Salah satu kekhawatiran Ibu yang sedang menyusui si kecil selain produksi ASI yang kurang, adalah kemungkinan bayi tersedak ASI.  Jika si kecil menikmati ASI perah dari botol, mungkin Ibu bisa memilih bentuk dan bahan dot yang paling sesuai dengan kontur mulut sang bayi. Namun jangan salah, bahkan jika bayi menyusu langsung dari payudara Ibu, ia tetap bisa mengalami resiko tersedak ASI.

Pada produksi ASI yg berlebih, Letdown Reflex yang kuat dari sang Ibu dapat menimbulkan bayi tersedak atau muntah. Namun dengan trik laktasi yang tepat, semua bisa diatasi dan dihindari, jadi tak Ibu menyusui tak perlu risau dalam memberikan ASI pada sang buah hati.

Yuk simak tips dan trik berikut ini:

  • Sebelum menyusui, perahlah sedikit ASI dengan tujuan untuk memperlambat aliran ASI sehingga saat disusukan, alirannya tidak terlalu deras yang bisa membuat bayi tersedak. Perah hanya sedikit saja dan jangan dilakukan antara dua jadwal menyusui. Jangan khawatir produksi ASI akan menipis, karena justru dengan semakin diperah/disusukan maka tubuh Ibu akan memproduksi lebih banyak ASI.
  • Tiap kali menyusui, berikan ASI dari satu payudara saja (yang kiri atau yang kanan). Jangan berikan ASI bergantian kiri-kanan dalam 1 kali feeding time. Namun, jika bayi menyusu kurang dari 15 menit, dan 2 jam lagi merasa lapar, berikan ASI dari sisi payudara yang sama (sisi yang terakhir disusukan pada bayi)
  • Atur posisi menyusui senyaman mungkin untuk Ibu dan sang bayi. Pastikan kepala bayi di atas puting. Ibu juga bisa berbaring dengan posisi bayi tengkurap di atas dada, sehingga pengaruh gravitasi akan membuat aliran ASI tidak terlalu deras dan mulut bayi bisa mengontrol asupan ASI yang diminumnya.
  • Jika bayi menyusu dari botol, pilih dot yang memiliki bahan lembut dan tidak terlalu panjang, sehingga menyerupai puting Ibu. Pastikan juga bentuknya sesuai dengan mulut si kecil. Pastikan juga Ibu ada saat si kecil menyusu. Jangan biarkan bayi menyusu dari botol tanpa pengawasan,
  • Untuk mengatasi jumlah ASI yang berlebih, tak ada salahnya jika Ibu mendonorkan ASI tersebut. Ibu bisa memompa ASI yang berlebih dan mendonasikannya kepada Ibu lain yang kesulitan memproduksi ASI. Untuk info lebih lanjut, silakan simak artikel tentang donor ASI di Lactamilmama.com.

Bagaimana jika bayi sudah terlanjur tersedak?

Tak perlu panik Ibu, yuk simak cara-cara mengatasinya:

  • Tengkurapkan bayi sejajar lengan atau paha Ibu, pastikan letak kepala lebih rendah dari badannya. Sangga kepala bayi dengan tangan Ibu.
  • Tepuk-tepuk punggung bayi (tepuk di bagian antara tulang bahu) dengan bagian bawah telapak tangan Ibu.
  • Sehabis menepuk punggung, berhenti sejenak untuk melihat apakah si kecil sudah bisa mengeluarkan cairan atau tidak.
  • Jangan gendong atau angkat tubuh bayi, karena bisa berpotensi mengalirkan cairan tersebut ke paru-parunya.

 

Sumber:

Yuk Mama, Share artikel ini ke :
Facebook Twitter Google+