pengetahuan tentang manfaat menyusui berpengaruh besar terhadap keputusan keluarga untuk menyusui dan bahkan durasi menyusui.
  2. Persepsi Ibu terhadap pandangan Ayah akan menyusui bisa berbeda dengan sikap Ayah yang sesungguhnya. Walaupun Ayah tidak berkeberatan bila Ibu menyusui si kecil, Ibu bisa beranggapan bahwa Ayah tidak setuju dengan keputusan untuk menyusui. Jadi tunjukkan dan katakan dukungan Ayah secara langsung untuk meyakinkan Ibu
  3. Pengertian Ayah tentang manfaat menyusui, termasuk keuntungannya bagi kesehatan si kecil dan ikatan antara Ibu dan si kecil, diasosiasikan secara langsung terhadap keputusan Ibu untuk menyusui. Tapi sebaliknya, Ayah yang percaya bahwa menyusui berakibat buruk bagi payudara Ibu, merusak tampilan payudara Ibu, dan mengganggu hubungan intim antara Ayah dan Ibu diasosiasikan langsung dengan keputusan Ibu untuk menghentikan ASI Eksklusif dan memberikan susu formula untuk si kecil
  4. Halangan terbesar bagi dukungan Ayah terhadap proses menyusui termasuk celaan terhadap wanita yang menyusui di tempat umum, serta kurangnya pengertian dan pengetahuan Ayah terhadap keuntungan ASI terhadap kesehatan si kecil. Celaan dan kurangnya pengetauhan ini lebih umum terjadi pada sebagian besar Ayah daripada Ibu
  5. Mengajarkan Ayah tentang cara mencegah dan menanggulangi masalah menyusui yang paling umum telah memberikan efek positif terhadap kelangsungan proses menyusui. Info singkat tentang keuntungan menyusui terhadap Ayah hanya menaikkan kemungkinan Ibu untuk memberikan ASI Eksklusif sebanyak 15%. Peluang itu meningkat menjadi 25% bila Ayah mengikuti kelas menyusui sepanjang 40 menit yang mencakup cara menanggulangi masalah umum menyusui. Efek positif ini masih tetap terjadi bahkan pada Ibu yang mengalami masalah menyusui.
  6. Sebuah kelas di Amerika Serikat memberikan kesempatan para Ayah untuk memilih untuk menghadiri 2 kelas dengan durasi 45 menit yang mengajarkan tentang posisi menyusui yang baik secara berkelompok, atau kelas individual dengan durasi 1 jam yang mengajarkan semua tentang menyusui, termasuk tentang penggunaan dan perawatan breast pump. Buku tentang menyusui dan informasi lainnya juga disediakan dalam kelas ini. Para Ayah ini juga diundang untuk menghadiri sesi parenting khusus untuk para ayah. Kelas-kelas ini menghasilkan tingkat menyusui yang lebih tinggi dari rata-rata. Hasil tertinggi didapat dari para ayah yang menghadiri kelas parenting, sedangkan 69% Ibu, istri dari Ayah yang menghadiri kelas parenting dan kelas menyusui, sukses memberikan ASI Eksklusif selama 6 bulan. Bandingkan tingkat ini dengan statistik rata-rata nasional yang hanya sekitar 21%
  7. Kualitas kedekatan hubungan antara Ibu dan Ayah juga berpengaruh terhadap proses menyusui. Ayah dan Ibu yang dekat dan tidak memiliki masalah diasosiasikan dengan dukungan Ayah terhadap proses menyusui, sedangkan hubungan yang dingin dan tegang diasosiasikan dengan dihentikannya proses menyusui sebelum masa ASI Eksklusif berhasil dicapai
  8. Ayah yang membantu Ibu mengerjakan pekerjaan rumah tangga berbanding lurus dengan terjaganya proses menyusui
  9. Pengajaran proses menyusui tidak hanya perlu diberikan kepada Ibu, tapi juga kepada Ayah. Keinginan Ayah untuk memiliki kesempatan untuk dekat dengan si kecil bisa jadi faktor penyebab Ibu memutuskan untuk tidak menyusui, dan pendekatan yang hanya terfokus pada hubungan Ibu dengan si kecil bisa membuat Ayah merasa terisolasi dan tertinggal, cemburu, dan membenci proses menyusui. Akibatnya, proses pemberian ASI Eksklusif akan terganggu
  10. 98.1% Ibu akan menyusui bila suaminya mendukungnya. Tapi bila sang Ibu tidak mendapatkan dukungan dari suami, hanya 26.9% yang melanjutkan proses menyusui untuk anaknya.

Peran Ayah dalam proses menyusui tidak hanya sekedar omongan demi mendapatkan dukungan Ayah terhadap proses menyusui, tapi telah dibuktikan dalam berbagai penelitian. Selanjutnya tinggal bagaimana Ayah dan Ibu mengambil keputusan yang penting terhadap si kecil: apakah si kecil akan mendapatkan ASI Eksklusif?  

Sumber: http://www.motherandchildhealth.com/Breastfeeding/Becky/dads_breastfeeding.html http://www.fatherhoodinstitute.org/2007/fatherhood-institute-research-summary-fathers-and-breastfeeding/

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+